Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Earthquake-Resistant Portal Frame Structures with Ordinary Moment Frames (OMF), Intermediate Moment Frames (IMF), and Special Moment Frames (SMF) based on SNI 1726:2019 Juni Indriani; Johannes Tarigan
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 7 No. 1 (2023): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.96 KB) | DOI: 10.32734/ijau.v7i1.11687

Abstract

Since the 19th century, portal frames have been used to build industrial buildings because the development process is fast, economical, and efficient. This research aims to look at the cross-section of structural elements in BS 5950-1:2000 spans of 15 m and 40 m using SNI 1726:2019 with modal analysis, including horizontal deflection and stress ratio, using LRFD and ASD methods. Then, the structure was revised to be safe against earthquakes researched in three zones, including low (OMF), medium (IMF), and high (SMF) earthquakes. The results of this research show that the horizontal deflection's magnitude still falls within the allowable limit, with the maximum value on Tarutung, the SMF system, and KDS E on a 15-m span of 43.828 mm and a 40-m span of 68.703 mm. However, several of the IMF and SMF systems' cross-sectional structures exceeded the stress ratio capacity. After revision, the percentage ratios of the maximum structural weight using cross-sections on the Indonesian market using two methods and three frame systems with spans of 15 m and 40 m are 16.050% and 17.240%, respectively. The obtained maximum structural weight exceeds the cross-sections of the British standard before revision by 13.935% and 13.187%. It is an SMF system.
Analisis Perilaku Dinamik Struktur Portal Frame Mengacu pada Profil Baja BS 5950-1:2000 terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 Indriani, Juni
TEKNIKA Vol. 19 No. 3 (2025): Teknika September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15765920

Abstract

Portal frame telah digunakan secara luas sejak abad ke-19 karena kekuatan tinggi, efektif, dan efisien. Bahkan hingga saat ini, portal frame tetap menjadi pilihan konstruksi yang populer diterapkan pada bangunan industri, pergudangan, dan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons dinamik struktur portal frame dengan menggunakan profil baja berdasarkan BS 5950-1:2000, dengan bentang 15 m dan 40 m, terhadap beban gempa sesuai dengan SNI 1726:2019. Penelitian ini dilakukan karena dalam British Standard belum mempertimbangkan adanya beban gempa, sementara di Indonesia, beban gempa menjadi faktor penting dalam desain struktur bangunan. Analisis dinamik dilakukan dengan analisis modal pada tiga lokasi seismik berbeda, yaitu Bangka Belitung (Rangka Momen Biasa/RMB), Palembang (Rangka Momen Menengah/RMT), dan Tarutung (Rangka Momen Khusus/RMK). Hasil menunjukkan bahwa mode 1 dan 2 dominan translasi, sedangkan mode 3 rotasi, dengan partisipasi massa kumulatif hampir 100% tercapai pada mode ke-20 dan ke-25, masing-masing untuk bentang 15 m dan 40 m. Nilai deflection horizontal masih dalam batas aman, dengan nilai maksimum berada pada lokasi Tarutung, sistem Rangka Momen Khusus (RMK) pada kategori desain seismik (KDS) E, yaitu sebesar 43,828 mm untuk bentang 15 m dan 68,703 mm untuk bentang 40 m.
Inovasi PMKM Perbaikan Jalan Berlubang Melalui Pemanfaatan Bahan Daur Ulang AC-WC di Jalan Irigasi Kota Silaen, Samsudin; Surbakti, Asri Afriliany; Simanjuntak, Indi Rezki Uli; Indriani, Juni; Fischer, Indra Jhon
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 6 No. 1 (2025): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v6i1.263

Abstract

Kerusakan jalan berupa lubang merupakan permasalahan umum yang sering terjadi, terutama pada ruas jalan dengan lalu lintas tinggi dan sistem drainase yang kurang baik. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeliharaan jalan berlubang dengan memanfaatkan material daur ulang Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sebagai solusi yang cepat, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di ruas Jalan Irigasi, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan pada STA 0+170 s.d. STA 0+205. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi, pengukuran dimensi kerusakan, persiapan material daur ulang di laboratorium, serta pelaksanaan penambalan jalan di lapangan melalui tahapan pembersihan lubang, aplikasi tack coat, penghamparan, dan pemadatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan material daur ulang AC-WC, berhasil menutup sebanyak 0,162 m³ lubang menggunakan 418,77 kg campuran aspal daur ulang. Kegiatan ini mampu memperbaiki kondisi jalan secara fungsional dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Meskipun dilakukan dengan peralatan terbatas, hasil penambalan menunjukkan kinerja yang cukup baik apabila tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemeliharaan jalan skala kecil yang berkelanjutan serta mendorong pemanfaatan limbah konstruksi dalam penanganan kerusakan jalan.
Perkuatan Lentur Balok Komposit Beton Normal dan HSC dengan Serat Polypropilene dan Fly Ash Situmorang, Ruben; Nursyamsi, Nursyamsi; Tarigan, Johannes; Bakara, Ricky; Indriani, Juni
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9067

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkuatan lentur balok komposit dengan membandingkan beton normal (BN) dan High Strength Concrete (HSC) yang diperkuat dengan serat polypropilene dan fly ash. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan fly ash dan serat polypropilene terhadap kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton, serta membandingkan perilaku balok komposit BN dan HSC. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan enam variasi campuran: BN1, BN2, BN3, HSC1, HSC2, dan HSC3, dengan variasi fly ash 0%, 5%, 10% dan serat polypropilene 0%, 0.5%, 1%. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum dicapai pada HSC2 (87.63 MPa) dengan peningkatan 166.68% dari beton normal, kuat tarik optimum pada HSC2 (4.99 MPa) dengan peningkatan 62.54%, dan kuat lentur optimum pada balok komposit HSC 2 cm (4.02 MPa) dengan peningkatan 44.6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi semen dengan 10% fly ash dan 1% serat polypropilene menghasilkan performa terbaik dalam meningkatkan sifat mekanis beton. Implikasinya, kombinasi ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural yang memprioritaskan kekuatan dan ekonomi biaya.
ANALISIS KINERJA JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DENGAN MENARA BAJA DAN MENARA KOMPOSIT MELALUI ANALISIS NUMERIK BERBASIS PERANGKAT LUNAK Juni Indriani; Nurkhasanah Rina Puspita; Indi Rezki Uli Simanjuntak; Ricky Bakara; Agnes Br Manurung
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1773

Abstract

This study evaluates the structural performance of a Class I pedestrian suspension bridge using two pylon configurations steel and steel–concrete composite through numerical analysis with SAP2000. The design follows SE Menteri PU No.02/SE/M/2010, SNI 2833:2013, SNI 2833:2013, and SNI 1725:2016. The conceptual model is located at the Kampar River with a 100 m main span, 15 m side spans, and a 1.8 m width. Load cases include dead load, symmetric and asymmetric live loads, seismic loads for zone 4, and wind loads with a design speed of 35 m/s. Results show both models have similar structural responses, although the composite pylon provides higher stiffness. Results indicate that the structural responses of both models are very close, although the composite pylon exhibits higher stiffness. Differences in maximum deformation are minimal: 0.000034 m due to seismic loading, 0.000001 m due to wind, and 0.000003 m for girder deflection. Cable stresses also differ slightly, with values of 0.15 kN/m² for the main cables and 125.81 kN/m² for the backstays. Overall, the composite pylon is considered an efficient alternative for increasing stiffness without significantly altering the structural behavior.