Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEKERASAN SIMBOLIK DALAM OSPEK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS MAHASISWA Zahra, Siti; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2151-2156

Abstract

Ospek merupakan kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya akademik dan sosial kampus. Namun, dalam praktiknya, ospek sering kali mengandung unsur kekerasan simbolik yang menempatkan mahasiswa baru dalam posisi subordinat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekerasan simbolik dalam ospek dan dampaknya terhadap pembentukan identitas mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terhadap mahasiswa angkatan 2024 dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ospek tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan kampus tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang sering kali bersifat otoriter. Tekanan yang diberikan tidak hanya berupa tuntutan kepatuhan sosial, tetapi juga dalam bentuk beban fisik, mental, dan finansial yang membebani mahasiswa baru. Dampak dari ospek ini bersifat ambivalen, di mana beberapa mahasiswa merasa bahwa ospek membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus, sementara yang lain merasa tertekan dan mengembangkan sikap perlawanan terhadap sistem. Oleh karena itu, diperlukan reformasi dalam pelaksanaan ospek agar dapat menghindari praktik kekerasan simbolik dan lebih mengedepankan pendekatan edukatif yang inklusif dan konstruktif bagi mahasiswa baru.
ANALISIS DAMPAK FOMO TERHADAP KESEHATAN MENTAL GEN Z Zacky Ni’ma Hilya, Moh; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1798-1802

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak di kalangan Generasi Z akibat keterikatan mereka dengan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FOMO terhadap kesehatan mental Generasi Z, dengan fokus pada kecemasan sosial, stres, depresi, gangguan tidur, dan menurunnya produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dari media digital membuat Generasi Z lebih rentan mengalami kecemasan dan perasaan tidak berharga. Selain itu, kebiasaan begadang untuk terus memantau aktivitas di media sosial mengganggu pola tidur, menurunkan konsentrasi, serta menghambat produktivitas dalam studi dan pekerjaan. Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, meningkatkan self-esteem, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial, kesehatan mental, dan produktivitas agar terhindar dari dampak negatif FOMO.
MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL DI BALIK SERAGAM SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR DALAM PERSPEKTIF HABITUS DAN KEKUASAAN SIMBOLIK Amalia, Amalia; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2548-2555

Abstract

Kekerasan seksual di institusi pendidikan merupakan persoalan sosial yang kompleks, sering kali tersembunyi di balik struktur formal dan simbol-simbol otoritas seperti seragam, jabatan, dan budaya disiplin. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui telaah literatur dengan menggunakan perspektif sosiologi kritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus dan kekuasaan simbolik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan lembaga, serta teori-teori sosiologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan seksual di lingkungan sekolah tidak hanya merupakan tindakan individual, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang dibentuk oleh habitus institusional dan relasi kuasa simbolik. Guru atau staf pendidik yang memiliki modal simbolik sering kali memanfaatkan posisinya untuk melakukan dominasi, sementara siswa berada dalam posisi yang sulit untuk melawan karena terbentuknya habitus kepatuhan dan budaya bungkam. Kajian ini menegaskan pentingnya membongkar mekanisme sosial dan simbolik yang memungkinkan kekerasan seksual terus terjadi dalam sistem pendidikan, serta perlunya pendekatan struktural dalam merumuskan upaya pencegahan.
DAYA TARIK SHORT DRAMA CHINA: FENOMENA KONSUMSI CEPAT DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Nadia Hasuna, Asma; Nur Alia Abdullah, Mirna
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.%p

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana realitas sosial di masyarakat memengaruhi kehidupan individu, terutama dalam konteks peran gender, ekspektasi sosial, dan pengalaman perempuan. Melalui kajian pustaka terhadap berbagai sumber, penulis menganalisis tekanan sosial yang dihadapi perempuan serta bagaimana individu meresponsnya melalui strategi bertahan, penyesuaian, atau perlawanan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan fenomena ini secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur sosial seringkali memperkuat ketimpangan gender, namun juga membuka ruang bagi agen-agen sosial untuk melakukan resistensi dan transformasi. Kajian ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam memahami keterkaitan antara individu dan struktur sosial dalam konteks dinamika kehidupan perempuan.