Istiono, Heri
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Indonesia

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KOMPARASI PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA ATAP BAJA RINGAN UNTUK RUMAH TIPE 180 DENGAN TIPE KUDA-KUDA YANG BERBEDA Septian Fajar Syamsudin; Eka Susanti; Heri Istiono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, banyak digunakan baja ringan sebagai konstruksi rangka atap, dibandingkan dengan baja konvensional ataupun kayu. SNI 7971:2013adalah peraturan perencanaan struktur baja ringan (canai dingin) terbaru. Peraturan ini, dapat membantu mendisain struktur baja ringan yang aman dan ekonomis. Penelitian ini membahas perencanaan rangka atap baja ringan dengan tiga tipe rangka dan panjang bentang 10 m. Ketiga tipe tersebut adalah Fink, Howe dan Cremona. Perencanaan batang tarik, tekan dan sambungan sesuai SNI 7971:2013, serta menganalisis berat total struktur dan lendutan yang terjadi. Hasil perencanaan tersebut, diperoleh desain profil untuk batang bawah adalah l C81.72 (tebal 0,7 mm), batang Diagonal dan Vertikal Web C81.100 (tebal 1 mm) dan batang atas C100.100 (tebal 1 mm). Sambungan menggunakan sekrup SDS (self drilling screw) 12-14x20 dengan df = 5,3 mm. Perbandingan berat total tipe Fink : Howe : Cremona yaitu 58,91 kg : 59,26 kg : 75,93 kg dan besar lendutan yang terjadi tipe Fink : Howe : Cremona yaitu 12,8 mm : 13,5 mm : 25 mm. Di peroleh kesimpulan tipe Fink adalah yang paling efektif dibanding tipe Howe dan tipe Cremona. Kata kunci: Batang tarik, Batang tekan, lendutan, sambungan
Analisis Respon Struktur dan Level Kinerja Bangunan Pasca Gempa Pada Gedung Hotel Biliton Heri Istiono; Habib Nocky Dwi Misbah Prasetyo
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meminimalkan korban jiwa akibat tertimpa runtuhan bangunan saat gempa adalah dengan melakukan analisis respon struktur bangunan saat bangunan diguncang gempa, yang mana hal tersebut diatur dalam SNI 1726 – 2012 yang menjelaskan syarat – syarat dan batasan – batasan pada bangunan saat terjadi gempa bumi. Selain hal tersebut juga harus dilakukan perencanaan level kinerja pada bangunan setelah diguncang gempa, yang mana hal tersebut diatur pada FEMA 356. Pada penelitian kali ini dilakukan pada gedung Hotel Biliton Di Yogyakarta dengan menggunakan 2 metode pembeban gempa. Metode ke-1 menggunakan metode respon spectrum untuk melakukan analisis perilaku struktur setelah diberikan beban gempa. Metode ke-2 menggunakan metode analisis psuhover 2 dimensi untuk menentukan level kinerja bangunan setelah diguncang gempa. Untuk metode ke-1 diperoleh periode getar sebesar 1,52 s , displacement arah X sebesar 34,62 mm dan displacement arah Y sebesar 40,813 mm. Untuk metode ke-2 diperoleh level kinerja untuk beban gempa arah X adalah Immediate Occupancei dan level kinerja untuk beban gempa arah Y adalah Life Safety.
Analisis Perhitungan Struktur Bangunan Tahan Gempa dengan Kolam Renang Berdasarkan SNI 1726:2019 Heri Istiono; Letisia Khoe
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.379 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i2.1424

Abstract

The needs of Indonesian people for places to live and work keeps increasing along with the improvement of its population growth. Unfortunately, the areas for developing buildings get decreasing. One of solution for overcoming this problem is by conducting vertical development such as building an apartment. Many apartments with various innovations have been developed by developers to attract consumers such as the existence of swimming pool on the top of building. However, this sort of vertical development plan is very prone to earthquake as Indonesia has high potential of it. This research analyzed the structural behavior of buildings with and without swimming pool. In addition, it analyzed the need of reinforcement for apartment building structure with swimming pool on the top of building toward the seismic load based on SNI 1726:2019. The analysis of seismic load employed spectrum response method. Meanwhile, the need of reinforcement was analyzed based on the plan of dual system by combining Special Moment Resisting Frame System and Special Structural Wall System. The control upon the structural behavior involved the provision of greater drift and period of building structure with swimming pool than without it. The results of research demonstrated that the need of reinforcement for both floor plate thicknesses was Ø10-100. The needs of beam reinforcement in the dimension 350/500 were 5D19 for pedestal area and 3D19 for ground area. Besides, column 750/750 required reinforcement 28D32, whereas the area of beam-column connections necessitated reinforcement 3 feet Ø16-100. The shear wall in 350 mm thick needed 2 rows reinforcement of 28D36. The wall of swimming pool planned in 150 mm thick required reinforcement Ø10-100. Furthermore, the plate for swimming pool base in 200 mm thick demanded reinforcement of Ø10-50 for pedestal area and Ø10-100 for ground area.
Upper Structure of Precast Concretes Comparison: PC-I and PC-U in West Outer Ring Road, Surabaya Jaka Propika; Yanisfa Septiarsilia; Eka Susanti; Heri Istiono
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Litbang Pemas - Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v7i2.882

Abstract

Increasing of motorcycle numbers in big cities in Indonesia, especially in Surabaya. The traffic becomes crowded and road capacity is exceeded. Because of the increasing of motorcycle volume, especially in western part of Surabaya, the government built a flyover in west outer ring road to provide solution to congestion in Surabaya. This study aimed to determine the comparation between PC-I girder and PC-U girder used. In west outer ring road, the method was used to calculate prestressed beam was fully prestressed. The researcher reviewed the prestressed beam from behavior, reaction, and impact to the all of bridge structures from structure. The Software SAP 2000 V.14.2.5 is used to structure calculation analysis. According to analysis result, the calculation has been carried out, the difference ratio of the bridge floor slabs was studied. Flyover model with PC-U prestressed beam had smaller ratio than PC-I. The comparison of strand used in PC-U beams was more than PC-I with 42.22%. The maximum moment value was occurred in PC-I girder beam was 1541.979 Tons.meter and PC-U girder was 2252.599 Tons.meter. The strand requirements and cross area section was comparised too.
Evaluasi Kinerja Dan Kapasitas Struktur Castellated Beam Hotel Nukila Ternate & Analisis Pushover Mengacu SNI: 1729-2020 Heri Istiono; Dwi Cahyani Putri
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2022.v3i2.3456

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berpotensi mengalami gempa, untuk pembangunan hotel ini diperlukan perencanaan struktur yang kuat dan ekonomis. Material baja adalah salah satu bahan konstruksi yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan material konstruksi lainnya, struktur baja castellated beam menjadi pilihan untuk membangun Hotel Nukila. Pada tahun 2019 telah terjadi Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Kota Ternate. Pada saat proses pembangunan hotel ini, telah terjadi torsi ketika dilakukan erection. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi pada perencanaan struktur yaitu berupa evaluasi kinerja dan kapasitas struktur dengan menggunakan metode statistik non-linier. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa kontrol perilaku struktur didapatkan nilai partisi massa 93,80% pada sumbu X dan 92,80% yaitu pada sumbu Y, pada modal ke 14. Pada sumbu X dapat menahan gaya geser dasar sebesar 73,15% dan 72,59%, untuk sumbu Y. Untuk semua struktur castellated beam termasuk kedalam penampang kompak sehingga kekuatan rencana pada balok mampu menahan kekuatan geser ultimate sebesar 114240 Kolom komposite juga termasuk kedalam penampang kompak dan kekuatan rencana kolom didaptkan 9832,84 kN yang artinya mampu menahan kuat tekan aksial sebesar 9809,28 kN. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa kinerja dari struktur bangunan tersebut termasuk kedalam kategori Immediate Occupancy untuk sumbu X dan Life Safety untuk sumbu Y.
Kinerja Struktur Gedung Baja Tahan Gempa Menggunakan Analisis Pushover Pada Gedung Office Momen Surabaya Fajar Agung Nugraha; Dewi Pertiwi; Eka Susanti; Jaka Propika; Heri Istiono
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah tempat pertemuan lempeng pasifik, Eurasia dan IndoAustralia. Maka kasus gempa yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia harus diantisipasi secara serius yaitu dengan merencanakan gedung tahan terhadap gempa. Analisis Pushover adalah analisis nonlinier pada metode analisis gedung tahan gempa yang digunakan untuk mengetahui perilaku struktur yang runtuh saat elastis, plastis sampai keruntuhan struktur dan hasilnya dipakai menetukan level kinerja. Studi kasus menggunakan gedung “Office Momen Surabaya” yaitu gedung baja 10 lantai dengan sistem SRPMK yang direncanakan tahun 2015 akan dievaluasi kinerja struktur memakai metode pushover dan peraturan gempa SNI 1726 : 2019 dengan program SAP2000. Dari hasil analisis pushover didapat simpangan rasio dengan nilai total drift arah x 0,0062, y = 0,0051, nilai in-elastic drift arah x = 0,0042, y = 0,0031, maka gedung dikategorikan kinerja (SP-1) Immediate Ocupancy, serta daktilitas aktual arah x =  3,10  dan y = 2,61 dengan faktor R aktual arah x = 9,3 dan y = 7,8 yang memenuhi faktor R rencana = 8. Maka gedung masih dalam kondisi aman apabila gempa terjadi.
Studi Keruntuhan dan Kinerja Struktur Jembatan Rangka Baja Tipe Pratt Heri Istiono; Agnes Nurul Aini
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keruntuhan jembatan di Indonesia sering terjadi, hal tersebut dikarenakan bisa menimbulkan korban serta kerugian finansial. Salah satu penyebab keruntuhan struktur jembatan adalah dilewati oleh beban yang berlebihan. Maka dari itu diperlukan pemeliharaan jembatan dan mengetahui mekanisme keruntuhan yang terjadi untuk meminimalisir terjadinya keruntuhan jembatan. Dalam Analisa ini diberi pola beban vertical static secara bertahap pada struktur dan ditingkatkan factor pengali sampai target perpindahan vertical dari titik acu. Hasil studi ini menunjukkan bahwa model jembatan rangka baja tipe pratt kegagalan terjadi pada batang bawah tengah jembatan dengan nilai daktilitas aktual sudah memenuhi perstaratan SNI 2833-2016 tentang perencanaan jembatan terhadap beban gempa.
Evaluasi Struktur Gedung Hotel Swiss-Belhotel Darmo Surabaya Menggunakan Analisis Pushover Berdasarkan SNI 1726-2019 Heri Istiono; Yanisfa Septiarsilia; Dita Kamarul Fitriyah; Indra Komara; Felicia Tria Nuciferani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4533

Abstract

Earthquake-resistant buildings are mandatory in Indonesia because of its high level of earthquake vulnerability. For this reason, the Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya as a reference for evaluation, the researcher employed SNI 1726-2019 regarding the procedures to plan earthquake resistance for building and non-building structures. This regulation is widely used currently for planning the structure of buildings to substitute SNI 1726-2012 buildings. Pushover analysis is implemented to evaluate the structure to get the curves of pushover capacity, performance level, and displacement target based on FEMA 356 as well as the ductility occurring in the building structure. The evaluation results demonstrated that the mass participation in the 7th capital, the base shears of ɲx and ɲy were greater than 1, and thus, they have met the requirements. The Story drift did not meet the requirements because its value exceeded the permit limit. Shearwall's contribution fulfilled the requirement of more than 25%. Meanwhile, the control of time history obtained the basic shear results satisfying the requirements for all seismic forces, but the story drift value dissatisfied the requirements because it exceeded the permissible limit for Y seismic force and Y direction. The results of the pushover analysis yielded a drift ratio value of 0.01. Hence, according to FEMA 356, the level of performance was immediate occupancy.
Pemanfaatan Abu Kayu dan Fly Ash sebagai Material Pengganti Sebagian Semen Eka Susanti; Dewi Kusumaningrum; Jaka Propika; Heri Istiono; Primario Jatupasha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4563

Abstract

Penggantian sebagian semen sebagai bahan pembentuk beton, sedang dikembangkan. Hal itu untuk mengurangi efek negatif terhadap lingkungan. Fokus penelitian ini adalah memanfaatkan limbah abu kayu dan fly ash sebagai material pengganti sebagian semen. Untuk tujuan ini, campuran beton yang berbeda dirancang dengan prosentase penggunaan abu kayu 5% dan variasi campuran fly ash 5%, 10%, dan 20%. Benda uji ini menggunakan mortar berukuran 5×5×5 cm sebanyak 54 buah dengan waktu pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasul pengujian pendahuluan menunjukkan penggunaan abu kayu 5% memiliki nilai kuat tekan mortar tertinggi, hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu. Hasil pengujian setting time untuk semua sample mortar beton dengan abu kayu dan variasi prosentase fly ash telah memenuhi standart waktu pengikatan semen. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa semakin banyak prosentase fly ash yang ditambahkan pada mortar abu kayu 5%, maka semakin  tinggi kuat tekannya.
Evaluasi Perilaku dan Kinerja Struktur Gedung Pelayanan Medis Rumah Sakit RKZ Surabaya Dengan SNI 1726:2019 heri istiono; Madaret Rifqi Dzakwan
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.03.7

Abstract

Updating regulations from SNI 1726 – 2012 to SNI 1726 – 2019 allows evaluation of the behavior and performance of building structures to reduce the risks posed by earthquakes. This is necessary because in SNI 1726-2019 there is an additional long period in the spectrum response so it is necessary to evaluate it to ensure that the building structure whose behavior still meets the requirements in the regulation. The method used in this study was the pushover analysis method. This study evaluates the St. Catholic Hospital Medical Services building. Vincent a. Paul (RKZ) Surabaya. This study discusses building analysis based on SNI 1726 - 2019 to determine the behavior and performance of structures. The results of this study indicate that the behavior of the structure which includes the time period, base shear force, drift ratio, dual system control meets the requirements in accordance with SNI 1726-2019. This performance level is included in the LS (Life Safety) category.