Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN PANGAN FUNGSIONAL LOKAL SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI TENTANG GIZI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLO Darmin Darmin; Nur Faujiah; Arini Arini; Rhosmiati Rhosmiati; Eka Puji Lestari; M. Noris
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i2.4209

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Bima. Rendahnya pengetahuan ibu tentang pola makan sehat menjadi salah satu faktor penyebab utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita terkait bahaya stunting serta memperkenalkan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan fungsional lokal berupa puding ubi ungu. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kolo melalui tahapan persiapan, survei, penyuluhan, pengukuran antropometri, dan pemberian PMT. Sebanyak 49 ibu mengikuti penyuluhan, dan 33 balita menerima PMT. Metode edukasi yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif mengenai stunting, pemberian materi gizi, serta pelatihan pengolahan makanan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang. PMT yang diberikan diterima dengan baik oleh balita dan terbukti memiliki manfaat dalam mendukung pertumbuhan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kombinasi penyuluhan gizi dan inovasi PMT berbasis pangan lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Pelatihan Uji Kandungan Boraks Pada Mahasiswa Gizi Universitas Muhammadiyah Bima Terhadap Pangan Lokal “Kue Kering, Ikan Segar, Ikan Asin, dan Kulit Lumpia” M Noris; Nur Husnul Khatimah; Juhriati; Zuarda Jumainap Rumjani; Arini Arini
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks adalah senyawa kimia turunan dari logam berat Boron (B) yang umumnya digunakan sebagai antiseptik dan pembunuh bakteri. Bentuk boraks seperti kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Tujuan Penelitian ini  ada;ah untuk mengetahui kandungan boraks pada makanan local yang terdapat pada kue kering, ikan segar, ikan asin, dan kulit lumpia. Metode penelitian berupa eksperimen deskriptif dengan menggunakan pendekatan pelatihan sistematis. Subjek penelitian terdiri dari 86 mahasiswa prodi gizi, universitas Muhammadiyah bima. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melakukan deteksi kandungan boraks pada pangan local. Hasil praktikum menunjukkan bahwa Ikan asin pasar kecapi (IAPK) Tinggi kandungan boraks dan Lumpia tukang sayur ) LTS menunjukkan sedikit mengandung boraks. Sedangkan kue kering (KK) dan ikan segar (IS) tidak terdeteksi adanya boraks. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dan komperehensif dengan menggunakan reagen yang dapat mendeteksi adanya kandungan boraks. Penggunaan kunyit hanya sebagai bioindilator awal untuk mendeteksi adanya kandungan boraks secara sederhana
Analisis Kandungan Boraks Pada Makanan Dengan Menggunakan  Ekstra Air Kunyit Eka Puzi Lestari; Lathifah Lathifah; Mastorat; M Noris; Arini Arini
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, industri pangan di Indonesia telah berkembang sangat pesat, ditandai dengan banyaknya industri kecil maupun besar memproduksi berbagai macam makanan, sehingga banyak pedagang menggunakan bahan-bahan adiktif yang relatif murah seperti boraks. Penggunaan boraks pada makanan memerlukan perhatian serius oleh berbagai pihak karena memiliki dampak negatif bagi Kesehatan. Metode Penelitian ini menggunakan Metode desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan boraks dalam berbagai sampel makanan seperti nugget, sosis, dadar gulung dan bolu kukus, dengan menggunkan ekstrak air kunyit sebagai indikator. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat sampel makanan yang diuji, dua sampel (nugget dan sosis) positif mengandung boraks, sementara dua sampel lainnya (dadar gulung dan bolu kukus) tidak mengandung boraks. Penemuan ini menggaris bawahi pentingnya kesadaran akan penggunaan bahan tambahan yang berbahaya dalam makanan. Konsumen perlu lebih waspada dan industri makanan harus mematuhi regulasi kesehatan untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat.