Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Promotif dan Preventif Dalam Penanggulangan Penyebaran dan Penyalahgunaan Narkoba Secara Represif dan Manusiawi Jukarnain; Suaib; Mukriani; Andi Kamal M. Sallo; M. Khalid Fredy Saputra; Rahmat Pannyiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2481

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan keamanan negara. Penanggulangan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara represif, tetapi perlu pendekatan promotif dan preventif yang lebih manusiawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan metode yang efektif dalam upaya penanggulangan penyebaran narkoba dengan pendekatan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam kepada beberapa narasumber dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan promotif dan preventif yang dilakukan secara terintegrasi melalui edukasi, sosialisasi, rehabilitasi, dan penguatan komunitas memberikan hasil yang lebih signifikan dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba dibandingkan dengan penindakan hukum semata. Penanggulangan secara manusiawi, seperti rehabilitasi dibandingkan kriminalisasi pengguna, dinilai lebih efektif dalam jangka panjang.
Perilaku Merokok pada Pengunjung Warkop (Warung Kopi) terhadap Level Pengetahuan dan Sikap Sebagai Penikmat Kopi Rahmat Pannyiwi; Achmad Hilal; Yona Sahalessy; Tri Wahyuni; M. Khalid Fredy Saputra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2489

Abstract

Warung kopi (warkop) menjadi tempat yang sering dikunjungi masyarakat untuk bersosialisasi sambil menikmati kopi. Namun, perilaku merokok di warkop menjadi kebiasaan yang masih sulit dihindari oleh sebagian besar pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan level pengetahuan dan sikap pengunjung sebagai penikmat kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel terdiri dari 100 pengunjung warkop di kota X yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dengan pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kesehatan. Mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang namun tetap melakukan perilaku merokok di warkop. Disarankan adanya edukasi lebih lanjut dan pembatasan area merokok di warkop.
Effectiveness of Simulating Magnetotransfer Therapy in Reducing the Severity of Depression in Post Stroke Patients Lela Nurlela; Susanto; Hardianti; Satria Eureka Nurseskasatmata; Nur Syamsi Norma Lalla; M. Khalid Fredy Saputra
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5642

Abstract

Background: Stroke is an acute neurovascular disorder that causes long-term limitations to daily living activities and death throughout the world, causing sufferers to experience motor and cognitive impairment. Until now, patients suffering from brain injuries require Transcranial Magnetic Stimulation with a method that non-invasively stimulates and studies the cerebral cortex which is large enough to produce the release of action potentials. Objective: The aim of the research is to determine the effect of providing transmagnetic stimulation therapy on improving post-stroke depression. Method: This research design uses a Nonequivalent control group design, where there are 2 groups, namely a control group and an intervention group, each group is measured 2 times, then the level of improvement in depression is assessed using the Hamilton depression rating scale score. Results: The results obtained for the control group were 0.302 > 0.05 and the significant value for the intervention group was 0.000 < 0.05. Conclusion: it can be concluded that there is a significant difference between the average post test score of the control group and the average post test score of the intervention group.
Pengaruh Edukasi Farmasi terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yunisa Friscia Yusri; Rika Silvany; Dyah Vierdiana; Dyah Tri Handini; M. Khalid Fredy Saputra; Surya Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3964

Abstract

Pendidikan dan pendampingan farmasi merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien dengan penyakit kronis, termasuk Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2). Ketidakpatuhan minum obat masih menjadi tantangan besar dalam upaya pengelolaan DMT2, yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi dan rendahnya kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi farmasi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DMT2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan pasien DMT2 yang menerima intervensi edukasi farmasi terkait cara penggunaan obat, pentingnya keteraturan terapi, serta pemahaman mengenai risiko komplikasi. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner kepatuhan terapi dan dianalisis untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi farmasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien. Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi obat, jadwal konsumsi, dan konsekuensi ketidakpatuhan. Selain itu, adanya interaksi langsung dengan tenaga farmasi membantu mengurangi kebingungan pasien mengenai dosis dan efek samping obat. Temuan ini menegaskan pentingnya peran apoteker dalam memberikan edukasi berkelanjutan sebagai bagian integral dari manajemen terapi DMT2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengembangkan program edukasi farmasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi obat.