Arwila, Arwila
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mengembangkan Empati dan Karakter Kewarganegaraan Melalui Literasi Cerita Rakyat Nusantara di Sekolah Dasar Arwila, Arwila; Siregar, Suci Ramadhani; Ginting, Sinthya Wardhani; Lubis, Adhaniha Karimah; Aulia, Rahma
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10105

Abstract

Arus modernisasi dan globalisasi mengancam jati diri bangsa Indonesia serta pewarisan nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran literasi cerita rakyat Nusantara dalam menumbuhkan empati serta memperkuat karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber relevan untuk memahami fenomena sosial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki potensi besar sebagai media penanaman nilai moral dan sosial budaya, yang esensial bagi pembentukan empati dan karakter kewarganegaraan. Rendahnya literasi budaya berkorelasi dengan lemahnya toleransi dan empati sosial, sementara integrasi cerita rakyat melalui komik, bercerita, dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi solusi efektif. Lingkungan keluarga juga krusial dalam mendukung proses ini. Literasi cerita rakyat Nusantara adalah sumber daya berharga yang perlu dioptimalkan untuk membentuk empati dan karakter kewarganegaraan siswa
Efektivitas Penggunaan Educaplay dalam Pembelajaran Question Words (What, Where, When, Who, Why, How) pada Siswa Sekolah Dasar Fadilah, Deswita; Arwila, Arwila; Saragih, Agnes Paska Dewita; Claudia, Abellia Dwi; Ramadani, Nanda
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan Educaplay dalam mengajarkan Question Words (What, Where, When, Who, Why, How) kepada siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 24 siswa di SD Negeri 064976 Medan. Pada tahap awal, pembelajaran dilakukan secara konvensional, kemudian dilanjutkan dengan penerapan permainan interaktif melalui Educaplay. Data diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Educaplay secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap Question Words dibandingkan metode pembelajaran tradisional. Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi, dan perbedaan ini terbukti signifikan secara statistik pada taraf 18%. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi dapat memperkuat efektivitas pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam aspek Question Words. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru mulai memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Mengembangkan Empati dan Karakter Kewarganegaraan Melalui Literasi Cerita Rakyat Nusantara di Sekolah Dasar Arwila, Arwila; Siregar, Suci Ramadhani; Ginting, Sinthya Wardhani; Lubis, Adhaniha Karimah; Aulia, Rahma
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10105

Abstract

Arus modernisasi dan globalisasi mengancam jati diri bangsa Indonesia serta pewarisan nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran literasi cerita rakyat Nusantara dalam menumbuhkan empati serta memperkuat karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber relevan untuk memahami fenomena sosial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki potensi besar sebagai media penanaman nilai moral dan sosial budaya, yang esensial bagi pembentukan empati dan karakter kewarganegaraan. Rendahnya literasi budaya berkorelasi dengan lemahnya toleransi dan empati sosial, sementara integrasi cerita rakyat melalui komik, bercerita, dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi solusi efektif. Lingkungan keluarga juga krusial dalam mendukung proses ini. Literasi cerita rakyat Nusantara adalah sumber daya berharga yang perlu dioptimalkan untuk membentuk empati dan karakter kewarganegaraan siswa
Efektivitas Penggunaan Educaplay dalam Pembelajaran Question Words (What, Where, When, Who, Why, How) pada Siswa Sekolah Dasar Fadilah, Deswita; Arwila, Arwila; Saragih, Agnes Paska Dewita; Claudia, Abellia Dwi; Ramadani, Nanda
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan Educaplay dalam mengajarkan Question Words (What, Where, When, Who, Why, How) kepada siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 24 siswa di SD Negeri 064976 Medan. Pada tahap awal, pembelajaran dilakukan secara konvensional, kemudian dilanjutkan dengan penerapan permainan interaktif melalui Educaplay. Data diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Educaplay secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap Question Words dibandingkan metode pembelajaran tradisional. Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi, dan perbedaan ini terbukti signifikan secara statistik pada taraf 18%. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi dapat memperkuat efektivitas pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam aspek Question Words. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru mulai memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
IMPROVING SPATIAL UNDERSTANDING USING BILINGUAL PHRASES DESCRIBING POSITION IN ELEMENTARY CLASSROOM ACTIVITIESNALISIS Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br; Ginting, Sinthya Wardhani; Aulia, Rahma; Arwila, Arwila; Maharaja, Wina Yunita; Utami, Tri Setia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8207

Abstract

ABSTRACT Spatial understanding is an important component in early cognitive development and plays a major role in mathematical reasoning, problem solving, and everyday navigation. This study aims to examine the contribution of bilingual spatial phrases such as di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, and di belakang / behind in improving the spatial understanding of elementary school students. The method used is a literature review by synthesizing journal articles and scientific books published in the last five to ten years that are relevant to spatial language, bilingual scaffolding, and classroom learning strategies. The synthesis results indicate that explicit exposure to spatial language strengthens children's mental representation of object positional relationships, while the use of bilingual phrases further enhances understanding through the process of mapping concepts from the first language to the target language. Interactive learning activities such as direction games, object arrangement, map tasks, and digital games can improve spatial vocabulary, reasoning skills, and student engagement in learning. In addition, the use of bilingual spatial language creates an inclusive learning environment, increases confidence, and encourages active participation, especially for students with limited English skills. Thus, the integration of bilingual spatial phrases is an effective pedagogical approach that supports the cognitive, linguistic, and academic development of elementary school students. This study recommends the systematic application of multimodal and bilingual learning strategies in early learning to optimize the development of spatial understanding. ABSTRAK Pemahaman spasial merupakan komponen penting dalam perkembangan kognitif awal dan berperan besar dalam kemampuan penalaran matematika, pemecahan masalah, serta navigasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi frasa spasial bilingual seperti di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, dan di belakang / behind dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mensintesis artikel jurnal dan buku ilmiah terbitan lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan bahasa spasial, scaffolding bilingual, dan strategi pembelajaran di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa paparan eksplisit terhadap bahasa spasial memperkuat representasi mental hubungan posisi objek pada anak, sementara penggunaan frasa bilingual semakin meningkatkan pemahaman melalui proses pemetaan konsep dari bahasa pertama ke bahasa sasaran. Aktivitas pembelajaran interaktif seperti permainan arah, penataan objek, tugas peta, dan permainan digital mampu meningkatkan kosakata spasial, kemampuan penalaran, serta keterlibatan belajar siswa. Selain itu, penggunaan bahasa spasial bilingual menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Dengan demikian, integrasi frasa spasial bilingual merupakan pendekatan pedagogis efektif yang mendukung perkembangan kognitif, linguistik, dan akademik siswa sekolah dasar. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran multimodal dan bilingual secara sistematis dalam pembelajaran awal untuk mengoptimalkan perkembangan pemahaman spasial.