Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SD MENGENAI MATERI PREPOSITION OF PLACE MELALUI MEDIA KONVENSIONAL DAN WORDWALL Simamora, Najwa Fasya; Nafadilla, Nafadilla; Ginting, Sinthya Wardhani; Tamba, Sarah Artamevia; Ramadani, Nanda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5487

Abstract

ABSTRACT English proficiency as a global language is an important skill that must be instilled since the primary education level. However, English learning at the elementary school level experiences various obstacles, especially in terms of utilizing teaching media that can attract students' interest, such as in the Preposition of place material. This research was conducted for the purpose of comparing the effectiveness of using conventional media with Wordwall media in maximizing students' understanding of the material. This research was conducted in the form of Classroom Action Research at SDN 060843 Medan City for two cycles with a qualitative descriptive approach. In the first cycle, teaching was conducted using traditional methods such as lectures and the use of a blackboard. While in the second cycle, Wordwall media was used which was interactive and based on educational games. The results obtained showed that in the first cycle, students were less active and their understanding of the material was still low. In contrast, in the second cycle there was an increase in participation, enthusiasm for learning, and understanding of the material provided in learning. The following findings indicate that the use of Wordwall media provides more positive results than conventional methods in learning Preposition of place. Thus, it can be summarized that the integration of interactive digital media such as Wordwall greatly supports the development of the quality of English learning at the primary school level and is a solution to the challenges of education in the digital era. ABSTRAK Kemahiran Bahasa Inggris sebagai bahasa global menjadi beberapa keterampilan penting yang harus ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar. Meski demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar mengalami berbagai hambatan, terutama dalam hal pemanfaatan media pengajaran yang sanggup menarik ketertarikan siswa, seperti pada materi Preposition of place. Riset ini dilakukan untuk tujuan membandingkan efektivitas pemakaian media konvensional dengan media Wordwall dalam memaksimalkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Riset ini dilakukan dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas di SDN 060843 Kota Medan selama dua siklus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada siklus pertama, pengajaran dilakukan dengan metode tradisional seperti ceramah dan penggunaan papan tulis. Sedangkan pada siklus kedua, digunakan media Wordwall yang berbentuk interaktif dan berbasis permainan edukatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada siklus pertama, siswa terlihat kurang aktif dan pemahaman terhadap materi masih rendah. Sebaliknya, pada siklus kedua terjadi peningkatan partisipasi, semangat belajar, serta memahami materi yang diberikan dalam pembelajaran. Temuan berikut ini mengindikasikan bahwa penggunaan media Wordwall memberikan hasil yang lebih positif dibandingkan metode konvensional dalam pembelajaran Preposition of place. Dengan begitu, dapat dirangkum bahwa integrasi media digital interaktif seperti Wordwall sangat mendukung pengembangan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar dan menjadi solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital.
Mengembangkan Empati dan Karakter Kewarganegaraan Melalui Literasi Cerita Rakyat Nusantara di Sekolah Dasar Arwila, Arwila; Siregar, Suci Ramadhani; Ginting, Sinthya Wardhani; Lubis, Adhaniha Karimah; Aulia, Rahma
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10105

Abstract

Arus modernisasi dan globalisasi mengancam jati diri bangsa Indonesia serta pewarisan nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran literasi cerita rakyat Nusantara dalam menumbuhkan empati serta memperkuat karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber relevan untuk memahami fenomena sosial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki potensi besar sebagai media penanaman nilai moral dan sosial budaya, yang esensial bagi pembentukan empati dan karakter kewarganegaraan. Rendahnya literasi budaya berkorelasi dengan lemahnya toleransi dan empati sosial, sementara integrasi cerita rakyat melalui komik, bercerita, dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi solusi efektif. Lingkungan keluarga juga krusial dalam mendukung proses ini. Literasi cerita rakyat Nusantara adalah sumber daya berharga yang perlu dioptimalkan untuk membentuk empati dan karakter kewarganegaraan siswa
Mengembangkan Empati dan Karakter Kewarganegaraan Melalui Literasi Cerita Rakyat Nusantara di Sekolah Dasar Arwila, Arwila; Siregar, Suci Ramadhani; Ginting, Sinthya Wardhani; Lubis, Adhaniha Karimah; Aulia, Rahma
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10105

Abstract

Arus modernisasi dan globalisasi mengancam jati diri bangsa Indonesia serta pewarisan nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran literasi cerita rakyat Nusantara dalam menumbuhkan empati serta memperkuat karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber relevan untuk memahami fenomena sosial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat memiliki potensi besar sebagai media penanaman nilai moral dan sosial budaya, yang esensial bagi pembentukan empati dan karakter kewarganegaraan. Rendahnya literasi budaya berkorelasi dengan lemahnya toleransi dan empati sosial, sementara integrasi cerita rakyat melalui komik, bercerita, dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi solusi efektif. Lingkungan keluarga juga krusial dalam mendukung proses ini. Literasi cerita rakyat Nusantara adalah sumber daya berharga yang perlu dioptimalkan untuk membentuk empati dan karakter kewarganegaraan siswa
Mengukur Perbedaan Tingkat Kesabaran Siswa Kelas V SD di Lingkungan Sekolah Berbeda Nadia, Sarah; Oktania, Saiba; Ginting, Sinthya Wardhani; Claudia, Abellia Dwi; Dalimunthe, Abdu Rohim Ilhami; Siregar, Hapni Laila
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesabaran siswa kelas V di tiga sekolah dasar yang berbeda menggunakan angket skala Likert. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kesabaran siswa secara keseluruhan berada pada kategori "Baik" dengan rata-rata persentase 76,31%. Secara rinci, SD Addini memiliki persentase tertinggi (79,80%), diikuti SDN 106161 Laut Dendang (75,67%), dan SDS Nahdlatul Ulama (72,87%). Kesabaran siswa diukur melalui indikator seperti kemampuan menahan emosi, menunda kepuasan, dan ketekunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lingkungan sekolah, pembiasaan religius, dan metode pengajaran berpengaruh signifikan terhadap sikap sabar siswa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan karakter untuk melatih pengendalian diri dan regulasi emosi, yang merupakan bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan hidup.
IMPROVING SPATIAL UNDERSTANDING USING BILINGUAL PHRASES DESCRIBING POSITION IN ELEMENTARY CLASSROOM ACTIVITIESNALISIS Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br; Ginting, Sinthya Wardhani; Aulia, Rahma; Arwila, Arwila; Maharaja, Wina Yunita; Utami, Tri Setia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8207

Abstract

ABSTRACT Spatial understanding is an important component in early cognitive development and plays a major role in mathematical reasoning, problem solving, and everyday navigation. This study aims to examine the contribution of bilingual spatial phrases such as di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, and di belakang / behind in improving the spatial understanding of elementary school students. The method used is a literature review by synthesizing journal articles and scientific books published in the last five to ten years that are relevant to spatial language, bilingual scaffolding, and classroom learning strategies. The synthesis results indicate that explicit exposure to spatial language strengthens children's mental representation of object positional relationships, while the use of bilingual phrases further enhances understanding through the process of mapping concepts from the first language to the target language. Interactive learning activities such as direction games, object arrangement, map tasks, and digital games can improve spatial vocabulary, reasoning skills, and student engagement in learning. In addition, the use of bilingual spatial language creates an inclusive learning environment, increases confidence, and encourages active participation, especially for students with limited English skills. Thus, the integration of bilingual spatial phrases is an effective pedagogical approach that supports the cognitive, linguistic, and academic development of elementary school students. This study recommends the systematic application of multimodal and bilingual learning strategies in early learning to optimize the development of spatial understanding. ABSTRAK Pemahaman spasial merupakan komponen penting dalam perkembangan kognitif awal dan berperan besar dalam kemampuan penalaran matematika, pemecahan masalah, serta navigasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi frasa spasial bilingual seperti di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, dan di belakang / behind dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mensintesis artikel jurnal dan buku ilmiah terbitan lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan bahasa spasial, scaffolding bilingual, dan strategi pembelajaran di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa paparan eksplisit terhadap bahasa spasial memperkuat representasi mental hubungan posisi objek pada anak, sementara penggunaan frasa bilingual semakin meningkatkan pemahaman melalui proses pemetaan konsep dari bahasa pertama ke bahasa sasaran. Aktivitas pembelajaran interaktif seperti permainan arah, penataan objek, tugas peta, dan permainan digital mampu meningkatkan kosakata spasial, kemampuan penalaran, serta keterlibatan belajar siswa. Selain itu, penggunaan bahasa spasial bilingual menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Dengan demikian, integrasi frasa spasial bilingual merupakan pendekatan pedagogis efektif yang mendukung perkembangan kognitif, linguistik, dan akademik siswa sekolah dasar. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran multimodal dan bilingual secara sistematis dalam pembelajaran awal untuk mengoptimalkan perkembangan pemahaman spasial.