Maharaja, Wina Yunita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Video Animasi sebagai Solusi Inovatif dalam Pembelajaran To Be bagi Siswa Sekolah Dasar Siregar, Suci Khairani; Panjaitan, Kezia Romasta; Maharaja, Wina Yunita; Aulia, Rahma; Ramadani, Nanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29200

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan video animasi sebagai alat inovatif dalam mengajarkan kata kerja to be (am, is, are) kepada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif di SD Negeri 064976 Medan dengan melibatkan 20 siswa kelas tiga. Sebelum pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan menggunakan to be dalam kalimat sederhana berbahasa Inggris. Setelah menyaksikan video animasi yang dirancang dengan konteks dan karakter yang sesuai usia, siswa mengikuti diskusi dan latihan menyusun kalimat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa dengan ketuntasan yang meningkat dari 40% menjadi 80%. Siswa juga menjadi lebih aktif, percaya diri, dan tertarik menggunakan bahasa Inggris. Kombinasi visual, narasi, dan situasi yang relevan menjadikan konsep tata bahasa yang abstrak lebih mudah dipahami. Studi ini menegaskan bahwa video animasi dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif serta mendukung prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
Literature Study on the Role of Physical Education in Improving Student Discipline Simamora, Najwa Fasya; Aulia, Dwi Nissa; Br. Karo Sekali, Putri Maharani; Maharaja, Wina Yunita
SPORT-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 5, No 2 (2024): SPORT-MU: JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v5i2.22636133

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi pendidikan jasmani (PJOK) dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa melalui pendekatan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan menelaah berbagai referensi ilmiah terkini yang relevan dengan praktik pembelajaran PJOK dan penguatan nilai-nilai karakter peserta didik, khususnya disiplin. Teknik analisis yang digunakan adalah telaah isi dari artikel, buku, dan dokumen resmi dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas PJOK yang terencana dan sarat dengan aturan mampu membentuk perilaku disiplin siswa melalui pembiasaan positif, seperti keteraturan waktu, ketaatan pada peraturan, dan tanggung jawab sosial. Guru PJOK memainkan peran sentral sebagai figur pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter melalui keteladanan dan pendekatan pembelajaran aktif. Penerapan metode inovatif, seperti pembelajaran menyenangkan dan pemanfaatan permainan tradisional, dinilai efektif dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung internalisasi nilai disiplin. Simpulan kajian ini menegaskan pentingnya pendidikan jasmani sebagai sarana pembentukan karakter siswa yang komprehensif, serta perlunya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan prosesnya secara berkelanjutan.
IMPROVING SPATIAL UNDERSTANDING USING BILINGUAL PHRASES DESCRIBING POSITION IN ELEMENTARY CLASSROOM ACTIVITIESNALISIS Siregar, Tiarnita Maria Sarjani Br; Ginting, Sinthya Wardhani; Aulia, Rahma; Arwila, Arwila; Maharaja, Wina Yunita; Utami, Tri Setia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.8207

Abstract

ABSTRACT Spatial understanding is an important component in early cognitive development and plays a major role in mathematical reasoning, problem solving, and everyday navigation. This study aims to examine the contribution of bilingual spatial phrases such as di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, and di belakang / behind in improving the spatial understanding of elementary school students. The method used is a literature review by synthesizing journal articles and scientific books published in the last five to ten years that are relevant to spatial language, bilingual scaffolding, and classroom learning strategies. The synthesis results indicate that explicit exposure to spatial language strengthens children's mental representation of object positional relationships, while the use of bilingual phrases further enhances understanding through the process of mapping concepts from the first language to the target language. Interactive learning activities such as direction games, object arrangement, map tasks, and digital games can improve spatial vocabulary, reasoning skills, and student engagement in learning. In addition, the use of bilingual spatial language creates an inclusive learning environment, increases confidence, and encourages active participation, especially for students with limited English skills. Thus, the integration of bilingual spatial phrases is an effective pedagogical approach that supports the cognitive, linguistic, and academic development of elementary school students. This study recommends the systematic application of multimodal and bilingual learning strategies in early learning to optimize the development of spatial understanding. ABSTRAK Pemahaman spasial merupakan komponen penting dalam perkembangan kognitif awal dan berperan besar dalam kemampuan penalaran matematika, pemecahan masalah, serta navigasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi frasa spasial bilingual seperti di depan / in front of, di antara / between, di samping / next to, dan di belakang / behind dalam meningkatkan pemahaman spasial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mensintesis artikel jurnal dan buku ilmiah terbitan lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan bahasa spasial, scaffolding bilingual, dan strategi pembelajaran di kelas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa paparan eksplisit terhadap bahasa spasial memperkuat representasi mental hubungan posisi objek pada anak, sementara penggunaan frasa bilingual semakin meningkatkan pemahaman melalui proses pemetaan konsep dari bahasa pertama ke bahasa sasaran. Aktivitas pembelajaran interaktif seperti permainan arah, penataan objek, tugas peta, dan permainan digital mampu meningkatkan kosakata spasial, kemampuan penalaran, serta keterlibatan belajar siswa. Selain itu, penggunaan bahasa spasial bilingual menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas. Dengan demikian, integrasi frasa spasial bilingual merupakan pendekatan pedagogis efektif yang mendukung perkembangan kognitif, linguistik, dan akademik siswa sekolah dasar. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran multimodal dan bilingual secara sistematis dalam pembelajaran awal untuk mengoptimalkan perkembangan pemahaman spasial.