Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Synergy of Entrepreneurship Education, Family Environment, and Income Expectations: A Key to Shaping Entrepreneurial Attitudes and Intentions Among the Millennial Generation Suprapto Suprapto; Yudhi Herliansyah; Anik Herminingsih; Sri Kaidah
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v20i2.2025.pp376-389

Abstract

The increase in the number of new entrepreneurs has become a crucial strategy in addressing high unemployment rates and accelerating national economic growth. This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, family environment, and income expectations on entrepreneurial intention, while considering the mediating role of entrepreneurial attitude. A quantitative approach was employed using a survey method, involving 412 university students as respondents, with data analyzed through Partial Least Squares (PLS) technique. The results indicate that entrepreneurship education has a direct, positive, and significant effect on shaping students’ entrepreneurial attitudes. Similarly, income expectations significantly contribute to strengthening entrepreneurial attitudes. In contrast, the family environment variable shows no significant relationship with either entrepreneurial attitude or intention. Further findings reveal that entrepreneurial attitude plays a critical mediating role in shaping students’ intentions to start a business. Additionally, both entrepreneurship education and income expectations also exhibit a direct and significant influence on entrepreneurial intention. The novelty of this study lies in mapping the mediating role of entrepreneurial attitude in bridging the relationship between external factors (entrepreneurship education and income expectations) and entrepreneurial intention an area that has not been extensively explored in previous research. The implications of these findings provide a conceptual foundation for higher education institutions in designing more targeted entrepreneurship development strategies.
Model Atman Z-Score untuk memprediksi financial distress dan dampaknya terhadap nilai perusahaan manufaktur Dini Jaya Anggraini; Yudhi Herliansyah
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.363

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan menyajikan model ramalan kebangkrutan perusahaan manufaktur yang telah listing dil BEI dengan menggunakan rumus Altmanl Z-Scorel Tipe 1 (Tipe Orisinil) serta dampaknya terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan dua analaisis yaitu analisis logistik yang mengkombinasikan matrik dan non-matrik pada salah satu variabelnya, kemudian variabel matrik tersebut didummy 0 untuk perusahaan bangkrut dan 1 untuk perusahaan sehat; dan analisis regresi linier berganda, dengan menggunakan data panel. Data panel menggabungkan data time-series dan data data cross-series. Data yang diperoleh yaitu 111 perusahaan manufaktur yang listed dil BEI pada tahunl 2016 – l2019 , menggunakan metodel purposive lsampling, sehingga total data dalam penelitianl ini sebanyak 444. Namun karena adanya outliers yang terjadi, maka peneliti membuang data outliers tersebut. Sehingga jumlah datal yang digunakan adalah 339 data. Hasil dari penelitian inil menunjukkan bahwal dengan menggunakan rumus Altman Z-Score tipe 1, rasio profitabilitas, likuiditas dan leverage tidak dapat digunakan untuk meramal financial distress. Sedangkan financial distress dengan model Altman Z-Score, rasio profitabilitas, rasio likuiditas dan rasio leverage memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur. Dengan demikian kemampuan dalam memprediksi kebangkrutan oleh model Altman Z-Score dapat digunakan untuk memprediksi nilai perusahaan dimata publik.
Pengaruh payables deferral period, inventory conversion period, average collection period, dan cash conversion cycle terhadap profitabilitasperusahaan manufaktur Sarbini Sarbini; Yudhi Herliansyah
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.371

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019 dalam kaitannya dengan payables deferral period, inventory conversion period, average collection period, dan cash conversion cycle. Data sekunder digunakan untuk penelitian ini. Berbagai sumber online, antara lain situs perusahaan, situs emiten, dan laporan tahunan yang dimuat di IDX.co.id, digali untuk mendapatkan informasi. Kami memilih 46 perusahaan unik untuk dianalisis menggunakan campuran sampel acak dan teknik Slovin. Untuk melakukan analisis statistik, kami menggunakan E-Views 10.0. Beberapa faktor ditemukan untuk mempengaruhi profitabilitas. Faktor-faktor ini termasuk lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversi hutang, mengkonversi persediaan, mengumpulkan pembayaran rata-rata, dan mengkonversi uang tunai. siklus pengumpulan data dapat diabaikan. Efisiensi dimana manajemen mengalokasikan modal kerja merupakan indikator kaliber keputusan mereka. Memasukkan kerangka pengambilan keputusan ini memungkinkan bisnis untuk membuat strategi yang meningkatkan hasil bottom-line sambil tetap memenuhi kebutuhan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya