Kota Metro memiliki visi dan misi yaitu menjadikan Kota Metro sebagai kota pendidikan, tetapi berdasarkan data BPS pada tahun 2021 diketahui indikator APS, APK, dan APM Kota Metro untuk jenjang perguruan tinggi memiliki nilai yang rendah yaitu 29,57%, 31,95% dan 27,21%. Rendahnya nilai APS, APK, dan APM dipengerahui oleh banyak variabel baik variabel spasial dan non spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian perguruan tinggi dengan menganalisis hubungan antara variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Data yang digunakan 10 perguruan tinggi dengan data variabel spasial seperti aksesibilitas, jangkuan fasilitas kantor pemertintah, jangkuan fasilitas terminal, jangkuan fasilitas bisnis, jangkuan fasilitas kesehatan. Sedangkan variabel non spasial menggunakan fasilitas, daya minat, dan akreditas perguruan tinggi, dalam mengetahui kesesuaian kelas menggunakan metode buffer dan skoring. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi menggunakan metode regresi dengan melihat nilai korelasi. Hasil penelitian perguruan tinggi di Kota Metro menunjukkan bahwa kelas kesesuaian berdasarkan variabel spasial sebesar 10% sangat tinggi, 50% sedang, dan 40% sangat rendah. Kemudian untuk non spasial terdapat 40% dinyatakan sangat tinggi, 20% sedang, dan 40% sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel non spasial lebih berpengaruh dibandingkan dengan variabel spasial dengan nilai hubungan sebesar 0,46. Varibel non spasial memiliki korelasi hubungan yang cukup signifikan, sedangkan variabel spaisial tdiak cukup siginifikan dalam mempengaruhi minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Kata kunci: variabel spasial, variabel non spasial, perguruan tinggi, kesesuaian