Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KKN MENGAJAR SEBAGAI ALTERNATIF PROGRAM MENINGKATKAN ANTUSIASME BELAJAR ANAK-ANAK KELURAHAN BANJARSARI KECAMATAN METRO UTARA-KOTA METRO-LAMPUNG Alma Primasasti, Gabriella Claudia; Arini, Faras Nur; Maghfiroh, Hani; Aqzela, Araneta; Putri, Ayu Aulia; Rahmadani, Tiara Sekar; Anandatara, Reza; Fridayanto, Syahlan Naufal; Syach Alam, M. At-thariq; Zakaria, La; Setiawan, Eri
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UML

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.992 KB) | DOI: 10.36269/jdn.v1i1.879

Abstract

Abstrak Pada masa pasca pandemi Covid-19 tahun 2022 kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah masih belum maksimal karena adanya pembatasan aktivitas pembelajaran tatap muka, misalnya waktu belajar mengajar yang dipersingkat. Akibatnyaantusias belajar siswa menurun seiring dengan kurangnya interaksi nyata antara guru dan anak didik. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menyusun program mengisi waktu belajar tanpa guru dengan aktivitas belajar-mangajar tatap muka dengan protokol kesehatan maksimal bersama mahasiswa KKN. Kegiatan tersebut dinamakan dengan “KKN Mengajar”. “KKN Mengajar”dimaksudkan untuk membantu siswa Sekolah Dasar (SD) untuk memperoleh ilmu tambahan (bidang Matematika dan Bahasa Inggris) sehingga menimbulkan semangat belajar walaupun adanya pembatasan waktu belajar tatap muka di sekolah bersama guru. Kegiatan ini dilakukan dengan membentuk kelompok belajar bersama anak-anak kelompok usia SD diluar kegiatan belajar di sekolah. Tujuan kegiatan ini adalahmeningkatnyaantusiasme belajar melalui materi belajar Matematika dan Bahasa Inggris selama masa pasca pandemi Covid-19. Kegiatan ini menjadi solusi atas permasalahan melalui metode pembelajaran partisipatif-kolektif. Pendekatan metode dalah melalui pendampingan kegiatan belajar mengajar dan bantuan pendekatan kualitatif deskriptif. Keberhasilan dari kegiatan “KKN Mengajar”ini diukur secara kuantitatif  untuk capaian indikasi bertambahnya antusiasme anak-anak Kelurahan Banjarsari dalam mengikuti kelompok belajar dan bertambahnya kemampuan belajar Matematika dan Bahasa Inggris.Antusiasme anak-anak dikatakan meningkat karena telaj terjadinya partisipan pada setiap pertemuan serta terjadinya peningkatankemauan belajar bersifat produktif, proaktif, dan kreatif melalui pembelajaran yang diberikan.   Kata kunci: KKN Mengajar, Metode partisipatif-kolektif, Banjarsari-Metro Utara Lampung Abstract In the post-Covid-19 pandemic in 2022, teaching and learning activities for children in schools are still not optimal due to restrictions on face-to-face learning activities, for example, shortened teaching and learning times. As a result, children's enthusiasm for learning decreases, and the a lack of real interaction between teachers and students. This condition can be used by Student Community Service (SCS) to arrange programs to fill study time without a teacher with face-to-face teaching-learning activities. The activity in question is called The SCS Teaching-Learning (SCS TL) Program. The SCS TL aims to help elementary school (SD) students gain additional knowledge (Mathematics and English) to create enthusiasm for learning despite the limited time for face-to-face learning at school with the teacher. This activity is carried out by forming study groups with elementary school-age group children outside of learning activities at school. This activity aims to increase enthusiasm for learning through Mathematics and English learning materials during the post-Covid-19 pandemic. This activity is a solution to problems through participatory-collective learning methods. The method approach is through the assistance of teaching and learning activities and the assistance of a descriptive qualitative approach. To measure the success of the SCS TL activity, we measured quantitatively for the indications of the increasing enthusiasm of the children of Banjarsari Village in participating in study groups and increasing their ability to learn Mathematics and English. We conclude that the children's enthusiasm increased because of the occurrence of participants at each meeting and the increase in the willingness to learn to be productive, proactive, and creative through the learning provided. Keywords: Student Community Service: Teaching-Learning Program, Collective-Participatory Method, Banja
Analisis Spasial Dan Non Spasial Terhadap Minat Siswa Dalam Memilih Perguruan Tinggi Di Kota Metro Tahun 2023 Aqzela, Araneta; Dewi, Citra; Anisa, Rahma; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Metro memiliki visi dan misi yaitu menjadikan Kota Metro sebagai kota pendidikan, tetapi berdasarkan data BPS pada tahun 2021 diketahui indikator APS, APK, dan APM Kota Metro untuk jenjang perguruan tinggi memiliki nilai yang rendah yaitu 29,57%, 31,95% dan 27,21%. Rendahnya nilai APS, APK, dan APM dipengerahui oleh banyak variabel baik variabel spasial dan non spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian perguruan tinggi dengan menganalisis hubungan antara variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Data yang digunakan 10 perguruan tinggi dengan data variabel spasial seperti aksesibilitas, jangkuan fasilitas kantor pemertintah, jangkuan fasilitas terminal, jangkuan fasilitas bisnis, jangkuan fasilitas kesehatan. Sedangkan variabel non spasial menggunakan fasilitas, daya minat, dan akreditas perguruan tinggi, dalam mengetahui kesesuaian kelas menggunakan metode buffer dan skoring. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan variabel spasial dan non spasial terhadap minat siswa dalam memilih perguruan tinggi menggunakan metode regresi dengan melihat nilai korelasi. Hasil penelitian perguruan tinggi di Kota Metro menunjukkan bahwa kelas kesesuaian berdasarkan variabel spasial sebesar 10% sangat tinggi, 50% sedang, dan 40% sangat rendah. Kemudian untuk non spasial terdapat 40% dinyatakan sangat tinggi, 20% sedang, dan 40% sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel non spasial lebih berpengaruh dibandingkan dengan variabel spasial dengan nilai hubungan sebesar 0,46. Varibel non spasial memiliki korelasi hubungan yang cukup signifikan, sedangkan variabel spaisial tdiak cukup siginifikan dalam mempengaruhi minat siswa dalam memilih perguruan tinggi di Kota Metro. Kata kunci: variabel spasial, variabel non spasial, perguruan tinggi, kesesuaian