Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

High Risk Pregnancy Overview And Regularity Antenatal Care (Anc) Widyawati, Evita; Farasari, Poppy; Oktaviana, Friska; Putri, Oktaviana Manda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21355

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Dampak dari kehamilan risiko tinggi ini dapat dicegah melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara teratur.Tujuan: Mengetahui gambaran kehamilan risiko tinggi dan keteraturan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Kauman TulungagungMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik non probability sampling yaitu total samplingHasil: Hasil dari penelitian ini adalah Gambaran kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Kauman sebagian besar calon ibu yang terancam (resti) karena terlalu tua > 35 tahun, memiliki jumlah anak sebanyak 4/lebih, memiliki latar belakang operasi caesar/SC, hamil lagi terlalu dini < 2 tahun dan masa lalu yang penuh dengan penyakit . Hasil penelitian ini juga menggambarkan keteraturan ANC yang standar.Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care).Saran: Diharapkan ibu hamil lebih aktif lagi mencari informasi terkait kehamilannya, yang nantinya dapat didiskusikan dengan Bidan. Kata kunci: antenatal care, kehamilan resiko tinggi ABSTRACT Background: High risk pregnancy is a condition that can affect the condition of the mother and fetus in the pregnancy being faced. The impact of this high-risk pregnancy can be prevented through regular pregnancy check ups (antenatal care).Purpose: Knowing the description of high risk pregnancies and the regularity of antenatal care in the work area ofthe Kauman Tulungagung Health CenterMethods: This study uses a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The population in this study amounted to 56 people. The sample was selected using a non-probability sampling technique, namely total sampling.Result: The results of this study are a description of high-risk pregnancies in the Kauman Health Center work area, most prospective mothers are threatened (resti) because they are too old > 35 years old, have 4/more children, have a history of caesarean section/CS, get pregnant again too early < 2 years and a past full of disease. The results of this study also describe the regularity of standard ANC.Conclusion: Most pregnant women routinely have pregnancy check-ups (antenatal care).Suggestions: It is hoped that pregnant women will be more active in seeking information related to their pregnancy, which can later be discussed with the midwife. Keywords: high risk pregnancy, pregnancy check  
The Detection of Stunting Anomalies in Toddler by Computer Vision Oktaviana, Friska; Farasari, Poppy; Widyawati, Evita
Journal of Ners and Midwifery Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v11i1.ART.p099-104

Abstract

The golden age is the most important period that all children go through. At this time, parents need to optimize their child's growth and development. The nutritional adequacy of toddlers must be monitored to detect abnormalities such as stunting, wasting, obesity and malnutrition. Stunting is a condition in young children where height or body length as measured by Z-score does not correspond to age. In today's digital era, healthcare generates large amounts of data every day. This data is in various forms, including text, numbers, and digital images or videos. Computer vision in health care is a field of artificial intelligence that allows computers to interpret and act on visual data, including monitoring the growth and development of toddlers. Computer vision can be used to analyze data on stunting status of toddlers. The aim of this research was to develop mobile media to be able to screen and monitor stunting in toddlers using computer vision. The type of the research was research and development methods where the function of using this method was for product validation and development, with the dependent indicator being stunting toddlers. The results of this research showed an accuracy of 90.5%. These results showed that the application of computer vision and artificial neural networks to predict stunting anomalies in toddlers could be used and showed good results. It is hoped that in the future this application can be used by the government, midwives and cadres to continuously monitor toddler stunting
HUBUNGAN PERAN SUAMI TERHADAP KECEMASAN IBU PADA PERSALINAN KALA II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI Widyawati, Evita; Farasari, Poppy; Oktaviana, Friska
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22546

Abstract

Fase yang sangat mengkhawatirkan dalam persalinan yaitu fase pembukaan lengkap sampai dengan lahirnya bayi. Banyak hal yang mengkhawatirkan muncul dalam pikiran ibu, seperti takut bayi cacat, takut harus operasi dan takut persalinan lama. terjadinya partus lama dapat menjadi resiko kematian ibu saat dan pasca-persalinan, partus lama dapat diantisipasi dengan memberi peran psikologis salah satunya dengan adanya peran suami. Peran suami pada saat persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan, yaitu dapat menurunkan morbiditas, menguramgi rasa sakit, mempersingkat persalinan, dan menurunkan angka persalinan dengan operasi termasuk bedah Caesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran suami terhadap kecemasan ibu pada proses persalinan kala Desain pada penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross- sectional, dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner peran suami dan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 30 responden didapatkan sebagian besar responden peran suami memiliki kriteria mendukung yaitu sebanyak 23 responden (76.7%), sebagian besar responden kecemasan ibu bersalin kala II kriteria ringan yaitu sebanyak 23 responden (76.7%). Analisis dengan uji Chisquare didapatkan p value 0.000< α 0.05, ada hubungan peran suami dengan dengan Kecemasan Ibu bersalin Kala II di Wilayah Kerja Campurejo Kota Kediri. Peran suami sangat penting untuk mendukung proses persalinan ibu, dengan peran suami dapat merigankan kecemasan ibu dalam proses persalinan kala II, sebaiknya ibu bersalin selalu mendapatkan peran suami saat proses persalinan
Transformation Of Postpartum Mothers' Knowledge Through Infant Massage Counseling Intervention Farasari, Poppy; Widyawati, Evita; Oktaviana, Friska; Putri, Oktaviana Manda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.22766

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kesehatan ibu dan anak di Indonesia menunjukkan pentingnya optimalisasi tumbuh kembang bayi melalui stimulasi dini. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi taktil yang memberikan manfaat bagi perkembangan fisik dan psikologis bayi. Namun, fenomena di masyarakat menunjukkan masih rendahnya pengetahuan ibu nifas tentang teknik pemijatan yang benar dan aman. Pengetahuan merupakan domain fundamental dalam membentuk perilaku praktik perawatan bayi yang optimal. Keterbatasan pemahaman ibu dapat berisiko pada penerapan teknik yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan bayi.Tujuan: Menganalisis pengaruh penyuluhan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas di Ruang M RSUD Dr. I Tulungagung.Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dipilih secara purposive sampling sejumlah 30 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Penyuluhan dilakukan selama 30 menit menggunakan media leaflet dan demonstrasi dengan boneka. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Sebelum penyuluhan, 73,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan tidak ada yang berpengetahuan baik. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dengan 26,7% responden mencapai pengetahuan baik dan 46,7% mencapai kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 α 0,05 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas.Kesimpulan: Penyuluhan pijat bayi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas secara signifikan, dengan peningkatan paling tinggi pada aspek hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemijatan bayi. Kata Kunci: Penyuluhan, Pijat Bayi, Pengetahuan, Ibu Nifas, Stimulasi Taktil ABSTRACT Background: The development of maternal and child health in Indonesia shows the importance of optimizing infant growth and development through early stimulation. Infant massage is a form of tactile stimulation that provides benefits for physical and psychological development of infants. However, phenomena in society show that postpartum mothers' knowledge about correct and safe massage techniques is still low. Knowledge is a fundamental domain in shaping optimal infant care practice behavior. Limited maternal understanding can pose risks to improper technique implementation that potentially endangers infants.Purpose: To analyze the effect of infant massage counseling on improving knowledge of postpartum mothers in M Ward of Dr. I Hospital Tulungagung.Methods: This study used descriptive analytical design with One Group Pretest-Posttest Design. Samples were selected using purposive sampling of 30 postpartum mothers who met inclusion criteria. Data collection used questionnaires to measure knowledge levels before and after counseling intervention. Counseling was conducted for 30 minutes using leaflet media and demonstration with dolls. Data analysis used paired t-test with significance level α = 0.05.Results: Before counseling, 73.3% of respondents had poor knowledge and none had good knowledge. After counseling, there was significant improvement with 26.7% of respondents achieving good knowledge and 46.7% reaching sufficient category. Statistical test results showed p-value 0.000 α 0.05 proving significant effect of counseling on improving postpartum mothers' knowledge. Conclusion: Infant massage counseling proved effective in significantly improving postpartum mothers' knowledge, with the highest improvement in aspects of considerations that must be observed in infant massage. Keywords: Counseling, Infant Massage, Knowledge, Postpartum Mothers, Tactile Stimulation
The Effect of Prenatal Gentle Yoga on Sleep Duration of Primigravida Pregnant Women Oktaviana Manda Putri; Evita Widyawati; Poppy Farasari; Friska Oktaviana
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1233

Abstract

Sleep disturbances are common complaints among primigravida pregnant women due to physical, hormonal, and psychological changes during pregnancy. Inadequate sleep duration may negatively affect maternal health and fetal well-being, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. This study aimed to examine the effect of prenatal gentle yoga on sleep duration among primigravida pregnant women in Tulungagung. A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted. The sample consisted of 53 primigravida pregnant women in the second and third trimesters who participated in a prenatal gentle yoga program, selected using a total sampling technique. Sleep duration was measured before and after the intervention using a questionnaire adapted from the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), which has been previously validated and demonstrated good reliability with a Cronbach’s alpha coefficient of >0.70. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that prior to the intervention, most participants had a sleep duration of less than five hours per night, whereas after receiving prenatal gentle yoga, nearly all participants experienced an increase in sleep duration to more than seven hours per night. Statistical analysis revealed a significant difference in sleep duration before and after the intervention (p < 0.05). In conclusion, prenatal gentle yoga has a significant effect on increasing sleep duration among primigravida pregnant women.
Attitude of First-Trimester Pregnant Women toward Warm Ginger Consumption for Reducing Nausea and Vomiting Friska Oktaviana; Poppy Farasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1255

Abstract

Morning sickness is a common complaint experienced by pregnant women in the first trimester and is associated with hormonal changes, particularly increased levels of beta-human chorionic gonadotropin (β-hCG). One non-drug method often used to reduce nausea and vomiting is drinking warm ginger tea.This study aimed to determine the attitudes of pregnant women in their first trimester toward consuming warm ginger tea as a way to relieve nausea and vomiting. This study used a quantitative descriptive approach and selected participants through quota sampling. The group included 20 pregnant women in their first trimester who had morning sickness. Information was gathered using a Likert-scale questionnaire and was analyzed in a descriptive way. The tool used for collecting data was a questionnaire. The process of handling the data involved editing, coding, scoring, entering data, cleaning it, and organizing it into tables. Data were analyzed using frequency tables.A total of 85% of respondents expressed a positive attitude toward consuming warm ginger drinks, while 15% expressed a negative attitude.Most pregnant women in their first trimester have a positive attitude toward consuming warm ginger drinks as a non-pharmacological way to reduce nausea and vomiting.A healthy reproductive age and higher education level play a role in increasing pregnant women's ability to accept health information and their confidence in practicing consuming warm ginger to manage morning sickness.
Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) dengan Derajat Dismenore pada Mahasiswi Kebidanan di Tulungagung Oktaviana Manda Putri; Siti Suciati; Poppy Farasari; Friska Oktaviana
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12003

Abstract

Abstrak : Dismenore primer merupakan masalah yang sering dialami perempuan usia reproduksi dan dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah pola konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) yang cenderung tinggi lemak, gula, dan zat tambahan, sehingga berpotensi memicu inflamasi dan gangguan keseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara konsumsi UPF dengan derajat dismenore primer pada mahasiswi kebidanan di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional dari 35 responden. Pengukuran konsumsi UPF dilakukan melalui kuesioner FFQ, sedangkan tingkat nyeri diukur menggunakan skala NRS, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola konsumsi UPF tinggi (74,3%) dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi kategori berat (71,4%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi UPF sejalan dengan meningkatnya tingkat keparahan dismenore. Dengan demikian, perbaikan pola makan melalui pengurangan konsumsi makanan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Abstrak: Dismenore primer adalah kondisi umum di kalangan wanita usia reproduktif yang dapat berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari, kualitas hidup, dan produktivitas. Kebiasaan makan, khususnya konsumsi Makanan Ultra-Olah (UPF) yang sering, diduga berkontribusi terhadap kondisi ini karena kandungan lemak, gula, dan aditifnya yang tinggi, yang dapat memicu peradangan dan ketidakseimbangan hormon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkat keparahan dismenore primer dan konsumsi UPF pada mahasiswa kebidanan Tulungagung. Sebanyak 35 responden berpartisipasi dalam penelitian observasional analitik potong lintang. Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) digunakan untuk mengukur konsumsi UPF, dan Skala Peringkat Numerik (NRS) digunakan untuk mengukur intensitas nyeri. Uji Chi-Square dan korelasi Spearman digunakan untuk menilai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konsumsi UPF yang tinggi (74,3%), dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi yang parah (71,4%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi UPF dan tingkat keparahan dismenore (p < 0,05), dengan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini menyiratkan bahwa asupan UPF yang lebih banyak dikaitkan dengan dismenore yang lebih parah. Oleh karena itu, meningkatkan kebiasaan makan dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dapat menjadi strategi pencegahan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.
Analysis of Ergonomic Risk Factors with the Incident of Flank Pain in Bank Tellers Dewi Zuniawati; Poppy Farasari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3286

Abstract

Office ergonomics is one of the potential causes of pelvic pain which can threaten office workers such as bank tellers. Ergonomic dangers when pelvic pain occurs can come from Work Load, Work Posture, Frequency, Length of Work. Pelvic pain is back pain caused by incorrect ergonomic positions. In this study, researchers wanted to reduce the ergonomic risks experienced by bank teller employees. By reducing ergonomic risks, the health and welfare of employees will improve and can increase work productivity, the company will also improve product quality in the form of services. This research aims to: Analyze ergonomic risk factors with the incidence of flank pain in bank tellers in the X district. Research method: this research uses quantitative descriptive surveys, the sample in this study uses a purposive sampling technique, totaling 30 bank tellers throughout the X District. This research was carried out on January 15 - March 5 2024. The data in this research was obtained by directly observing the results of a walk through survey made in the form of a checklist and analyzed in the form of photos, videos, with a caution zone measuring instrument, then the data that has been collected analyzed using univariate. Results from a walk through survey in the form of a checklist and caution zone assessment, the results of the independent variables are ergonomic risks: Work Load (73.6%), Work Posture (75.6%), frequency (38.1%) and Duration (69.4%) and the dependent variable is the incidence of flank pain (63.1%). Office ergonomics is important to pay attention to because it is one of the potential dangers in the incidence of flank pain, the most dominant factor influencing the incidence of flank pain is the ergonomics factor of incorrect working posture when sitting which will later threaten bank tellers.
The Influence of Pregnancy Class Education on the Prevention of Pregnancy Complications Evita Widyawati; Poppy Farasari; Oktaviana Manda Putri; Friska Oktaviana
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.510

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) remains a significant public health problem in Indonesia, largely due to delays in recognizing danger signs during pregnancy and seeking medical care. Pregnant women need to be aware of the importance of receiving regular antenatal care from healthcare professionals and participating in pregnancy classes. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach to determine the effect of pregnancy class education on the prevention of pregnancy complications at the Kauman Community Health Center, Tulungagung Regency, from February to March 2026. A sample of 25 third-trimester pregnant women was selected through purposive sampling, and data were collected using validated questionnaires. The results showed a substantial improvement in the respondents' abilities. Before the intervention, 64% (n = 16) of the participants were unable to detect early pregnancy complications; after the intervention, this proportion decreased to 36% (n = 9), while 64% (n = 16) were able to detect complications. Data analysis using a paired-samples t-test showed a significant improvement in the ability to detect pregnancy complications, with a mean difference of 0.280, t(24) = 3.055, and p = 0.005. These findings demonstrate that structured pregnancy class education effectively empowers pregnant women to identify early risk factors and provides an important strategy for community health centers to reduce maternal and neonatal morbidity through community-based preventive education.