Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 : Studi Kasus Kemiskinan dan Ganggunan Kesehatan Mental di Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY Faidati, Nur; Sinuraya, Suci Iriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study intends to analyze the impact of the Covid-19 pandemic on poverty and mentalhealth. Covid-19 has been going on for almost 2 years. This condition has an impact on thecommunity's economy and other social problems, just like mental health . Some peoplehave lost their livelihoods, their businesses have declined and some have even failed. Thisfurther worsens the condition of Kapanewon Seyegan which has the highest poverty ratein Sleman Regency. The research method used in this study is a qualitative researchmethod. This research was conducted in Kapanewon Seyegan, Sleman Regency, betweenJune – August 2021. Based on the research conducted, the pandemic has worsened povertyconditions in Kapanewon Seyegan. Furthermore, the pandemic also causes other problemssuch as the addition of ODGJ cases and a number of other problems. To respond to thisproblem, it is necessary to carry out community empowerment activities that can have aneconomic impact as well as community empowerment related to providing support to theODGJ community and farmer groups.
Evaluasi Kebijakan Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dalam Mengatasi Permasalahan Hunian (Backlog) di Kota Magelang Pradana Wati, Yuli; Sinuraya, Suci Iriani; Mali, Matheus Gratiano
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11757

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat menyebabkan kepadatan wilayah meningkat dan menimbulkan sejumlah permasalahan. Permasalahan yang ada diantaranya meningkatnya luasan lingkungan kumuh dan timbulnya masalah kekurangan perumahan yang layak (backlog). Dengan banyaknya permasalahan yang ada, pemerintah membuat terobosan, salah satunya dengan kebijakan pembangunan rumah susun di Kota Magelang yang tertuang dalam Peraturan Walikota Magelang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan pembangunan rumah susun sederhana sewa di Kota Magelang dapat mengurangi permasalahan hunian (backlog) di Kota Magelang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan arsip. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori evaluasi Bridgman dan Davis (2000) dengan menggunakan 4 indikator yaitu input, proses, output, dan outcomes telah dilaksanakan dengan baik oleh tetapi masih ada indikator yang dinilai kurang baik yaitu indikator output. program kebijakan pembangunan rusunawa di Kota Magelang belum bisa menjangkau seluruh masyarakat Kota Magelang yang membutuhkan rumah layak huni dengan harga sewa yang rendah. Pembangunan rusunawa di Kota Magelang secara garis besar dinilai sudah baik dan sesuai dengan tujuan kebijakan yang ada
Program Respon untuk Meminimalisir Kekerasan (Seksual) Pada Lokasi Pengungsian Merapi Di Kabupaten Sleman Sinuraya, Suci Iriani
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Social Politics and Governance (Desember)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v5i2.1431

Abstract

This research aims to study Sleman Regency Gender’s Response Program best practice on how they can decrease the (sexual) violence risk to the vulnerable group in the disaster camps. The policy started by involving the Office of Women's Empowerment and Child Protection (DP3AP2KB) into the Disaster Command System Management led by Regional Agency for Disaster Management (BPBD) Sleman under the law: Keputusan Bupati Sleman Nomor 17 tahun 2020 tentang Renkontijensi Bencana Gunung Api Merapi. This research uses qualitative descriptive with case study method refer to Sleman practices. Data collecting from literature studies, observation and indepth interview to informans related. The efforts taken by Sleman Regency, succeed in reducing complains and eliminate bad news about (sexual) violence to the vulnerable in disaster camps. Best practice from Sleman regency hopefully can be an inspiration for a conceptual framework for another region in decreasing vulnerable threat and risk for all disaster kind.
PARTICIPATION OF THE YOUNG GENERATION AS MEMBERS OF THE 2024 ELECTION KPPS: CASE STUDY IN KALIREJO VILLAGE, SALAMAN DISTRICT, MAGELANG REGENCY Pelawi, Etatania Br; Sinuraya, Suci Iriani; Winanta, Rizza Arge; Wismaningtyas, Tri Asih
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Social Politics and Governance (December)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/dw39hr67

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of high participation of the younger generation as members of the KPPS in the 2024 Election in Kalirejo Village, Salaman District, Magelang Regency. This research uses a qualitative method. The results of the study show that the majority of the young generations participation as members of KPPS in Kalirejo Village is included in the type of participation compelled by socio-economic reasons. Then followed by spontaneous participation and induced participation. Other types of participation, such as participation compelled by custom/tradition only appear in a small percentage of the younger generation and are situational. Meanwhile, participation compelled by law can be said not to be found in the participation of the younger generation as members of KPPS in Kalirejo Village. The supporting factors for this participation are personal awareness or intrinsic motivation, support from other parties (extrinsic motivation), as well as the existence of financial incentives (honorarium) and the need for productive activities. Then, the inhibiting factors are lack of interest or political awareness, work constraints, obstacles to family licensing and having family members who cannot be abandoned, as well as incompatibility of educational qualifications.
Desa Borobudur sebagai Pendukung Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Candi Borobudur: Sebuah Analisis Komponen Wisata Wismaningtyas, Tri Asih; Sinuraya, Suci Iriani; Nugraha, Joko Tri; Mahendradi, R M; Orbawati, Eny Boedi; Hendrarto, Hendrarto
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 7, No 1 (2024): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v7i1.67817

Abstract

ABSTRACTOne of the policies taken by the Indonesian government to encourage tourism is to establish Super Priority Tourism Destinations, of which Borobudur Temple is one of them. To support this, villages around Borobudur Temple are also encouraged to develop their respective tourism potential, especially Borobudur Village. This is because administratively Borobudur Temple is in the administrative area of Borobudur Village. The aim of this research is to analyze the components of tourist destinations in Borobudur Village. This research uses qualitative methods by collecting data through focus group discussions, in-depth interviews, observation and literature study. The research results show that the attraction components are complete from natural, cultural and artificial attractions. Accessibility is still constrained by the width of the entrance roads to several tourist attractions, the availability of parking spaces and the optimization of directions to the Tourism Village. In the amenities component, supporting facilities are available ranging from accommodation, shopping, health services, banking, but the quantity and quality still need to be improved. In the ansillery component, the parties involved in tourism activities in Borobudur Village are quite diverse, both at the central and village levels. BUMDes Graha Mandala and the Borobudur Tourism Village Team have shown positive contributions in developing tourism in Borobudur Village. It's just that communication between tourism actors at all levels needs to be improved so that stakeholder aspirations can be accommodated optimally.ABSTRAKSalah satu kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia untuk mendorong pariwisata adalah menetapkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas dimana Candi Borobudur menjadi salah satunya. Untuk mendukung hal tersebut, desa-desa yang berada di sekitar Candi Borobudur pun didorong untuk mengembangkan potensi wisatanya masing-masing terutama Desa Borobudur. Hal ini dikarenakan secara administratif Candi Borobudur berada dalam kawasan administratif Desa Borobudur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen destinasi wisata yang ada di Desa Borobudur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui focus group discussion, wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan komponen atraksi sudah lengkap dari atraksi alam, budaya dan buatan. Untuk aksesibilitas masih terkendala pada lebar jalan masuk ke beberapa tempat wisata, ketersediaan lahan parkir serta optimalisasi penunjuk arah ke Kampung Wisata. Pada komponen amenitas, fasilitas pendukung sudah tersedia dari mulai penginapan, tempat belanja, layanan kesehatan, perbankan namun secara kuantitas dan kualitas masih perlu ditingkatkan. Dalam komponen ansileri, pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata di Desa Borobudur cukup beragam baik level pusat maupun desa. BUMDes Graha Mandala dan Tim Desa Wisata Borobudur telah menunjukkan kontribusi positif dalam pengembangan wisata di Desa Borobudur. Hanya saja komunikasi antarpelaku wisata di semua level perlu ditingkatkan sehingga aspirasi stakeholders dapat diakomodir dengan maksimal.
Pendampingan Pengembangan Usaha Rumah Batik Borobudur: Penggunaan Warna Alam dan Fiksasi pada Produksi Batik Borobudur Suci Iriani Sinuraya; Tri Asih Wismaningtyas
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20682

Abstract

Perkembangan wisata di sekitar Candi Borobudur terus ditingkatkan untuk mendukung destinasi wisata prioritas ini. Salah satu upaya tersebut adalah pengembangan wisata batik. Rumah Batik Borobudur adalah usaha mikro, kecil, menengah yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan batik karena usaha ini diberikan kesempatan untuk menggunakan motif relief-relief yang ada di Candi Borobudur sebagai motif dalam produk-produknya. Dalam perkembangannya, pewarna sintetis dalam proses produksi batik mempunyai dampak yang kurang baik untuk kesehatan dan lingkungan sehingga penggunaan berbagai pewarna alami mulai didorong. Tim pengabdian masyarakat memberikan pendampingan dalam penggunaan pewarna alami dengan pemberian materi terkait perkembangan tren penggunaan pewarna alami, ragam pewarna alami, teknik fiksasi serta praktiknya. Target dari kegiatan ini adalah para pengrajin batik di Rumah Batik Borobudur. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan diskusi awal penggalian masalah, pengumpulan materi dan bahan, pemberian materi dan praktik pewarnaan batik secara alami. Kegiatan ini berhasil memunculkan kesadaran akan pentingnya pewarnaan alami dari sisi lingkungan, kesehatan dan potensi pasar. Dengan menggunakan pewarna alami kesehatan pengrajin dan kesehatan lingkungan sekitar tempat produksi batik lebih aman. Selain itu, batik dengan pewarnaan alami juga dapat meningkatkan nilai jual yang diharapkan dapat berdampak positif bagi kesejahteraan pelaku usaha Rumah Batik Borobudur.