Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Skrining Tingkat Kantuk Remaja dengan Karolinska Sleepiness Scale dan Stanford Sleepiness Scale : Screening Adolescent Sleepiness with the Karolinska Sleepiness Scale and Stanford Sleepiness Scale Tadjudin, Noer Saelan; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Hekmatyar, Haritsyah; Dzakwan, Muhammad Fikri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 4 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v4i2.96

Abstract

Masalah rasa mengantuk pada pagi dan siang hari (daytime sleepiness) menjadi tantangan signifikan bagi pelajar usia remaja, terutama dalam kaitannya dengan prestasi akademik, kesehatan mental, dan fungsi kognitif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining tingkat kantuk pada siswa SMA di wilayah Citra Raya, Kabupaten Tangerang, menggunakan dua instrumen subjektif standar: Karolinska Sleepiness Scale (KSS) dan Stanford Sleepiness Scale (SSS). Sebanyak 145 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui pengisian kuesioner daring, yang telah disesuaikan secara linguistik dan budaya. Skor rata-rata KSS yang diperoleh adalah 5,22 (SD 2,01), menunjukkan tingkat kantuk sedang. Sedangkan skor SSS rata-rata adalah 3,14 (SD 1,26), yang mencerminkan rasa kantuk ringan namun tetap fungsional. Temuan ini menegaskan bahwa sebagian besar siswa mengalami sleepiness pada pagi atau siang hari, diduga berkaitan dengan pola tidur yang tidak teratur, tekanan akademik, serta penggunaan gawai di malam hari. Hasil skrining ini menggarisbawahi pentingnya intervensi promotif dan preventif, seperti edukasi tidur sehat dan manajemen gaya hidup, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, kesehatan mental, dan performa akademik pelajar secara berkelanjutan.
Skrining Kesehatan Ginjal melalui Pemeriksaan Kreatinin dan eGFR pada Pekerja Usia Produktif di Perkantoran Kawasan Sudirman Tambunan, Nicholas Albert; Jap, Ayleen Nathalie; Gracienne, Gracienne; Dzakwan, Muhammad Fikri; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2925

Abstract

Gangguan fungsi ginjal sering tidak terdeteksi sejak dini, padahal deteksi awal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan skrining fungsi ginjal pada karyawan perkantoran kawasan Sudirman sebagai upaya preventif. Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) pada 57 karyawan. Pemeriksaan meliputi edukasi kesehatan, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kreatinin serum, dan perhitungan eGFR menggunakan rumus CKD-EPI. Hasil dicatat dan dikonsultasikan secara individual untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan ginjal. Sebagian besar peserta memiliki kadar kreatinin dan nilai eGFR dalam batas normal, namun ditemukan beberapa individu dengan hasil yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Skrining ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pola hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal. Pemeriksaan kreatinin dan eGFR di tempat kerja efektif sebagai langkah deteksi dini fungsi ginjal sekaligus sarana edukasi kesehatan. Disarankan pelaksanaan skrining berkala dan edukasi berkelanjutan untuk mendukung kesehatan pekerja.
Evaluasi Status Gizi melalui Pengukuran IMT dan Komposisi Tubuh untuk Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Lebak Lontoh, Susy Olivia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Brayan Anna; Dinali, Diana; Dzakwan, Muhammad Fikri
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.612

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang turut berdampak pada komunitas tradisional seperti masyarakat Lebak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi dan komposisi tubuh sebagai upaya promotif–preventif terhadap risiko penyakit metabolik. Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Lebak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Sebanyak 41 peserta dewasa mengikuti pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT) dan analisis komposisi tubuh dengan bioelectrical impedance analysis (BIA). Rerata usia peserta adalah 40,76 ± 14,37 tahun, dengan mayoritas perempuan (70,7%). Nilai IMT rata-rata 23,77 ± 5,91 kg/m² menunjukkan 51,2% kategori normal, 29,3% obesitas, 14,6% overweight, dan 4,9% underweight. Persentase lemak subkutan rerata 17,73 ± 9,26%, sedangkan massa otot rangka mencapai 30 ± 5,1%. Analisis menunjukkan pola distribusi lemak lebih tinggi pada perempuan dan massa otot lebih besar pada laki-laki, sesuai perbedaan fisiologis hormonal. Temuan ini menegaskan adanya transisi gizi yang mencerminkan perubahan perilaku konsumsi dan aktivitas fisik di komunitas Lebak. Kegiatan ini tidak hanya memberikan gambaran objektif tentang status gizi, tetapi juga meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui edukasi langsung dan konseling berbasis hasil pemeriksaan. Evaluasi IMT dan komposisi tubuh terbukti menjadi pendekatan efektif dan kontekstual dalam deteksi dini risiko metabolik serta penguatan kesehatan komunitas berbasis kearifan lokal.
PERAN PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI, CALIPER, DAN HANDGRIP DALAM MEMPREDIKSI FUNGSI GINJAL POPULASI DEWASA Dinali, Diana; Dzakwan, Muhammad Fikri; Bustam, Steve Geraldo; Gunawan, Shirly; Firmansyah, Yohanes
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat dan menimbulkan beban yang signifikan pada sistem kesehatan. Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium seringkali terkendala di komunitas, sehingga pemeriksaan fisik berpotensi menjadi metode alternatif deteksi dini fungsi ginjal. Tujuan penelitian untuk menilai kemampuan parameter pemeriksaan fisik sederhana sebagai alternatif prediksi fungsi ginjal di tingkat komunitas. Metode: Penelitian potong lintang dilaksanakan di lima wilayah administrasi Jakarta dengan responden dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Parameter yang diukur meliputi antropometri, tekanan darah sistolik, lipatan kulit, lingkar betis, lingkar perut, indeks massa tubuh, serta handgrip strength. Fungsi ginjal diestimasi melalui eGFR (CKD-Epi formula). Analisis menggunakan korelasi Pearson, dilanjutkan regresi linear berganda. Analisis regresi menghasilkan lima model dengan nilai R 0,517–0,527 dan Adjusted R² 0,254–0,255, menunjukkan kontribusi prediksi moderat. Hasil: Pada model akhir, parameter yang signifikan terhadap fungsi ginjal adalah tekanan darah sistolik (B = −0,337; p < 0,001), lingkar betis (B = 1,187; p = 0,001), caliper suprailiac (B = −0,971; p < 0,001), serta handgrip strength (B = 0,321; p = 0,023) dengan koefisien persamaan adalah 118,339. Kesimpulan: Pemeriksaan fisik sederhana, terutama lingkar betis, caliper suprailiac, tekanan darah sistolik, dan handgrip strength, berpotensi sebagai fungsi prediktif terhadap penurunan fungsi ginjal sebagai skrining awal di komunitas dengan melibatkan kader kesehatan.