Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Personal Branding ala Generasi Digital: Kajian Tafsir Maqashid Terhadap Trend Flexing Salamah, Ika Hilmiatus; Wathani, Muhammad Fadhil; Ulum, Syahreza Badarul; Sya'roni, Mokh
Jurnal test Vol 4 No 2 (2025): AL-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v4i2.447

Abstract

The development of social media has given rise to the phenomenon of flexing as a form of self-expression in the contemporary era, where individuals deliberately show off their wealth, achievements, or luxurious lifestyles to build a self-image. This research aims to examine flexing within the framework of personal branding using a maqashid interpretation approach. The method used is library research and qualitative to trace the interpretation of verses related to the meaning of flexing. This research reveals three main findings, namely the meaning of flexing from the perspective of popular culture and social psychology, verses related to flexing in the review of maqashid interpretation and Maqashid-based personal branding solutions. The result, from the perspective of popular culture and social psychology, suggests that flexing serves as a display of wealth for social validation and as a manifestation of the need for others to recognize oneself. Based on the analysis of the Qur'anic verses (QS. Al-Hadid: 20, Luqman: 18, At-Takatsur: 1-2), flexing contradicts the principles of maqashid shari'ah, especially in the aspects of protecting religion (hifzh al-din), soul (hifzh al-nafs), intellect (hifzh al-aql), offspring (hifzh al-nasl), and property (hifzh al-mal). As a solution, personal branding can be applied in line with Islamic values by emphasizing the importance of self-authenticity, cultivating an attitude of gratitude, and creating content that has social benefits.
When Women Disrupt Prayer? Rethinking a Controversial Hadith through Al-Adlabi’s Matan Criticism Wathani, Muhammad Fadhil; Ahmad Musyafiq; Nikmah Rochmawati; Mahadi Rahman; Zufriyatun
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i2.46533

Abstract

The hadith that mentions women, donkeys, and dogs can cancel prayers when passing in front of people who pray has caused controversy, mainly because it is considered to contain gender bias. This study aims to examine the validity of the matan hadith through the approach of matan criticism according to al-Adlabi in Manhaj Naqd al-Matn 'Inda 'Ulamā' al-Ḥadīth al-Nabawī. The method employed is a literature study that involves tracing the hadith in al-Kutub al-Tis'ah and analyzing it based on four criteria: conformity with the Qur'an, sahih hadith, the Prophet's sirah, rationality, and historical context, as well as editorial feasibility. The results of the analysis show that, although the sanad of the hadith is considered authentic, it contains problems: it is not in line with the Qur'an, it contradicts Aisha's history and the Prophet's practice, and it juxtaposes women with animals in the context of worship. This study emphasizes the importance of critically analyzing the hadith so that our understanding of it remains in harmony with the values of justice, common sense, and humanity in Islam.
Implementasi Metode Qiro’ati dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Majlis Tahsin Tilawatil Qur’an (MTTQ) Lansia Masjid Al-Iman, Ngaliyan, Semarang. Wathani, Muhammad Fadhil; Naifah, Naifah; Ariaji, Wawan; Fauziah, Rifa Anis
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/ypf38x30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Qiro’ati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada jamaah lansia di Majlis Tahsin Tilawatil Qur'an (MTTQ) Masjid Al-Iman, Ngaliyan, Semarang. Latar belakang penelitian didasari oleh tingginya angka buta aksara Al-Qur'an di Indonesia yang mencapai 65% serta pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual lansia melalui pembelajaran Al-Qur'an yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi pengajar dan santri lansia MTTQ. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Qiro’ati yang diterapkan mengikuti tiga tahap pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran dilaksanakan dua kali seminggu dengan mengombinasikan metode klasikal dan bimbingan individual yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisik santri lansia. Implementasi metode Qiro’ati terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dari segi kelancaran dan ketepatan tajwid. Berdasarkan wawancara dengan empat peserta lansia, metode ini memberikan dampak positif pada aspek psikologis dan sosial, seperti peningkatan kepercayaan diri, motivasi belajar, dan penguatan ikatan sosial dalam komunitas. Keberhasilan program didukung oleh pengajar yang sudah memiliki syahadah Qiro’ati, suasana pembelajaran kondusif dan kekeluargaan, serta dukungan penuh pengurus masjid. Penelitian membuktikan bahwa pembelajaran Al-Qur'an tidak mengenal batasan usia dan MTTQ Lansia Al-Iman dapat menjadi model pengembangan program pembelajaran Al-Qur'an bagi jamaah lansia di berbagai masjid di Indonesia untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an dan memperkuat spiritualitas umat di usia senja.