Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identification Of Constraints On The Maneuvers Of The SPOB OPS ALTAIR Vessel When Berthing At Ramba Jetty, Palembang Pranata, Pramadyka Deffa; Suherman; Hariyanti, Retno
Jurnal Navigsi Maritim Vol 2 No 2 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijns.v2i2.1215

Abstract

Berthing is a crucial stage in ship operations, including loading and unloading and embarking passengers. This study focuses on the incident of a rope entanglement in the propeller of the SPOB OPS ALTAIR vessel while maneuvering at Ramba Jetty. The objective of the study was to analyze the causes of the incident and possible preventative measures. The method used was descriptive qualitative with data collection techniques through field observation, interviews with the ship's crew, and visual documentation. Analysis was conducted using a fishbone diagram to identify the root cause of the problem. The results showed that the incident occurred due to a lack of monitoring of the area around the ship by the crew, strong current conditions, and minimal lighting around the jetty. The impact was the failure of the ship's starboard engine, so that maneuvers were carried out only with one engine and the bow thruster. Handling efforts can be done through the cutting of entangled ropes by divers, enforcement of garbage disposal regulations by port authorities and improved communication between ship crews and port authorities.
Kinerja Crew di Kapal (Studi Kasus di MT. B. Sun) Siahaan, Cristevan Juara Pangihutan; Sapan, Yustina; Hariyanti, Retno
Jurnal Navigsi Maritim Vol 1 No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijns.v1i1.565

Abstract

Crew performance on MT. B. Sun is influenced by a number of complex factors, including weather conditions that can change suddenly, technical problems on the ship, and lack of rest. The closed working environment during long sea voyages adds to the challenges for crews who must work in confined environmental conditions. Therefore, researchers analyzed how the MT. B. Sun crew performed regarding activities on board and what strategies are implemented to improve crew performance. This research uses qualitative methods to explore the impact of these factors on crew performance on MT. B. Sun by using two data sources, namely primary data and secondary data. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation methods. The data analysis used in this research is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that crew performance is influenced by a number of critical factors, including busy activities, lack of work concentration, and nutritional imbalances. Strategies to improve crew performance involve a comprehensive approach, including training and skills development, improved pay management, equipment upgrades, and promotion of physical and mental well-being. An integrated stress management and mental health program is also needed to help crews overcome the impact of busy activities and lack of work concentration. Through an evaluation of equipment and investment in more advanced equipment, it is hoped that operational efficiency on board will be improved. This research provides important insights into the challenging working environment on board and provides practical guidance for improving crew well-being and performance. Kinerja kru di atas kapal MT. B. Sun dipengaruhi oleh sejumlah faktor kompleks, termasuk kondisi cuaca yang dapat berubah secara mendadak, masalah teknis pada kapal, dan kurangnya istirahat. Lingkungan kerja yang tertutup selama perjalanan di laut yang panjang menambah tantangan bagi kru yang harus bekerja dalam kondisi lingkungan yang terbatas. Oleh sebab itu peneliti menganalisis bagaimana kinerja kru kapal MT. B.Sun terhadap kegiatan di atas kapal dan bagaimana strategi yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kinerja kru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi dampak faktor-faktor tersebut pada kinerja kru di kapal MT. B.Sun. Dengan menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kru dipengaruhi oleh sejumlah faktor kritis, termasuk padatnya kegiatan, kurangnya konsentrasi dalam bekerja, dan ketidakseimbangan gizi. Strategi untuk meningkatkan kinerja kru melibatkan pendekatan komprehensif, termasuk pelatihan dan pengembangan keterampilan, perbaikan manajemen pembayaran, peningkatan peralatan, serta promosi kesejahteraan fisik dan mental. Program manajemen stres dan kesehatan mental yang terintegrasi juga diperlukan untuk membantu kru mengatasi dampak padatnya kegiatan dan kurangnya konsentrasi dalam bekerja. Melalui evaluasi menyeluruh terhadap peralatan dan investasi dalam peralatan yang lebih canggih, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional di atas kapal. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang tantangan lingkungan kerja di atas kapal dan memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja kru.
Analisis Keterlambatan Proses Bongkar Muatan High Sulfur Fuel Oil (HSFO) dan Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) Secara Ship to Ship di MT. Cendrawasih Pangestu, Bayu Aji; Wibowo, Wahju; Sengadji, Karolus Geleuk; Nugroho, Anicitus Agung; Hariyanti, Retno; Rofik, Mashudi; Anggrahini, Wahyu Prasetya; Riyanto, Budi Cahyo; Purwanti, Purwanti; Suharto, Wakhid; Yuliani, Yuliani
Jurnal Navigsi Maritim Vol 1 No 2 (2024): August Edition
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijns.v1i2.566

Abstract

Abstrak: MT. Cendrawasih merupakan aset milik PT. Pertamina International Shipping. MT. Cendrawasih berfungsi khusus sebagai Mother Ship dalam pelaksanaan kegiatan ship-to-ship transfer. Kasus keterlambatan yang terjadi pada saat kegiatan ship-to-ship dengan SPOB Allvina 03 di OB Balikpapan telah menimbulkan konsekuensi serius, termasuk penerimaan Letter of Protest dari terminal karena melebihi estimasi waktu yang telah ditetapkan. Dampaknya, keterlambatan tersebut mengakibatkan gangguan pada jadwal penyandaran kapal lainnya di pelabuhan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan proses bongkar muatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada analisis kerusakan pompa cargo sebagai penyebab utama dari keterlambatan tersebut.Riset lapangan dilakukan di kapal MT. Cendrawasih dengan melibatkan chief officer dan loading master sebagai informan utama guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait permasalahan ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keterlambatan yang terjadi disebabkan oleh tidak berfungsinya salah satu cargo pump. Sebagai solusi, penelitian ini menyarankan upaya penanggulangan melalui implementasi perawatan menyeluruh terhadap alat bongkar muatan, termasuk cargo pump, valve cargo, dan manifold. Jenis perawatan yang direkomendasikan mencakup Preventive Maintenance/Periodic Maintenance, Prediktif Maintenance, Corrective Maintenance, dan Breakdown Maintenance sesuai dengan pedoman perawatan kapal.
Proses Pengurusan Dokumen Kapal MT Sinar Morotai Dengan Sistem Indonesia National Single Window (INSW) di PT Samudera Energi Tangguh Cabang Banten Kuncoro Aji, Amin; Hariyanti, Retno; Suherman, Suherman
Jurnal Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Vol 1 No 1 (2024): february
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijpsm.v1i1.766

Abstract

Indonesia National Single Window (INSW) merupakan sistem berbasis internet yang terintegrasi secara nasional yang berkaitan dengan proses penanganan dokumen kepabeanan dan dokumen lain terkait ekspor-impor. Selain itu, sistem ini juga menjamin keamanan dari data informan dan dapat memadukan alur dan proses informasi dari antar sistem internal secara otomatis yang meliputi sistem kepabeanan, perizinan kepelabuhanan/kebandarudaraan dan sistem lain yang terkait dengan proses pengurusan dokumen. Sistem ini sering digunakan oleh agen maupun pengguna jasa lainya dalam pengurusan dokumen kapal karena dapat mempermudah kegiatannya. Perkembangan teknologi yang pesat berdampak positif dalam pengembangan sistem informasi pada kegiatan pelayanan jasa kapal di pelabuhan. Untuk menunjang kegiatan ekspor dan impor serta kelancaran kegiatan keluar masuk kapal dalam upaya meningkatkan daya saing perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi manfaat penggunaan INSW dalam proses pengurusan dokumen kapal MT Sinar Morotai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Dalam penelitian ini, data divalidasi melalui triangulasi sumber. Kemudian, data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat penggunaan sistem INSW dalam pengurusan dokumen kapal antara lain mempersingkat waktu pengurusan dokumen. Dengan menggunakan sistem INSW lebih efisien karena sistem ini sudah terintegrasi dengan sistem Inaportnet dan beberapa instansi terkait serta mempermudah penerbitan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) dan Inward Manifest.