Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tafsir Ayat tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah dan Keadilan (Q.S. An-Nisa: 58) Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana; Junas Junas
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surah An-Nisa ayat 58 merupakan salah satu ayat fundamental dalam Al-Qur’an yang memuat prinsip etika dan hukum Islam, khususnya terkait amanah dan keadilan. Ayat ini tidak hanya mengatur hubungan individual, tetapi juga menjadi dasar moral bagi penyelenggaraan kekuasaan dan penegakan hukum dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. An-Nisa:58 dengan menelaah aspek kebahasaan, asbābun nuzūl, munāsabah ayat, serta perbandingan penafsiran antara Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Qurthubi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah dan keadilan merupakan dua prinsip yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tafsir Al-Mishbah menekankan dimensi sosial-kontekstual dan relevansi modern ayat, sedangkan Tafsir Al-Qurthubi menegaskan aspek hukum dan kewajiban normatifnya. Dengan demikian, Q.S. An-Nisa:58 dapat dipahami sebagai fondasi etik dan yuridis dalam membangun masyarakat Islam yang adil, berintegritas, dan bertanggung jawab.
SEKSUALITAS DALAM PRESPIKTIF AL-QUR’AN Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas sering dipandang sebagai tema sensitif dalam masyarakat Muslim, sehingga pembahasannya kerap dibatasi atau dihindari. Padahal, Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam memberikan perhatian yang jelas, bermartabat, dan komprehensif terhadap seksualitas manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep seksualitas dalam perspektif Al-Qur’an serta membandingkannya dengan pandangan sains modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu‘i), melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah di bidang biologi, psikologi, kesehatan publik, dan neurosains. Hasil kajian menunjukkan bahwa seksualitas dalam Al-Qur’an dipahami sebagai fitrah ilahiah yang memiliki fungsi spiritual, psikologis, dan biologis, serta harus dikelola dalam bingkai etika dan tanggung jawab. Temuan sains modern justru menguatkan prinsip-prinsip tersebut dengan membuktikan bahwa seksualitas berkontribusi terhadap kesehatan fisik, mental, dan stabilitas relasi. Dengan demikian, terdapat titik temu yang harmonis antara wahyu dan sains dalam memandang seksualitas manusia.