Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH AGAMA TERHADAF PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT Akmir Akmir; Rahmad Akbar; Diah Ramadhani; Asrul muslim; Aslim Aslim; Junas Junas
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh agama terhadap perilaku sosial masyarakat. Agama, sebagai sistem kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan kekuatan lebih tinggi, memiliki dampak besar dalam membentuk norma sosial, nilai moral, serta interaksi antarindividu dalam suatu komunitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkombinasikan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap 30 responden dari berbagai latar belakang agama. Teori-teori yang digunakan sebagai landasan adalah teori fungsionalisme oleh Emile Durkheim, teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead, dan teori konflik oleh Karl Marx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama berperan penting dalam pembentukan nilai sosial, penguatan solidaritas sosial, pembentukan norma sosial, serta mendorong toleransi antarumat beragama. Agama tidak hanya memberikan pedoman moral, tetapi juga mempererat hubungan sosial melalui ritual-ritual keagamaan yang mendukung keharmonisan dalam masyarakat. Dalam hal ini, agama berfungsi sebagai sarana untuk memelihara keteraturan sosial dan menciptakan kedamaian, meskipun ada perbedaan keyakinan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana agama memengaruhi perilaku sosial dan mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih toleran dan harmonis.
Abdur-Rauf As-Singkili Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana; Junas Junas
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri as-Singkili (w. 1693 M) merupakan salah satu ulama terpenting dalam sejarah Islam Nusantara abad ke-17. Ia dikenal sebagai tokoh sentral dalam pengembangan tafsir, fikih, tasawuf, dan hadis di wilayah Melayu-Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji biografi intelektual Abdurrauf as-Singkili, jaringan guru-gurunya, arah pemikiran kajian hadis yang dikembangkannya, serta karya-karya penting yang diwariskannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis deskriptif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Abdurrauf as-Singkili mengembangkan pemikiran hadis yang integratif, moderat, dan kontekstual, dengan menggabungkan disiplin hadis, fikih mazhab Syafi‘i, dan tasawuf Sunni melalui Tarekat Syattariyah. Pendekatan ini berperan besar dalam membentuk corak Islam Nusantara yang seimbang antara syariat dan hakikat.
Tafsir Ayat tentang Kewajiban Menjalankan Prinsip Amanah dan Keadilan (Q.S. An-Nisa: 58) Haerul Iman; Nurul Sakinah darsal; Gita Syahriana; Junas Junas
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surah An-Nisa ayat 58 merupakan salah satu ayat fundamental dalam Al-Qur’an yang memuat prinsip etika dan hukum Islam, khususnya terkait amanah dan keadilan. Ayat ini tidak hanya mengatur hubungan individual, tetapi juga menjadi dasar moral bagi penyelenggaraan kekuasaan dan penegakan hukum dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. An-Nisa:58 dengan menelaah aspek kebahasaan, asbābun nuzūl, munāsabah ayat, serta perbandingan penafsiran antara Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Qurthubi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah dan keadilan merupakan dua prinsip yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tafsir Al-Mishbah menekankan dimensi sosial-kontekstual dan relevansi modern ayat, sedangkan Tafsir Al-Qurthubi menegaskan aspek hukum dan kewajiban normatifnya. Dengan demikian, Q.S. An-Nisa:58 dapat dipahami sebagai fondasi etik dan yuridis dalam membangun masyarakat Islam yang adil, berintegritas, dan bertanggung jawab.