Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai-nilai koperasi, yang direpresentasikan oleh jumlah koperasi aktif (X1), jumlah anggota aktif (X2), dan volume usaha koperasi (X3), terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) di Indonesia. Menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koperasi & UKM untuk periode 2012-2022, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi EVIEWS. Sebelum analisis regresi, dilakukan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi) yang menunjukkan bahwa model memenuhi prasyarat setelah dilakukan diferensiasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (melalui Uji F dengan Prob(F-statistic) 0.955) maupun secara parsial (melalui Uji t dengan p-value > 0.05 untuk semua variabel independen), variabel jumlah koperasi aktif, jumlah anggota aktif, dan volume usaha koperasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Koefisien determinasi (R-squared) yang sangat rendah, yaitu 0,057591 atau 5,75%, mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen tersebut hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dari variasi pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan ini menyoroti bahwa dalam jangka pendek, sebagaimana dianalisis menggunakan data yang telah didiferensiasi, dampak dari variabel-variabel koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi makro tidak terdeteksi secara signifikan, kemungkinan karena kontribusi sektor koperasi lebih terlihat dalam jangka panjang atau dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.