Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Strategi Pemasaran Produksi Dengan Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) Dalam Mendukung Pembinaan Kemandirian Di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas III Langkat Pebrio Hariadi Barus; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11953

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran produksi dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam mendukung pembinaan kemandirian di Lapas Pemuda Kelas III Langkat serta hambatan implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas serta narapidana. Hasil penelitian menunjukkan strategi AIDA diterapkan melalui promosi berbasis narasi sosial dan nilai kemanusiaan, pemberian insentif finansial, serta pemanfaatan media sosial dan e-commerce. Strategi ini terbukti meningkatkan motivasi kerja, keterampilan, serta mendukung rehabilitasi narapidana. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan SDM dan alat kerja, pelatihan yang kurang terstruktur, kendala logistik akibat lokasi terpencil, serta minimnya konsistensi promosi. Analisis juga diperkuat dengan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion) yang menekankan pentingnya optimalisasi branding sosial. Oleh karena itu, strategi pemasaran berbasis nilai sosial perlu diperkuat agar program pembinaan lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan kemandirian narapidana.
Efektivitas Pembinaan Kemandirian Ternak Ayam Petelur Sebagai Pelatihan Keterampilan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur Hibatullah Ulya Mukhlish; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, kendala, dan upaya dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian ternak ayam petelur sebagai pelatihan keterampilan narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada teori efektivitas organisasi R.M. Steers dengan lima indikator (produktivitas, efisiensi, pertumbuhan, moral kerja, dan internalisasi tujuan) serta konsep pelatihan keterampilan dengan empat indikator (persepsi, pengendalian diri, tanggung jawab kolektif, dan tanggung jawab individu). Hasil penelitian menunjukkan program ini cukup efektif, tercermin dari produksi harian yang stabil, pembagian tugas yang efisien, perbaikan fasilitas, semangat kerja peserta, serta keterlibatan narapidana dengan kesadaran pribadi. Hambatan meliputi keterbatasan jumlah peserta, minimnya sarana pendukung, ketiadaan sistem kaderisasi, dan kurangnya sosialisasi program. Upaya dilakukan melalui perbaikan teknis, penjadwalan kerja, pembinaan intensif, serta pelibatan pihak ketiga. Kesimpulan penelitian menegaskan program ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan, sikap kerja, dan kesiapan narapidana kembali ke masyarakat.
Optimalisasi Pembinaan Kemandirian Sablon Dalam Meningkatkan Pemasaran Melalui Pemanfaatan Media Sosial Di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung Raihan Nabil Purba; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12202

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pembinaan kemandirian sablon dalam meningkatkan pemasaran produk warga binaan melalui media sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Pembinaan keterampilan sablon menjadi bekal penting bagi narapidana untuk proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial setelah bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan sablon telah berjalan baik dari segi teknis dan partisipasi warga binaan. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran belum optimal. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia yang memahami digital marketing, minimnya fasilitas teknologi, serta belum adanya strategi promosi yang terstruktur. Kesimpulannya, media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan pemasaran. Disarankan adanya peningkatan kompetensi digital, penyediaan sarana pendukung, dan penyusunan strategi pemasaran agar hasil pembinaan lebih optimal.