Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

تصميم المقرر الدراسي لمادة الإنشاء لتنمية مهارة الكتابة لطلاب الصف الثاني بمعهد "دار الإحسان" العصري بايامان عانجوك Setiawan, Yusnan; Arifin, Moh. Aziz
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

يهدف من هذا البحث العلمي الكشف عن مدى فعالية استخدام المقرر الدراسي لمادة الإنشاء لتنمية مهارة الكتابة لطلاب الصف الثاني في معهد "دار الإحسان" العصري. المنهج المستخدم في هذا البحث هو منهج البحث والتطوير (Research and Development). أما الشكل المستخدم في إجراء هذا البحث فهو شكل سوكييونو الآتي: 1) الإمكانية والمسائل. 2) جمع البيانات. 3) تخطيط النتاج. 4) مؤكد التخطيط. 5) تحسين التخطيط. 6) تجربة النتاج. 7) تحسين النتاج. 8) تجربة النتاج (الثانية) في المقياس الأوسع. 9) تحسين النتاج الثانية. 10) الانتشار وإخبار الإنتاج. والطلاب الذين يطلب منهم الباحث المساعدة 16 طلابا في التجربة المحددة الأولى و32 طالبة في الثانية، أما في التجربة الميدانية فهو 49 طالبا
Tradisi Lamaran Dan Korelasinya Menurut Madzhab Syafi’i ( Studi Kasus di Desa Larangan jambe Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu ) Muktafa, M. Faiz Ferdian Andrea; Jannah, Nurrohmatul; Setiawan, Yusnan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 2 (2022): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum seseorang melakukan aqad perkawinan pada umumnya lebih dahulu diadakan suatu acara khusus yang dalam bahasa jawa disebut nontoni atau lamaran, maksudnya seorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi istrinya dengan cara yang dilakukan seperti pada umumnya yang dilakukan masyarakat.Dalam istilah sosial lamaran merujuk pada sebuah kegiatan yang mengikat antara pihak pelamar dan pihak yang dilamar besertaan dengan adanya batasan – batasan yang harus dijaga dan ditaati, dengan kata lain dalam sebuah lamaran belum sah terjadi ikatan seperti halnya pernikahan.Namun dalam prakteknya masih banyak tuntutan yang harus dipenuhi baik dari pihak laki-laki maupun permpuan, sehingga perlu adanya kajian khusus yang membahas hal itu agar tidak lagi ada kekeliruan dalam penerapan di kehidupan nyata.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif yang memadukan dua cabang metode yakni metode studi kasus dan juga etnografi.Adapun pendekatan penelitian kali ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis.pelaksanaan proses lamarat adat di Desa Larangan Jambe Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu dikembalikan kepada kepercayaan dan juga kesanggupan masing-masing masyarakat, karena nyatanya banyak masyarakat yang tidak melaksanakan proses lamaran sesuai adat dikarenakan faktor ekonomi atau lainnya serta tidak berdampak pada hubungan rumah tangga mereka.Dalam ruang lingkup madzhab syafi’i lamaran dikatakan sah apabila sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti contoh wanita yang hendak dilamar tidak dalam hubungan pernikahan dengan orang lain atau belum dilamar oleh orang lain.keterkaitan antara lamaran adat Desa Larangan Jambe Kecamatan Kertasemaya kabupaten Indramayu dengan Lamaran menurut madzhab syafi’i sudah sangat sesuai dan dapat diberlakukan sebagai adat yang tidak bertentangan dengan syariat islam.
Pelatihan Leadership Dasar sebagai Upaya Meningkatkan Kapasitas Kader IPNU–IPPNU Ranting Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Setiawan, Yusnan; Mahbub, Iqbal Abdullah; Zaini, M. Nur; Irawan, Adi Pria
Jurnal Abdimas Al Hidayah Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Al Hidayah
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan dalam organisasi kepemudaan memegang posisi penting dalam proses pembentukan kapasitas generasi muda, khususnya pada struktur paling dasar seperti tingkat ranting desa. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai badan kaderisasi pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama diharapkan mampu mencetak kader yang memiliki kompetensi kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan manajerial yang memadai. Akan tetapi, kondisi empiris di tingkat ranting menunjukkan bahwa pemahaman mengenai kepemimpinan, rasa percaya diri, dan kecakapan dalam mengelola organisasi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal kapasitas kader, mengkaji proses implementasi pelatihan leadership dasar, serta menelaah peningkatan kapasitas kader IPNU–IPPNU Ranting Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri setelah pelaksanaan pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain action research. Partisipan penelitian berjumlah 45 kader yang mengikuti kegiatan pelatihan leadership dasar. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber guna memastikan keabsahan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan dilaksanakan, kapasitas kader berada pada tingkat rendah hingga menengah dalam aspek pemahaman kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan manajemen organisasi. Setelah mengikuti pelatihan yang memuat materi self-leadership, komunikasi efektif, manajemen organisasi, dan pemecahan masalah melalui metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta role play, terjadi peningkatan yang signifikan pada ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Indikator peningkatan tersebut tercermin dari bertambahnya partisipasi aktif dalam forum organisasi, kemampuan menyusun program kerja secara lebih terstruktur, serta berkembangnya tanggung jawab dan semangat kolaboratif antaranggota. Dengan demikian, pelatihan leadership dasar terbukti efektif sebagai strategi intervensi dalam meningkatkan kapasitas kader di tingkat ranting dan memberikan kontribusi terhadap penguatan dinamika organisasi kepemudaan berbasis komunitas. Penelitian ini merekomendasikan penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan disertai evaluasi jangka panjang guna menjaga konsistensi dampak, serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan cakupan wilayah yang lebih luas.