Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strengthening Strategies for Bugis Language Learning through an AI-Based Local Language Preservation Model in Barru Regency Sumarlin Rengko HR; Andi Filsah Muslimat; Pammuda; Mutahharah Nemin Kaharuddin; Nasihin; Ridwan Syam; Abdul Rauuf Muri; Zaidul
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i1.3942

Abstract

The partners of this program are UPTD SD Negeri 32 Barru and the Department of Education and Culture of the Barru Regency Government. This community service activity aims to provide understanding and knowledge to the community regarding policies and the history of local languages as a means to explore the existence of regional languages themselves. The enhancement of understanding about local language policies and history is integrated with a workshop on regional language preservation through the strategic use of Artificial Intelligence (AI) technology to develop and improve practical skills in creating learning processes not only through traditional approaches but also through technological approaches that are effective and easy to use. This program supports the preservation of regional languages through innovative and effective utilization of AI, while also enriching insights into the relationship between technology and regional language learning, thereby producing concrete outputs such as lesson plans, learning modules, or actions that can be implemented after the workshop.
Improving Regional Language Comprehension among Eighth-Grade Students at Telkom Junior High School Makassar Abdul Rauuf Muri; Sumarlin Rengko HR; Muhlis Hadrawi; Pammuda; Mutahharah Nemin Kaharuddin; Mirza Kamal Pahlevi; Widya Vitaloka
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 4 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i4.5397

Abstract

This study aims to improve students’ understanding of the Makassar local language among eighth-grade students at SMP Telkom Makassar. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of seven Grade VIII classes involving 183 students. The research instrument was a multiple-choice test administered before and after the instructional intervention. Data were analyzed descriptively and using normalized gain (g) based on Hake’s formula. The results show that the average pre-test scores ranged from 35.58 to 43.27 and increased to 62.24–83.52 in the post-test. The g-Hake analysis indicates that six classes achieved a medium improvement category (g = 0.342–0.557), while one class reached a high category (g = 0.734), with an overall weighted g of 0.513. These findings indicate that Makassar language instruction is effective in improving students’ understanding and has potential to strengthen linguistic competence and preserve local culture in schools.
Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Bahari di Desa Sawakung Beba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Rengko, Sumarlin; Muri, Abdul Rauuf; Sandarupa, Dirk Rukka
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.43212

Abstract

Pariwisata bahari merupakan salah satu sektor potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir seperti Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Desa ini memiliki potensi berupa keindahan alam pesisir dan kekayaan budaya masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan pengembangan wisata bahari serta memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaannya secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pendampingan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan wisata bahari di Desa Sawakung Beba didukung oleh berbagai peluang, antara lain adanya kebijakan pemerintah yang mendukung, program swasembada, ketersediaan lembaga pariwisata, serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun demikian, kegiatan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya penguasaan teknologi informasi, serta masih minimnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan wisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan wisata bahari yang berbasis pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Implementasi Tindak Tutur Direktif Memerintah dalam Bahasa Bugis Pada Keluarga Penutur Bugis Di Kota Makassar Saleh, Firman; Muri, Abdul Rauf; Rosvita, Ita; Fitrawahyudi, Fitrawahyudi; Sri Asriani M.
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Dinamika Bahasa, Tindak Tutur, dan Komunikasi dalam Konteks Sosial, Budaya, dan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v7i1.2302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi tindak tutur direktif, khususnya bentuk perintah dalam bahasa Bugis dan beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur tersebut. Adapun data dalam penelitian ini berasal dari percakapan sehari-hari sebuah keluarga penutur Bahasa Bugis yang diambil dengan mencatat percakapan yang terjadi. Hasil dari penelitian menunjukkan tindak tutur direktif memerintah dalam bahasa Bugis yang digunakan keluarga dilakukan dengan dua cara, yakni langsung dan tidak langsung. Adapun penggunaan tindak tutur tidak langsung memerintah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah usia, situasi dan status sosial. Dalam penggunaan tindak tutur direktif memerintah, tuturan ditandai dengan perangkat linguistik dan pragmatik.