Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Angkringan Naik Kelas Menggunakan Pendekatan Brand Value Berbasis Biaya Mutu dan Diferensiasi Produk Organik Halpiah, Halpiah; Ulfah, Baiq Rizka Milania; Andriana, Ana; Putra, Indrata Wangsa; Agustina, Helda Nia; Rahmawati, Sophia; Sriyani, Lilik; Amalia, Sintia Rizki
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16283

Abstract

Background: Rendahnya manajemen tata kelola usaha, rendahnya alat produksi, dan rendahnya jangkauan pemasaran menjadi permasalahaan yang melatar belakangi adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar dapat diberikan solusi yang tepat sesuai permasalahan mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk menaikkan kelas angkringan yang mampu menghasilkan produk organik dan alami sebagai brand value nya, agar produk yang di hasilkan dapat di pasarkan melalui sosial media, E-commerce. Metode: Kegiatan PKM di hadiri oleh ibu Rusida sebgai pemilikAngkringan Masuk Monjok beserta enam karyawannya, menggunakan Metode PRA yang mengedepankan keterlibatan mitra secara penuh, diawali perencanaan yaitu analisis situasi, penentuan tema, jadwal, pelaksanaan edukasi, pendampingan, pelatihan, serta evaluasi untuk melihat keberhasilan implementasi kegiatan pada mitra, sedangkan pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan diskusi. Hasil: Mitra dapat meningkatkan tata kelola usaha melalui penerapan brand value, biaya mutu, diferensiais produk, mengahasilkan produk baru berupa serundeng dan bumbu bubuk kemasan, serta mampu memasarkan produknya lewat pemasaran online. Kesimpulan: Angkringan Masuk Monjok naik kelas karena mampu memproduksi bumbu bubuk kemasan, yang disertai label, dan keterangan pada kemasan, dipromosikan serta dipasarkan melalui pemasaran online agar menjangkau pasar yang lebih luas dengan harga yang sangat terjangkau.
MENGATUR KEUANGAN DI BULAN RAMADHAN DENGAN PENDEKATAN METODE AKUNTANSI Halpiah, Halpiah; Putra, Hery Astika; Ulfah, Baiq Rizka Milania; Rosita, Rosita; Andiana, Baiq Dewi Lita
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1935

Abstract

Uang sebagai alat tukar atau alat pembayaran sekaligus sebagai alat penimbun kekayaan harus di atur dan dikelola dengan bijak serta tepat terutama pada bulan Ramadhan, di mana pengeluaran bertambah disertai dengan adanya kenaikan harga bahan pokok yang membuat ibu rumah tangga kesulitan mengatur keuangannya di karenakan pendapatan tetap tetapi pengeluaran bertambah. Latar belakang inilah yang menjadi acuan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat di laksanakan di salah satu rumah warga beralamat di gang Cendana Asri Kelurahan Babakan kecamatan Sandubaya NTB dengan peserta 10 orang ibu rumah tangga, dilakukan dengan menggunakan dua tahap pelaksanaan. Tahap pertama adalah persiapan dengan metode observasi dan wawancara. Tahap kedua merupakan pelaksanaan dengan metode edukasi, diskusi, praktek, dan evaluasi. Serta hasil pelaksananaan PKM para peserta PKM mampu menambah literasi keuangan, akuntansi bagi ibu rumah tangga sebagai pengetahuan dalam membuat pencatatan pengeluaran harian seseui metode akuntansi agar tidak terjadi pemborosan anggaran selama bulan Ramadhan
Mengalihkan dana latte factor menjadi investasi: solusi smart financial bagi remaja Halpiah, Halpiah; Putra, Hery Astika; Sukriati, Sukriati; Aprilani, Triana Lidona; Ulfah, Baiq Rizka Milania
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23660

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di MA Yususf Abdussatar Dusun Karang Bedil, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Kegiatan pengabdian dilaksanakan berdasarkan hasil analisis permasalahan remaja SMA yang cenderung hidup boros, konsumtif, tidak memiliki dana darurat, sehingga perlu edukasi pengelolaan uang agar mampu memilah kebutuhan dan keinginan serta termotivasi untuk menabung dan berinvestasi secara legal dan logis sejak dini. Peserta PKM adalah pengurus dan anggota OSIS sebanyak 15 siswa bertujuan untuk memberikan pemahaman mengalihkan latte factor menjadi investasi agar menjadi remaja smart financial sejak remaja  kegiatan di lakukan dengan metode FGD antara Tim PKM, peserta dan perwakilan guru pendamping menggunakan pendekatan sosialisasi serta edukasi yang di awali dengan observasi lapangan dan wawancara untuk mensosialisasikan kegiatan, kemudian edukasi melalui presentasi materi dengan tema latte factor, investasi, dan smart financial, dilanjutkan sharing session di akhiri dengan evaluasi yang berfokus pada goal oriented dengan memberikan enam pertanyaan sesuai judul dan materi yang telah disampaikan dengan hasil tes menunjukan setelah kegiatan PKM ada peningkatan pengetahun peserta tentang latte factor, tertarik berinvestasi saham, cryptocurrency, tabungan emas, menabung di bank dan lebih siap menjadi generasi smart finansial yang selalu meningkatkan literasi keuangan dan literasi investasi secara berkesinambungan. Kata kunci: dana latte factor; investasi; smart financial; remaja Abstract Community service was carried out at MA Yususf Abdussatar Karang Bedil Hamlet, Kediri District, West Lombok Regency, NTB. Service activities are carried out based on the results of an analysis of the problems of high school teenagers who tend to live wastefully, are consumptive, do not have emergency funds, so they need money management education so they are able to sort out their needs and desires and are motivated to save and invest legally and logically from an early age. PKM participants are administrators and OSIS members totaling 15 students, aiming to provide an understanding of converting latte factors into investments in order to become financially smart teenagers since they were teenagers. The activity was carried out using the FGD method between the PKM Team, participants and accompanying teacher representatives using a socialization and education approach which started with field observations and interviews to socialize the activities, then education through material presentations with the themes latte factor, investment, and smart finance, followed by a sharing session at the end with an evaluation that focuses on goal oriented by giving six questions according to the title and material that has been presented with the test results shows that after the PKM activity there was an increase in participants' knowledge about the latte factor, they were interested in investing in shares, cryptocurrency, gold savings, saving in banks and were better prepared to become a financially smart generation who always increase financial literacy and investment literacy on an ongoing basis. Keywords: latte factor fund; investment; smart financial; teenager
Meminimalisir Kerugian Usaha Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Berbasis Data Base Pelanggan Ulfah, Baiq Rizka Milania; Halpiah, Halpiah; Arianti, Nabila Finda; Ayu, Lisna; Adwiyah, Rabiatul; Putra, Hery Astika; Aryandani, Aisyah; Arfin, Ahmad
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.18040

Abstract

This community service activity aims to minimize business losses by applying the Economic Order Quantity (EOQ) method, which optimizes inventory ordering to reduce costs based on customer database analysis. The implementation of this program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, consisting of several stages: pre-implementation, education, mentoring, training, and evaluation. The results show a significant reduction in business losses from 40% to 10%. In addition, sales increased from 30% to 60%, and customer growth rose from 33% to 67%. The impact of this program indicates that the partner is now able to reduce business losses, increase sales, expand the customer base, and develop two new banana-based product variants—pisang molen and pisang sale—which contribute to higher business profits.