Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Effect of Playing Plasticine on the Fine Motor Development of Children Aged 4-6 Years in Kindergarten Safari, Ganjar; Al Syurfah, Zein; Yusfar, KM; Pujiastuti, Liana
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 12 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i12.223

Abstract

Introduction: Fine motor development in children aged 4-6 years is able to use scissors correctly, write numbers, letters, draw body parts. However, the facts in the field, especially in Widuri Kindergarten, SKB Playschool, Mawar Putih Playschool, there are still many children aged 4-6 years who are not able to hold a pencil properly, have not been able to hold scissors and hold the crayon correctly and even draw body parts are not able to cause problems with children's fine motor development that is slow and causes obstacles to children in completing their tasks. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of playing plasticine on fine motor development of children aged 4-6 years kindergarten in Baleendah Village, Bandung Regency. Method: The method used in this study is with experimental methods with Quasi Experimental Design research design. Result and Discussion: The statistical test in this study is Mc Nemar obtained results with p-value (Asymp. Sig 2 tailed) of 0.0001 < 0.05, it can be concluded that there is an effect of playing plasticine on fine motor development in children aged 4-6 years kindergarten in Baleendah Village, Bandung Regency. Conclusion: Through this study there are results that playing plasticine has an influence on children's fine motor development, therefore it is hoped that learning methods by utilizing plasticine play can be applied in kindergartens in Baleendah Village
Pengaruh Media Flashcard Terhadap Kemampuan Kognitif Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Cahaya Kirana Rima Gustiana; Riska Fauziah Nurmala; Safari, Ganjar
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/9r3vwc59

Abstract

Indonesia merupakan negara ketiga dengan pertumbuhan dan perkembangan anak terendah di regional asia tenggara. Perkembangan anak yang belum sesuai akan berdampak buruk pada proses pembelajaran membaca anak untuk kedepannya Kemampuan anak masih terbatas tetapi seiring bertambahnya usia perkembangan fisik dan kognitif anak akan berkembang. Seperti yang ditemukan di TK Cahaya Kirana terdapat beberapa anak yang belum mampu mengenal 26 huruf secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media flashcard terhadap kemampuan kognitif bepikir simbolik pada anak usia 4-6 tahun Di TK Cahaya Kirana Desa Manggung Harja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan Quasi Eksperimental Design adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Desain sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 orang sampel intervensi dan 16 sampel kontrol.  Pengolahan data mengunakan Uji NonParametric Wilxocon dan Uji Mann-Whitney U. hasil analisis menunjukan nilai p=value 0,0001 < 0,05, mengidentifikasi bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan media flashcard dan dapat disimpulkan bahwa media flashcard memiliki pengaruh meningkatkan kemampuan kognitif berpikir simbolik pada anak.
Hubungan Bermain Game Online Dengan Perilaku Kekerasan Verbal Pada Siswa Kelas XI Di SMK Informatika safari, ganjar; Shinta Safari; Jahirin
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1328

Abstract

Tindakan menyakiti orang lain yang bertentangan dengan keinginan seseorang dianggap agresif. Game online dengan tema kekerasan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain game online dengan perilaku kekerasan verbal pada siswa kelas XI SMK Dienul Islam. Rancangan penelitian menggunakan studi korelasional dengan Teknik Non Probability sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrumen. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Rank Spearman p-value 0,028 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan bermain game online dan perilaku kekerasan. Peneliti dapat menyarankan untuk mempersingkat jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game online.
Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Erin Rika Herwina; safari, ganjar; Sheila Adelia Mardiyah; Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1330

Abstract

Secara umum, makanan anak yaitu gizi terus menjadi masalah di berbagai daerah khususnya di Indonesia, salah satu variabelnya itu ekonomi. Status sehat balita merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh semua wali. Kekurangan gizi ini, yang ternyata bersifat irreversible (tidak dapat diubah), menjadi alasan mengapa tumbuh kembang anak perlu diperhatikan. Di Puskesmas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana status ekonomi dan gizi anak usia 1-3 tahun terkait dengan masa pandemi Covid-19. Teknik eksplorasi semacam ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan rencana penelitian laporan kooperatif dengan metodologi crosssectional. contoh 36 orang. Alatnya dengan memanfaatkan lembar jajak pendapat dan persepsi dengan menggunakan pangkat spearman. Konsekuensi dari pemeriksaan status keuangan umumnya adalah ekonomi sedang, yaitu sebanyak 34 responden (94,4%) dan sejumlah kecil memiliki status keuangan yang tinggi, khususnya 2 responden (5,6%). Status gizi sebagian besar adalah gizi baik dengan jumlah 26 responden (72,2%), gizi kurang dengan jumlah 6 responden (19,4%) dan sebagian kecil kelebihan berat badan dengan jumlah 3 responden (8,3%) . H0 ditolak karena uji rank Spearman mengungkapkan adanya hubungan antara nilai (0,001) dan alpha (0,05). Dari sini dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kondisi keuangan keluarga dengan status gizi anak usia 1 sampai 3 tahun tergolong sedang dan memiliki hubungan yang searah.
Hubungan Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Gangguan Ketajaman Penglihatan Mata Pada Anak Usia 6-12 Tahun Nandar Wirawan; Fridayanti Nurviria; safari, ganjar
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1331

Abstract

Ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah yang umum terjadi pada anak-anak. Saat menggunakan gadget ada empat faktor perilaku yang dapat mempengaruhi ketajaman visual anak-anak, termasuk durasi penggunaan gadget, visibilitas saat menggunakan gadget, posisi saat menggunakan gadget, intensitas pencahayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan dan penurunan ketajaman penglihatan mata pada anak usia 6 sampai 12 tahun. Sebuah studi korelasional cross sectional yang digunakan sebagai desain penelitian. Sampel sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ketajaman penglihatan responden berada dalam rentang normal (55%) dari hasil penelitian uji chi-square dengan nilai p value 0,084 (p<0,005). Demikian hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku penggunaan gadget dan gangguan ketajaman penglihatan mata pada anak usia 6 sampai 12 tahun. Saran untuk responden untuk dapat membatasi dan mengurangi dalam menggunakan gadget agar kesehatan mata tidak terganggu.
Pengaruh Senam Irama Ceria Terhadap Keseimbangan Tubuh Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Riska Fauziah; Kunkun Muhammad Yusfar; safari, ganjar; Fina Annisa
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1486

Abstract

Masalah keseimbangan tubuh ketidakmampuan mencapai keseimbangan yang optimal dapat mengakibatkan tergangguannya aktivitas fungsional sehari-hari membuat anak lebih mudah terjatuh dan cedera, sulit menstabilkan tubuh saat bagian tubuh lain bergerak, sulit mempertahankan postur tubuh saat duduk, berdiri, berjalan dan berlari, dan kesulitan melakukan beragam gerakan lainnya. Upaya meningkatkan keseimbangan tubuh dengan bermain senam irama ceria.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam irama ceria terhadap keseimbangan tubuh anak usia 4-6 tahun di TK Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan Quasi Eksperimen dengan 15 sampel eksperimen dan 15 sampel kontrol, Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling kuota. Pengolahan data mengunakan uji non parametrik Wilcoxon dan uji Mann-Whitney U. hasil didapatkan pengaruh pada kelompok intervensi (p=value 0,001) artinya terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok intervensi dan kontrol (p=value 0,05) artinya dilakukan senam irama ceria memiliki pengaruh meningkatkan keseimbangan tubuh anak dan pada kelompok kontrol ada pengaruh namun tidak signifikan berbeda dengan yang diberikan stimulasi terapi bermain senam irama ceria.
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Bipolar di Panti Rehabilitasi Kabupaten Garut Liana Pujiastuti; safari, ganjar; Devi Septiani
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1487

Abstract

Dukungan Keluarga merupakan peranan penting yang bersifat mendukung selama masa penyembuhan dan pemulihan. Dukungan keluarga pada pasien bipolar yaitu menggunakan dukungan pengharapan, dukungan instrumental, dukungan informasi, dukungan emosional. Kepatuhan minum obat dipengaruhi perilaku kepatuhan terhadap program pengobatan. Pasien yang patuh berobat adalah yang menyelesaikan pengobatan secara teratur dan lengkap tanpa terputus selama minimal 6 bulan sampai 9 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien bipolar. Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kuantitatif dengan desain studi kolerasi, menggunakan metode pendekatan cros sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 23 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian dukungan keluarga menggunakan lembar kuesioner dan isntrumen penelitian kepatuhan minum obat menggunakan lembar kuesioner MMAS-8, dengan pengolahan data menggunakan Uji Statistic Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga pada pasien bipolar sebagian besar sering (73,3%). Kepatuhan minum obat sebagian besar sedang (56,5%). Hasil analisis Rank Spearman menunjukan ?-value = 0,019 < (0,05) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Arah hubungan yang positif dengan kategori kekuatan hubungan sedang dengan nilai coefficien corelation 0,483*. Sehingga H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien penderita bipolar.
Teknologi Virtual Reality Terhadap Kecemasan Anak : Systematic Rieview safari, ganjar
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1491

Abstract

Menjalani perawatan di rumah sakit merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi anak. Kecemasan dan ketakutan juga dialami anak saat menjalani perawatan di rumah sakit oleh karena adanya prosedur pemeriksaan, prosedur invasif maupun prosedur operasi. Distraksi merupakan teknik nonfarmakologis yang efektif dan mudah digunakan untuk memanajemen kecemasan dan ketakutan. Salah satu cara yang mudah, aman dan murah untuk mengurangi kecemasan anak adalah melalui Distraksi Virtual Reality. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui pengaruh distraksi virtual reality terhadap kecemasan anak. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dari penelitian terkontrol secara acak. Sebuah strategi pencarian yang komprehensif dilakukan dengan menggunakan database kunci seperti PubMed dan Science Direct untuk mendapatkan studi yang relevan. Hasil yang ditemukan adalah 9 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan. Artikel ini menunjukkan bahwa efek distraksi virtual reality secara statistik terbukti efektif dan secara signifikan mengurangi kecemasan anak. Strategi Pengalihan atau distraksi terhadap visual anak dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan yang potensial untuk meredakan kecemasan dan dapat menjadi pendekatan praktis untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak dengan memperhatikan video virtual reality yang disenangi oleh anak. Distraksi virtual reality dapat dianggap sebagai intervensi nonfarmakologis tambahan dalam menghadapi situasi klinis yang menyebabkan kecemasan pada anak.
Peningkatan pengetahuan pola makan sehat untuk pencegahan gastritis pada petani Holida, Siti Solihat; Safari, Ganjar; Yuliana, Lia
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2606

Abstract

Background: Gastritis is a common digestive health problem among productive age groups, including farmers, due to irregular eating patterns and inappropriate food choices. Farmers' physically demanding work activities and long working hours often lead to delayed mealtimes, increasing the risk of gastritis. Purpose: To increase farmers' knowledge about healthy eating habits as a means of preventing gastritis. Method: This community service activity was conducted on January 18th in Mekarsari Village, Cimaung District, involving 10 farmers as respondents. This community service activity used an educational and participatory approach based on community nursing, oriented towards increasing knowledge and empowering farmers in gastritis prevention efforts through the implementation of healthy eating habits. The extension material was delivered through interactive lectures supported by posters and leaflets, combined with discussions and questions and answers. Respondents' knowledge levels were measured using questionnaires administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). A descriptive qualitative evaluation was conducted by comparing changes in respondents' knowledge levels between before and after the educational activity. Results: The average age of respondents was 39.2 years with a standard deviation of ±8.79 years. Most respondents were aged 40–49 years (40.0%). 50.0% of respondents were male and 50.0% were female. The educational level of respondents was 40.0% elementary school graduates, 40.0% junior high school graduates, and 20.0% high school graduates. The majority of respondents had worked as farmers for >10 years (6 respondents) and most respondents had a history of stomach complaints (8 respondents) (80.0%). There was an increase in respondents' knowledge about diet and gastritis prevention to 80.0% (post-test) in the good category from 60.0% before the educational activity (pre-test). Conclusion: The Community Service (PKM) activity, which provided education on healthy eating patterns for farmers, effectively increased participants' knowledge of healthy eating principles and gastritis prevention efforts. This activity also provided relevant benefits that can be continued and developed as a promotional and preventive program in the community, particularly for groups of farmers at risk of gastric health problems, thereby contributing to improving community health. Suggestion: It is hoped that the community will apply and share health information related to the knowledge gained regarding regular mealtimes and selecting safe foods for the stomach in their daily lives. Community Health Centers are also expected to collaborate with relevant parties to ensure the sustainability of community-based health education programs as a promotional and preventive effort, particularly in preventing gastritis. Keywords: Health education; Gastritis; Community health; Farmers; Healthy eating patterns Pendahuluan: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran cerna yang sering dialami oleh kelompok usia produktif, termasuk petani, akibat pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang kurang sesuai. Aktivitas kerja petani yang menuntut fisik tinggi dan waktu kerja panjang sering kali menyebabkan keterlambatan waktu makan sehingga meningkatkan risiko terjadinya gastritis. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan petani mengenai pola makan sehat sebagai upaya pencegahan gastritis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 18 Januari di Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, dengan melibatkan 10 orang petani sebagai responden. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis keperawatan komunitas, yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan serta pemberdayaan petani dalam upaya pencegahan gastritis melalui penerapan pola makan sehat. Materi penyuluhan disampaikan melalui ceramah interaktif yang dibantu media poster dan leaflet serta dikombinasikan dengan diskusi dan tanya-jawab. Tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner yang dilakukan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan perubahan tingkat pengeteahuan responden antara sebelum kegiatan edukasi dengan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 39.2 tahun dengan standar deviasi ±8.79 tahun, sebagian besar responden berusia 40–49 tahun sebesar 40.0%. Responden yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 50.0% dan berjenis kelamin perempuan juga sebesar 50.0%. Tingkat pendidikan responden yaitu sebesar 40.0% adalah tamatan SD, sebesar 40.0% adalah tamatan SMP, dan sebesar 20.0% adalah tamatan SMA. Mayoritas responden memiliki status pekerjaan sebagai petani selama >10 tahun yaitu sebesar 60.0%, dan sebagian besar responden memiliki riwayat keluhan pada lambungnya yaitu sebanyak 8 responden (80.0%). Terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang pola makan dan pencegahan gastritis dalam kategori baik menjadi sebesar 80.0% (post-test) dari sebesar 60.0% sebelum kegiatan edukasi (pre-test). Simpulan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi pola makan sehat pada petani secara efektif memberikan peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip pola makan sehat dan upaya pencegahan gastritis. Kegiatan ini juga memberikan manfaat yang relevan untuk dilanjutkan dan dikembangkan sebagai program promotif dan preventif di masyarakat, khususnya pada kelompok petani dengan risiko gangguan kesehatan lambung sehingga berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas. Saran: Diharapkan kepada masyarakat dapat menerapkan dan saling berbagi informasi kesehatan terkait pengetahuan yang telah diperoleh mengenai keteraturan waktu makan dan pemilihan jenis makanan yang aman bagi lambung dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan juga kepada Puskesmas untuk melakukan kolaborasi dengan pihak terkait dalam menjamin program edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif, khususnya dalam pencegahan penyakit gastritis.