Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Baru dalam Mendorong Kemandirian Desa: Studi Kasus Air Terjun Si Kitang Zahra, Izzatun; Reiza D. Dienaputra; Bambang Hermanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10678

Abstract

Desa Sungai Geringging, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam melalui kegiatan trekking, menyusuri sungai, dan keberadaan jejak kaki pada bebatuan yang diyakini masyarakat sebagai peninggalan purba. Penelitian ini merupakan kajian pertama di lokasi tersebut dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki daya tarik unik, Air Terjun Si Kitang belum dikembangkan secara optimal. Pengelolaannya masih terbatas, ditandai dengan belum terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan pariwisata, serta akses jalan yang belum memadai. Diperlukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Air Terjun Si Kitang. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan Sungai Geringging sebagai desa wisata. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menambahkan variabel analisis ekonomi dan sosial budaya, serta menggabungkan metode kuantitatif guna mengukur dampak pengembangan secara lebih terukur.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS DESA BANDASARI MELALUI LITERASI DIGITAL UNTUK PENGUATAN SMART RURAL TOURISM BERBASIS KOMUNITAS Novianti, Evi; Endyana, Cipta; Yustikasari, Yustikasari; Lukman, Kevin Muhamad; Putra, Adhika Graha Irianto; Lazuardina, Annisa; Delamontano, Eldo; Baituloh, Taqiy Gusdi; Prasetya, Zendra Haris; Zahra, Izzatun
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.69181

Abstract

Digitalization in rural tourism villages is often reduced to social media promotion, emphasizing visual branding instead of data-based destination management. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen digital literacy in Bandasari Tourism Village by integrating Global Positioning System (GPS) technology, GPS Exchange Format (GPX) data, and storytelling as community-based destination management tools. Using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, residents were positioned as active decision-makers. The program consisted of three stages: identifying tourism potential through participatory discussions, training residents to collect and interpret GPS–GPX spatial data, and developing narrative descriptions of tourism waypoints. Data were obtained through participatory observation, focus group discussions, and documentation. The results show a shift in the community’s perception of digitalization. Waypoints, initially viewed only as coordinates, evolved into narrative points representing local identity, enabling the creation of a digital story map. The community also began linking waypoints to local micro-businesses, strengthening the village’s economic network and reducing dependence on individuals with localized knowledge.Digitalisasi di desa wisata perdesaan sering kali direduksi hanya pada promosi melalui media sosial, dengan penekanan pada pencitraan visual dibandingkan pengelolaan destinasi berbasis data. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital di Desa Wisata Bandasari melalui integrasi teknologi Global Positioning System (GPS), data GPS Exchange Format (GPX), dan pendekatan storytelling sebagai alat pengelolaan destinasi berbasis komunitas. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat diposisikan sebagai pengambil keputusan aktif. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu: identifikasi potensi wisata melalui diskusi partisipatif, pelatihan masyarakat dalam pengumpulan dan pembacaan data spasial GPS–GPX, serta penyusunan deskripsi naratif pada titik-titik wisata (waypoints). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran persepsi masyarakat terhadap digitalisasi. Waypoints yang semula dipahami hanya sebagai koordinat berkembang menjadi titik-titik naratif yang merepresentasikan identitas lokal, sehingga memungkinkan terbentuknya peta cerita digital (digital story map). Masyarakat juga mulai mengaitkan waypoints dengan usaha mikro lokal, yang memperkuat jejaring ekonomi desa serta mengurangi ketergantungan pada individu-individu dengan pengetahuan lokal yang bersifat personal.