Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perception of Conventional Cigarettes and Vaping among Smokers and Nonsmokers: A Cross-sectional Study Gunardi, Indrayadi; Amtha, Rahmi; Hartanto, Firstine Kelsi; Falatehan, Niko; Heriandi, Alyah; Kurniawan, Angelita Victoria; Nadiah, Najla; Poedjiastoeti, Wiwiek; Andrijanto, Andrijanto; Sari, Elizabeth Fitriana
Journal of Dentistry Indonesia Vol. 32, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objectives: The growing popularity of vaping has introduced additional challenges, as potential health risks are still under investigation. Exploring differences in smoking perceptions between smokers and non-smokers could provide valuable insights into smoking behavior and inform effective intervention strategies. This study aimed to evaluate and compare the perceptions of smoking, specifically vaping and conventional cigarette use, among young adult smokers and non-smokers. Methods: An analytical cross-sectional design was employed, with 542 university students included through random sampling, using a questionnaire consisting of 8 items. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and Rasch model analysis. Results: Of the subjects, 259 (48%) used vapes and 283 (52%) were non-smokers. The age distribution was as follows: under 19 years (13.51% vs 38.87%), 19-20 years (46.33% vs 32.16%), and over 21 years (40.15% vs 28.98%). The Wright map indicated perceptual differences between smokers and non-smokers, with smokers showing greater agreement with smoking perceptions (>1 logit). Significant differences (p < 0.001) were found in each item across all groups. Conclusion: The study identified distinct perceptual differences regarding smoking between smokers and non-smokers, with smokers having a more favorable perception towards smoking. Non-smokers generally showed a stronger aversion to conventional cigarettes compared to electronic ones. These findings underscore the importance of developing targeted smoking cessation programs that address the specific perceptions and attitudes of both groups.
Upaya Puskesmas Kalideres Dalam Deteksi Dini dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Sari, Helvyda; Sidabuta, Jane; Marliani, Cecilia; Fikriyanti, Adellia; Heriandi, Alyah; Yaputri, Beatrice Aprilia; Wangsa, Clarissa Wiemputri; Amelia, Dinda Syafiqa; Amanda, Felicia; Nabilah, Gandiz Ayu
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4125

Abstract

Anemia pada remaja putri umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat menstruasi, pola makan tidak seimbang, dan kebiasaan diet. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Data nasional dan lokal menunjukkan peningkatan prevalensi anemia pada remaja,, yang menegaskan urgensi pelaksanaan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas Kalideres turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan anemia remaja di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui upaya Puskesmas Kalideres dalam deteksi dini dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Kalideres tahun ajaran 2023/2024. Hasil: Dari 5150 remaja putri yang menjadi sasaran, sebanyak 5.077 (98,58%) telah menjalani skrining kadar hemoglobin. Jumlah remaja putri kelas 7 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.431 (49,62%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 600 (20,81%), anemia sedang sebanyak 825 (28,61%), anemia berat sebanyak 6 (0,21%). Sedangkan total remaja putri kelas 10 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.328 (60,56%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 666 (30,37%), anemia sedang sebanyak 651 (29,69%), anemia berat sebanyak 11 (0,50%). Penanggulangan dilakukan melalui skrining anemia di sekolah, pemberian TTD sesuai tingkat anemia, edukasi gizi, dan rujukan kasus anemia berat ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Puskesmas Kalideres menjalankan program deteksi dini dan penanggulangan anemia dengan cakupan luas serta pendekatan multisektoral yang efektif dalam mengidentifikasi dan menangani anemia pada remaja putri.