Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Self Care Management Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Ayunda; Wahyunah; Titin Hidayatin
MEJORA Medical Journal Awatara Vol 1 No 1 (2023): OKTOBER
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/mejora.v1i1.51

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan , namun dapat dikontrol melalui perilaku self care management. Perilaku self care management melalui pengaturan pola makan (diet), aktivitas fisik/olahraga, monitoring gula darah, dan kepatuhan konsumsi obat. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care management dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Artikel dipilih melalui skrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Batasan tahun terbit artikel yaitu dari tahun 2010 s.d 2020. Sampel penelitian yang digunakan minimal 30 responden. Hasil: Berdasarkan 10 artikel penelitian yang didapatkan bahwa self care management berhubungan dengan kadar glukosa darah. (p-value = < 0,05). Kesimpulan: Self care management berhubungan dengan kadar glukosa darah. Saran ditujukan untuk perawat agar memasukan intervensi diabetic self care management education sebagai upaya promotif dan preventif pada penderita DM dalam mengontrol kadar glukosa darah.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Pada Bayi Usia Hidayatin, Titin; Purbasary, Eleni Kenanga; Hikmawati, Kitri; Fitriyani, Fitriyani
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1273

Abstract

MP-ASI dini merupakan makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi usia <6 bulan, pemberian MP-ASI dini disebabkan karena berbagai faktor seperti predisposisi, pendukung, dan pendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia < 6 bulan. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia < 6 bulan sebanyak 260 responden dengan sampel sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian didapatkan bahwa variabel yang tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah pendidikan (p value 0,064), pekerjaan (p value 0,431), dan pengetahuan (p value 0,390). Variabel yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah dukungan keluarga (p value 0,012) dan peran petugas kesehatan (p value 0,048). Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam pemberian MP-ASI dini terutama yang tinggal serumah dengan nenek atau anggota keluarga lainya serta peran petugas kesehatan juga berperan penting dalam pemberian MP-ASI karena dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memilih memberikan MP-ASI dini atau tidak.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Pada Usia Toddler: Hidayatin, Titin; Kamsari, Kamsari; Purbasary, Eleni Kenanga; Handayani, Eka Juwita; Riyanto, Riyanto; Jannah, Putri Rakhmatul
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1928

Abstract

Tahap toddler merupakan periode perkembangan krusial yang berperan penting dalam membentuk kualitas hidup pada tahap-tahap selanjutnya. Hambatan perkembangan yang terjadi pada fase ini dapat menyebabkan penyimpangan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Aspek biologis, psikologis, dan lingkungan dianggap memengaruhi pencapaian hasil perkembangan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan toddler. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki toddler yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kroya, dengan total 93 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu, sikap, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan, sedangkan perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan toddler (p = 0,013). Sebaliknya, sikap ibu (p = 0,167), tingkat pendidikan (p = 0,558), dan status pekerjaan (p = 0,482) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perkembangan anak. Simpulannya, penelitian ini menekankan bahwa pengetahuan ibu merupakan faktor dominan dalam mendukung perkembangan optimal pada masa toddler. Oleh karena itu, puskesmas didorong untuk memperkuat peran promotif dan preventif dengan memberikan edukasi, konseling, dan pemantauan perkembangan secara berkala untuk mencegah keterlambatan perkembangan sejak dini.