Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DAN USIA KEHAMILAN IBU DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022: THE RELATIONSHIP BETWEEN AMNIOTIC EARLYCAH AND MATERNAL GESTATIONAL AGE WITH THE INCIDENCE OF NEONATORAL ASPHYXIA IN RSUD KABUPATEN INDRAMAYU Hikmawati, Kitri; Purbasary, Eleni Kenanga; Riyanto; Parawangsa, Khofifah Indar
WELL BEING Vol 8 No 2 (2023): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v8i2.218

Abstract

Early rupture of the amniotic is one of the causes of asphyxia because the rupture of the oligohydramnios membrane that presses on the umbilical cord so that it experiences asphyxia so that gestational age is related to asphyxia because the aging process causes the placenta to function less optimally so that it can cause asphyxia. This purpose is to determine the relationship between early rupture of amniotics and maternal gestational age with the incidence of neonatoral asphyxia at the RSUD Kabupaten Indramayu in 2022. This studied used a cross-sectional design analytical descriptive method using a Retrospective approach, the population in my studied was all babies who experienced asphyxia with a total sample of 80 respondents using simple random sampling while the research instrument used a checklist sheet of research data using secondary data from medical records, and data analysis techniques using the Chi Square test by reading using pearson chi square. The results of this studied showed no relationship between the amniotic rupture early and the incidence of neonatoral asphyxia (p-value 0.408), and there was no relationship between the gestational age of the mother and the incidence of neonatoral asphyxia (p-value 0.424), because the results of this studied did not have a relationship, it was believed that there were other factors that influenced the incidence of neonatoral asphyxia, namely factors of maternal state, preeclampsia, bleeding, and old or stalled partus. The advice in this studied is that it is hoped that future studies will examine samples of babies who have asphyxia and do not experience asphyxia because it is to be a comparison and further analysis is carried out to make it more valid.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Pada Bayi Usia Hidayatin, Titin; Purbasary, Eleni Kenanga; Hikmawati, Kitri; Fitriyani, Fitriyani
Bima Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1273

Abstract

MP-ASI dini merupakan makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi usia <6 bulan, pemberian MP-ASI dini disebabkan karena berbagai faktor seperti predisposisi, pendukung, dan pendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia < 6 bulan. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia < 6 bulan sebanyak 260 responden dengan sampel sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian didapatkan bahwa variabel yang tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah pendidikan (p value 0,064), pekerjaan (p value 0,431), dan pengetahuan (p value 0,390). Variabel yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah dukungan keluarga (p value 0,012) dan peran petugas kesehatan (p value 0,048). Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam pemberian MP-ASI dini terutama yang tinggal serumah dengan nenek atau anggota keluarga lainya serta peran petugas kesehatan juga berperan penting dalam pemberian MP-ASI karena dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memilih memberikan MP-ASI dini atau tidak.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seksual Remaja Aeni, Wiwin Nur; Purbasary, Eleni Kenanga; Andreyna, Vina Rossehaty
Bima Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1341

Abstract

Perilaku seksual remaja adalah tindakan yang dilakukan remaja berhubungan dengan dorongan seksualitas baik dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya. Hingga saat ini angka kejadian perilaku seksual remaja diindonesia cukup mengkhawatirkan. Diindonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaha perempuan usia <19 tahun yang mengaku pernah melakukan seks bebas. Adapun dampak yang beresiko seperti terganggunya masalah biologis, psikologis dan kultural. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja, salah satunya adalah media informasi dan perkembangan teknologi dalam menggunakan media sosial patut disikapi dengan bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah desain analitik korelasi dengan  pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu sebanyak 698 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin, sampel diambil dengan proporional random sampling, sebanyak 258 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data analisis menggunakan Chi-Square. Penggunaaan media sosial dalam kategori tinggi sebanyak 143 (55,4%) responden, perilaku seksual remaja dalam kategori perilaku menyimpang sebanyak 143 (55,4%) responden, Kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu dengan hasil analisa diperoleh nilai p-value 0,000 (a = 0,05).  Saran untuk pihak sekolah bisa memberikan arahan kepada siswa agar bijak menggunakan media sosial sehingga bisa mencegah perilaku seksual remaja.
Pemberian Edukasi Kesehatan pada Orang Tua Mengenai Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Usia Pra Sekolah di TK PUI II Sindang: Providing Health Education to Parents Regarding Prevention of Sexual Violence in Preschool Age Children at TK PUI II Sindang Sholihah, Amalia Rizqi; Irmawati, Novi Dwi; Hardivianty, Cynthia; Purbasary, Eleni Kenanga
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 11 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i11.7653

Abstract

Sexual violence is one of the problems that most often occurs in children. Children who have been victims of sexual violence will experience several negative impacts such as emotions, depression, loss of appetite, introversion, insomnia, and inability to focus at school. This community service activity aims to increase parents' knowledge about preventing sexual violence in pre-school children. The method used is lecture and question and answer. Activity procedures include a pre-test, providing material on preventing sexual violence against children, discussion, giving leaflets and post-test. The targets of this community service activity were parents whose children attended TK PUI II Sindang with a total of 23 respondents. Before the counseling was given, more than half (52.2%) of the participants already had good knowledge and after the counseling was given the parents' knowledge increased (100%). There is an increase in knowledge among parents after being given health education. Community service activities need to be carried out on an ongoing basis so that acts of sexual violence against children do not occur.
Maternal Knowledge about Breastfeeding Techniques and Burping Techniques with Regurgitation Events in Infants 0-6 Months Purbasary, Eleni Kenanga; Mukidin, Ali Musthofa Bin; Yuneri, Yuneri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1477

Abstract

Regurgitation is the release of part of the milk that has been swallowed through the mouth without force. The factors that play a role in the occurrence of regurgitation is the mother's level of knowledge regarding proper breastfeeding and burping techniques. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge about breastfeeding techniques and burping techniques with the frequency of regurgitation. The study design was cross-sectional with a population of breastfeeding mothers aged 0–6 months in the Karangampel Health Center work area. Total sampling with 96 subjects. Data were collected through questionnaires. The results of the study showed that 25 mothers (67,6%) had sufficient knowledge about breastfeeding techniques, with occasional regurgitation p-value 0,000 (p-value<0,05) indicating a significant relationship. A total of 37 mothers (77,1%) had sufficient knowledge about burping techniques, also with occasional regurgitation p-value 0,000 (?0,05). Maternal knowledge plays an important role in the implementation of correct breastfeeding and burping techniques. Therefore, every mother needs to understand and practice these techniques well. Given the importance of the influence of knowledge on preventing regurgitation, it is recommended that health workers routinely provide education on correct breastfeeding and burping techniques to reduce the risk of regurgitation in infants.
Gambaran Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Indramayu Purbasary, Eleni Kenanga; Virgiani , Bestina Nindy; Hikmawati, Kitri
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v1i2.829

Abstract

Asfiksia Neonatorum merupakan kegagalan nafas untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Asfiksia merupakan masalah yang biasa terjadi pada bayi baru lahir. Angka kematian bayi terutama pada masa neonatal masih cukup tinggi dan menjadi masalah kesehatan baik secara global, regional, maupun di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengambarkan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kabupaten Indramayu. Desain pada penelitian ini adalah diskriptif. Populasi penelitian ini adalah 178 neonatus yang lahir pada bulan Januari-April 2021. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel penelitian ini yaitu kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data dengan melihat data rekam medik bayi yang lahir pada bulan Januari-April 2021. Hasil pada penelitian ini adalah kejadian asfiksia dari 178 responden mengalami asfiksia. Simpulan bahwa masih ada cukup banyak bayi yang lahir dengan kejadian asfiksia, oleh karena itu pentingnya pendidikan kesehatan bagi ibu hamil mengenai pemantauan secara rutin dan kunjungan kehamilan yang teratur.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Pada Bayi Usia Hidayatin, Titin; Purbasary, Eleni Kenanga; Hikmawati, Kitri; Fitriyani, Fitriyani
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1273

Abstract

MP-ASI dini merupakan makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi usia <6 bulan, pemberian MP-ASI dini disebabkan karena berbagai faktor seperti predisposisi, pendukung, dan pendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia < 6 bulan. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia < 6 bulan sebanyak 260 responden dengan sampel sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian didapatkan bahwa variabel yang tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah pendidikan (p value 0,064), pekerjaan (p value 0,431), dan pengetahuan (p value 0,390). Variabel yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini adalah dukungan keluarga (p value 0,012) dan peran petugas kesehatan (p value 0,048). Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam pemberian MP-ASI dini terutama yang tinggal serumah dengan nenek atau anggota keluarga lainya serta peran petugas kesehatan juga berperan penting dalam pemberian MP-ASI karena dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memilih memberikan MP-ASI dini atau tidak.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seksual Remaja Aeni, Wiwin Nur; Purbasary, Eleni Kenanga; Andreyna, Vina Rossehaty
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1341

Abstract

Perilaku seksual remaja adalah tindakan yang dilakukan remaja berhubungan dengan dorongan seksualitas baik dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya. Hingga saat ini angka kejadian perilaku seksual remaja diindonesia cukup mengkhawatirkan. Diindonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaha perempuan usia <19 tahun yang mengaku pernah melakukan seks bebas. Adapun dampak yang beresiko seperti terganggunya masalah biologis, psikologis dan kultural. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja, salah satunya adalah media informasi dan perkembangan teknologi dalam menggunakan media sosial patut disikapi dengan bijak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah desain analitik korelasi dengan  pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu sebanyak 698 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin, sampel diambil dengan proporional random sampling, sebanyak 258 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data analisis menggunakan Chi-Square. Penggunaaan media sosial dalam kategori tinggi sebanyak 143 (55,4%) responden, perilaku seksual remaja dalam kategori perilaku menyimpang sebanyak 143 (55,4%) responden, Kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 1 Losarang Kabupaten Indramayu dengan hasil analisa diperoleh nilai p-value 0,000 (a = 0,05).  Saran untuk pihak sekolah bisa memberikan arahan kepada siswa agar bijak menggunakan media sosial sehingga bisa mencegah perilaku seksual remaja.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu Aeni, Wiwin Nur; Purbasary, Eleni Kenanga; Rahayu, Puput
Bima Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1342

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan suatu indikator untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil yang mengalami KEK akan berdampak pada ibu ataupun janinnya. Kekurangan Energi Kronik (KEK) dapat dipengaruhi oleh salah satunya adalah pola makan. Pola makan merupakan suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah, frekuensi dan jenis makanan untuk mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah 202 responden ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah  67 responden menggunakan rumus slovin. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 41 responden (61.2%) dalam kategori pola makan baik, dan sebanyak 58 responden (86.6%) dalam kategori tidak mengalami KEK. Hasil uji bivariat P-Value 0,294 (a = 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, sehingga  tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan ibu hamil dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Losarang Kabupaten Indramayu. Saran untuk pihak puskesmas selanjutnya perlu melakukan upaya yang bisa meningkatkan kesehatan ibu dan menghindari kejadian KEK.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Pada Usia Toddler: Hidayatin, Titin; Kamsari, Kamsari; Purbasary, Eleni Kenanga; Handayani, Eka Juwita; Riyanto, Riyanto; Jannah, Putri Rakhmatul
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1928

Abstract

Tahap toddler merupakan periode perkembangan krusial yang berperan penting dalam membentuk kualitas hidup pada tahap-tahap selanjutnya. Hambatan perkembangan yang terjadi pada fase ini dapat menyebabkan penyimpangan yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Aspek biologis, psikologis, dan lingkungan dianggap memengaruhi pencapaian hasil perkembangan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan toddler. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki toddler yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kroya, dengan total 93 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner yang mengukur pengetahuan ibu, sikap, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan, sedangkan perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan toddler (p = 0,013). Sebaliknya, sikap ibu (p = 0,167), tingkat pendidikan (p = 0,558), dan status pekerjaan (p = 0,482) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perkembangan anak. Simpulannya, penelitian ini menekankan bahwa pengetahuan ibu merupakan faktor dominan dalam mendukung perkembangan optimal pada masa toddler. Oleh karena itu, puskesmas didorong untuk memperkuat peran promotif dan preventif dengan memberikan edukasi, konseling, dan pemantauan perkembangan secara berkala untuk mencegah keterlambatan perkembangan sejak dini.