Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Minat Belajar dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Puteri, Nur Ananda; Heiriyah, Ainun; Hayati, Sri Ayatina
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1445

Abstract

Hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar sangat mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik siswa. Dukungan positif dari teman sebaya berperan sebagai pendorong yang membangkitkan motivasi serta minat belajar siswa, sehingga membantu siswa menghindari perilaku bertahan nunda dalam memenuhi tanggung jawab akademik dengan menyelesaikan tugas. Riset ini dimaksudkan guna memahami dan menganalisis bentuk sekaligus kekuatan hubungan antara interaksi teman sebaya dan minat belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metode korelasional kuantitatif digunakan dengan instrumen kuesioner Likert dan analisis SPSS 27 (uji normalitas, linearitas, korelasi pearson, dan regresi ganda). Hasil menunjukkan adanya korelasi sedang, keterkaitan yang terbukti signifikan antara interaksi teman sebaya dan tingkat prokrastinasi akademik (r ≈ 0,44; p < 0,01), serta antara minat belajar dan prokrastinasi (r ≈ 0,50; p < 0,01). Analisis regresi ganda menggambarkan bahwa kedua variabel secara bersamaan menjelaskan sekitar 29 % variansi prokrastinasi (R = 0,538; F < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan interaksi sosial dan motivasi internal saling melengkapi dalam mengurangi perilaku penundaan tugas siswa.
Integrating Banjar Cultural Values into Premarital Counseling: A Randomized Controlled Trial on Marital Readiness in Indonesia Jarkawi, Jarkawi; Handayani, Eka Sri; Hayati, Sri Ayatina; Haryadi, Rudi; Ridhani, Akhmad Rizkhi; Hasby, Nazar; Puteri, Nur Ananda
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage readiness is a critical factor in ensuring long-term relationship satisfaction and resilience. In Indonesia, challenges such as rising cases of domestic violence and marital instability highlight the urgent need for more effective premarital counseling programs. However, existing interventions often lack cultural sensitivity, particularly in multicultural societies like Indonesia, which encompasses over 300 ethnic groups. This study examines the effectiveness of a culturally-informed premarital counseling program based on Banjar marital customs in enhancing marital readiness. A randomized controlled trial (RCT) was conducted with 32 engaged individuals divided into an experimental group receiving Banjar-based counseling and a control group participating in the government’s standard premarital counseling. The marriage readiness scale was used to measure psychological preparedness across domains such as communication, financial management, parenting, and lifestyle adjustments. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed significant improvements in the experimental group (U = 16.000, Z = -5.899, p < 0.001) compared to the control group. The findings underscore the importance of integrating local cultural values into premarital counseling to enhance mental readiness for marriage. By fostering deeper connections to cultural traditions, the intervention promoted mutual respect, emotional maturity, and role preparedness among participants. This study contributes to the growing discourse on culturally-informed psychosocial interventions and offers a scalable model for multicultural societies across Asia and beyond.