Aprinica , Ni Putu Isha
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kualitas Puding dengan Campuran Daun Kelor Prianata , I Kadek Sugama; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.661

Abstract

Tujuan dari penelitian pembuatan puding dengan campuran daun kelor dalah untuk mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur, warna, dan minat konsumen puding dengan campuran daun kelor, kemudian untuk mengetahui biaya produksi pembuatan puding dengan campuran daun kelor serta untuk mengetahui minat konsumen terhadap puding dengan campuran daun kelor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat puding dengan campuran daun kelor, kemudian diuji oleh 35 panelis dengan tes organoleptik, observasi, analisis biaya serta mengetahui minat konsumen. Hasil penelitian ini berupa kualitas pembuatan puding dengan campuran daun kelor adalah sangat enak dari segi rasa, beraroma sangat harum, tekstur yang kenyal,serta memiliki penampilan yang sangat menarik. Dari hasil uji P1 biaya yang diperlukan dalam pembuatan pudding dengan campuran daun kelor membutuhkan biaya Rp. 2.550,- untuk 1 cup pudingnya. The purpose of the research on making pudding with a mixture of Moringa leaves is to find out the quality of taste, aroma, texture, color, and interest of pudding consumers with Moringa leaf mixture, then to find out the production cost of making pudding with Moringa leaf mixture and to find out consumer interest in pudding with Moringa leaf mixture. The research approach used is experimental research, this experimental research was carried out by making pudding with a mixture of Moringa leaves, then tested by 35 panelists with organoleptic tests, observation, cost analysis and knowing consumer interest. The results of this study in the form of the quality of making pudding with a mixture of Moringa leaves are very tasty in terms of taste, very fragrant aroma, chewy texture, and have a very attractive appearance. From the results of the P1 test, the cost required in making pudding with a mixture of Moringa leaves requires a cost of Rp. 2,550, - for 1 cup of pudding.
Penerapan Standar Operasional Prosedur Pembersihan Gas Griddle Dewi , Ni Made Listya; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i4.405

Abstract

Standar operasional prosedur merupakan pedoman ataupun acuan dalam melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsinya. Dalam hal ini terdapat gas griddle di dapur Mary Jane Café Winter Park Resort Colorado, pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan standar operasional prosedur pembersihan gas griddle di Mary Jane Café. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan standar operasional pembersihan gas griddle di Mary Jane Café apakah telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang berlaku atau tidak. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang meliputi gambaran umum mengenai Mary Jane Cafe. Penelitian ini mengambil lokasi di Mary Jane Cafe Winter Park Resort Colorado. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dengan mengumpulkan data secara langsung daru sumbernya serta data sekunder di dapat dari buku dan jurnal. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan penulis mengambil kesimpulan bahwa, terdapat Sembilan tahapan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebagai standar operasiol prosedur pembersihan gas griddle. Namun pada prinsipnya penerapan standar operasional pada Mary Jane Café tidak sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, yaitu staff dapur melewatkan salah satu standar operasional yang berlaku yaitu pada tahapan yang kedelapan, yaitu mengeringkan sisa cairan pada permukaan gas griddle. Para staff dapur tidak melalukan tahapan tersebut dan mengganti tahapan itu dengan menghidupkan kembali gas griddle sehingga permukannya kembali panas dan kering, cara tersebut sangatlah tidak benar karena berdampak pada hasil yang didapat, yaitu permukaan gas griddle menjadi Kembali hitam dan berkarat sehingga kualitas hasil masakan yang dihasilkan juga buruk. Standard operating procedures are guidelines or references in carrying out work tasks in accordance with their functions. In this case, there is a gas griddle in the kitchen of Mary Jane Café Winter Park Resort Colorado, in this study the researcher wanted to find out how to apply standard operating procedures for cleaning the griddle gas at Mary Jane Café. The purpose of this study is to determine whether the application of the standard operating griddle gas cleaning at Mary Jane Café has been carried out in accordance with applicable operational standards or not. The approach in this study is a qualitative approach which includes an overview of Mary Jane Cafe. This research took place at Mary Jane Cafe Winter Park Resort Colorado. Sources of data in this study include primary data by collecting data directly from the source and secondary data obtained from books and journals. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, conclusions and data verification. Based on the results of the research that has been carried out, the authors conclude that, there are nine stages that have been set by the company as standard operating procedures for cleaning the griddle gas. However, in principle the application of operational standards at Mary Jane Café is not in accordance with the established operational standards, namely the kitchen staff skips one of the applicable operational standards, namely in the eighth stage, which is drying the remaining liquid on the surface of the gas griddle. The kitchen staff did not go through this step and replaced the step by reviving the gas griddle so that the surface was hot and dry again, this method is not correct because it has an impact on the results obtained, namely the surface of the gas griddle becomes black and rusty again so that the quality of the food produced also bad.
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Masa Pandemi Widiartini , Ni Putu; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i4.406

Abstract

Penelitian ini mengenai peran manajemen SDM dalam meningkatkan kinerja karyawan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana peran manajemen SDM dalam meningkatkan kinerja karyawan di masa pandemi. teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diperoleh bahwa peran manajemen sumber daya manusia dalam meningkakan kinerja karyawan yaitu dengan cara mengecek kuantitas hasil kerja, kualitas kerja, menanyakan hal tentang keinisiatifan saat interview, ketelitian karyawan, kepemimpinan, kejujuran serta kreativitas karyawan. selain itu maanjemen sumber daya manusia selalu memberikan training kepada setiap karyawan setiap bulan untuk meningkatkan skill dan ilmu karyawan. This research is about the role of HR management in improving employee performance. The goal is to find out how the role of HR management in improving employee performance during the pandemic. Data collection techniques used are observation and interviews. The type of data used in this research is qualitative. From the results of research and discussion, it can be seen that the role of human resource management in improving employee performance is by checking the quantity of work, quality of work, asking questions about initiative during interviews, employee accuracy, leadership, honesty and employee creativity. In addition, human resource management always provides training to each employee every month to improve employee skills and knowledge.
Strategi pemasaran era new normal di Maca Villas Prabhaswara , I Ketut Gde Cahdrika; Semara , I Made Trisna; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.421

Abstract

Maca Villas & Spa Seminyak harus menemukan strategi baru untuk tetap bertahan dan memenangkan pasar di tengah era new normal yang mengakibatkan perubahan pada segmentasi konsumen. Dalam penelitian ini, peneliti mengedepankan permasalahan mengenai analisa kondisi internal dan eksternal dari Maca Villas & Spa Seminyak saat ini serta menemukan strategi baru yang dapat diaplikasikan kedepannya. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT berdasarkan bauran pemasaran 7P, untuk melihat potensi internal dan eksternal Maca Villas & Spa Seminyak, dimana analisis yang digunakan adalah analisis IFAS EFAS, kuadran SWOT, dan matriks SWOT. Dari analisis tersebut didapatkan bahwa Maca Villas & Spa Seminyak terdapat pada kuadran II yaitu Strategi Diversifikasi, dimana hotel ini memiliki keuntungan dari segi kekuatan yang dimiliki tetapi diimbangi dengan ancaman yang tinggi. Hasil dari strategi yang diperoleh, diuji kembali menggunakan analisis QSPM. Strategi utama yang didapatkan dengan skor sebesar 6.76 adalah meningkatkan kinerja Japanese Sales and Marketing serta pengangkatan daily worker apabila diperlukan dalam rangka menyambut bubble travelling yang direncanakan oleh pemerintah. Maca Villas & Spa Seminyak need to find a new strategy to survive and win the market in the middle of new normal era resulting in changes of consumer segmentation. In this research, researcher put forward the issue of Maca Villas & Spa Seminyak internal and external condition analyze and to find out a new strategic that can be used in the further. This research use SWOT analysis based on marketing mix 7P to see Maca Villas & Spa Seminyak internal and external potential, which the analysis that being used is IFAS EFAS analysis, SWOT quadrant, and SWOT matrix. From the analysis, it was found that Maca Villas & Spa Seminyak is in the 2 nd Quadrant, which Diversification Strategy, where the hotel has advantages in term of strength but balanced with high threat. The strategy is retested by using QSPM analysis. The main strategy got 6.76 point, which is improve the performance of Japanese Sales and Marketing and hire a daily worker if it is needed in order to welcome bubble travelling which is planned by the government.
Penggunaan Fermentasi Kulit Apel Sebagai Bahan Pengganti Ragi Dalam Pembuatan Sourdough Bread Ardhiyuda , Jonathan Irvani; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.439

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang pemanfaatan air fermentasi kulit apel sebagai bahan Sourdough Bread dikarenakan masih banyaknya kulit apel malang yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat hal tersebut membuat peneliti berkeinginan untuk meneliti hal tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mana menggunakan uji organoleptik, teknik pengumpulan data berupa kuisioner dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Sourdough Bread menggunakan air fermentasi kulit apel mendapat respon yang baik dari panelis dengan batas waktu simpan disuhu ruangan tiga hari tanpa adanya perubahan rasa, tekstur, aroma, dan warna. This study examines the use of fermented apple skin water as an ingredient for sourdough bread because there are still many poor apple skins that are not used by the community, this makes researchers want to research it. This type of research is a quantitative study which uses organoleptic tests, data collection techniques in the form of questionnaires and observations. Based on the results of the study, it was found that Sourdough Bread using fermented apple peel water received a good response from the panelists with a storage time limit of three days at room temperature without any changes in taste, texture, aroma, and color.
Pengaruh Komunikasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Semara , Putu Angga; Aprinica , Ni Putu Isha; Wirawan , Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.480

Abstract

Kinerja menjadi pokok masalah utama yang terjadi pada NEO Kuta Jelantik Hotel. Secara garis besar penurunan kinerja dipengaruhi oleh faktor komunikasi (X1) dan disiplin kerja (X2) dari karyawan. Penelitian ini dilakukan di NEO Kuta Jelantik Hotel, yaitu pada bulan Maret hingga Agustus Tahun 2020. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja (Y) karyawan di NEO Kuta Jelantik Hotel, dengan penyebaran kuesioner kepada 30 karyawan dan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik sampling kuota (quote sampling). Pengujian hipotesis penelitian menggunakan SPSS25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kemudian, Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Disarankan agar komunikasi dan disiplin kerja diperhatikan oleh manajemen karena akan mempengaruhi kinerja karyawan NEO Kuta Jelantik Hotel. Performance is one of the main problems at NEO Kuta Jelantik Hotel. Generally decline in performance is influenced by communication factors (X1) and work discipline (X2) from employees. This research was conducted at theNEO Kuta Jelantik Hotel, from March to August 2020. Method of analysis data is multiple linear regression by distributing questionnaires to 30 respondents (employees) and used the technique quote sampling and also processed by SPSS 25.0. Results of this study is indicate Communication (X1) and Work Dicipline (X2) has a significant effect by partiallyon Employee Perfomance (Y). Then Communication (X1) and Work Discipline (X2) have a significant effect by simultaneously on Employee Perfomance (Y). It is recommended that communication and work discipline are considered by management because will to influence the employee performance.
Implementasi Prosedur Operasi Standar Pelayanan Pramusaji di Restoran Pratiwi , Kadek Ratna; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i9.551

Abstract

Manajemen restoran pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) selalu menggunakan acuan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pijakan dasar dalam mendukung kegiatan operasional, akan tetapi yang terjadi banyak restoran-restoran yang cukup ternama tidak selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai acuan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Standar Operasional Prosedur pelayanan pramusaji di Bale Udang Mang Engking, mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan standar operasional pramusaji, sekaligus untuk mengetahui penyebab terjadinya kendala yang dialami pramusaji. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, kuesioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis datayaitu kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa pramusaji di Bale Udang Mang Engking sudah menerapkan Standar Operasional Pramusaji namun ada beberapa pramusaji yang belum melaksanakannya dengan sempurna, dari 11 poin Standar Operasional Prosedur (SOP) ada tiga poin prosedur pelayanan yang belum terlaksana dengan baik yaitu: 1) Serve Food and Drink by Runner, 2) Checking Guest Satisfuction, 3) Presenting Dessert Menu. Dari hasil observasi ketiga poin ini belum terlaksana dengan baik dikarenakan situasi restoran yang ramai dan kurangnya jumlah pegawai, sehingga pramusaji merasa kewalahan dan ada poin SOP yang terlewatkan. Saran dari penelitian ini yaitu menambah pegawai guna untuk mengantisipasi ketika pengunjung yang diperkirakan datang melebihi perkiraan sebelumnya. Namun ketika penambahan pegawai dilakuakan pihak manajemen restoran harus langsung memberikan pelatihan tentang bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pramusaji di Bale Udang Mang Engking. Restaurant management in implementing Standard Operating Procedures (SOP) always uses Standard Operating Procedures (SOP) as a basis for supporting operational activities, but what many well-known restaurants do not always apply Standard Operating Procedures (SOP) as a basic reference. This study aims to determine the implementation of Standard Operating Procedures for waiters at Bale Udang Mang Engking, to finding out the obstacles faced in implementation the standard operating procedures of waiters, as well as to find out the causes of the occurrence of waiters. This study uses data collection methods consisting of observations, questionnaires and interviews. This study uses data analysis techniques, namely qualitative. Based on the results of this study, it was stated that the waiters at Bale Udang Mang Engking had implemented the Standard Operating Procedure of the Waitress but there were some waiters who had not carried it out perfectly, from 11 points of Standard Operating Procedures (SOP) there were three points of service procedures that had not been implemented properly, namely: 1) Serving Food and Beverages by Runner, 2) Checking Guest Satisfaction, 3) Serving Dessert Menus. From the results of observations, these three points have not been implemented properly because of the crowded restaurant situation and the lack of employees, so the waiters feel overwhelmed and there are SOP points that are missed. Suggestions from this study are to add employees to anticipate when the expected visitors to come exceed previous estimates. However, when the addition of employees is carried out, the restaurant management must immediately provide training on how to Standard Operating Procedures (SOP) for waiter service at Bale Udang Mang Engking..
Persepsi Tamu Terhadap Kinerja Karyawan Restoran Dwipayana , Ida Bagus Made Aditya Ananta; Ismail , Deden; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.574

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi tamu terhadap kinerja karyawan berdasarkan 5 indikator (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy) dan mengetahui indicator apa saja yang menjadi prioritas bagi pelanggan yang berkunjung ke Rollpin Casual Smart Dine Mataram – Lombok melalui diagram kartesius. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hadil olah kuesioner yang peneliti ajukan ke 32 responden dan kuesioner menunjukan bahwa tingkat harapan tamu terhadap kinerja karyawan berdasarkan 5 indikator masih lebih besar dari pada tingkat kenyataan di lapangan. Dan berdasarkan hasil yang didapat dari diagram kartesius indikator empathy merupakan indikator yang menjadi prioritas bagi tamu namun pelaksanaanya perlu ditekankan lagi. Indikator reliability merupakan indikator yang dianggap kurang penting bagi tamu namun pelaksanaanya dianggap cukup, sedangkan indikator tangible, assurance, dan responsiveness dianggap tidak terlalu penting akan tetapi pelaksanaannya tergolong sangat baik. This research was conducted to determine guest perceptions of employee performance based on 5 indicators (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy) and find out what indicators are priorities for customers who visit Rollpin Casual Smart Dine Mataram – Lombok via Cartesian diagram. Data collection techniques used in this research is to use a questionnaire. Based on processing results questionnaire that the researcher submitted to 32 respondents and the questionnaire showed that the level of hope guests on employee performance based on 5 indicators is still greater than the level reality on the ground. And based on the results obtained from the Cartesian diagram of empathy indicators is an indicator that is a priority for guests, but its implementation needs to be emphasized again. The reliability indicator is an indicator that is considered less important for guests however implementation is considered sufficient, while the indicators are tangible, assurance and responsiveness considered not very important, but its implementation is considered very good.
Analisis Potensi Daya Tarik Wisata Vihara Dewi Welas Asih sebagai Wisata Religius Piter , Amelia; Widiastiti , A.A Istri Putera; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.628

Abstract

Atraksi wisata minat khusus adalah daya tarik wisatawan yang mencari sesuatu yang istimewa dan berbeda untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkesan. Biasanya, pariwisata khusus sesuai dengan kondisi alam, budaya, tradisional dan sejarah dan karena itu memiliki fenomena yang valid dan dapat diamati. Tempat wisata khusus menyediakan kegiatan wisata yang biasanya tidak dilakukan oleh wisatawan biasa. Memakai kata lain dapat dikatakan bahwa wisata minat khusus merupakan kegiatan wisata yang memiliki tendensi keahlian khusus atau ketertarikan khusus, di antaranya berburu, mendaki gunung, wisata gua, wisata agro, wisata ekologi, tempat perbelanjaan, tempat ziarah dan tidak terkecuali kegiatan wisata religi. Melihat dari bangunan atau arsitektur heritage yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih serta ornamen-ornamen yang masih asli dari abad 16 maka keunikan tersebut dapat dijadikan potensi daya tarik wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu SWOT analisis guna mengtahui dan dapat mengukur faktor internal maupun eksternal yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih. Social Media Instagram is one of the media that is very widely used to promote a business or business in order to get high sales. One marketing technique that can be done in an effort to increase the number of purchases is by advertising on Instagram social media. The purpose of this study was to determine how much influence the frequency of ad serving on Instagram @explorenusapenida on purchasing tour packages to Nusa Penida in the new normal era.This study uses quantitative research methods. This research was conducted by processing data on purchasing packages resulting from advertising on Instagram social media in 2020-2021 which were obtained directly at the travel agent @explorenusapenida. The data analysis technique in this research is quantitative descriptive analysis.The results showed that the promotion carried out by the owner of the Instagram account @explorenusapenida regarding the tourist area of the island of Nusa Penida showed a positive influence from the regression results which can be said that the level of purchasing decisions has an effect of 30% while the remaining 70% is influenced by other factors outside of this study.
Pembuatan Bolu Gulung Menggunakan Campuran Tepung Kacang Merah Aditya , I Komang Arta; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.653

Abstract

Bolu gulung adalah produk makanan yang terbuat dari tepung terigu, gula, lemak dan telur. Pembuatan Bolu membutuhkan pengembangan gluten dan biasanya digunakan bahan pengembang kimiawi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas Bolu Gulung dengan subtitusi campuran tepung terigu dengan tepung kacang merah. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif uji organoleptik, uji daya tahan dan analisis biaya. Berdasarkan uji organoleptik, penelitian ini dinilai oleh 25 panelis, uji daya tahan produk dilakukan selama 9 hari dan menghitung analisis biaya yang diperlukan. Dari segi rasa, aroma, warna, tekstur, Pembuatan Bolu Gulung Menggunakan Campuran Tepung Kacang Merah P3 (75%) memiliki kualitas yang unggul dibandingkan P1 (25%) dan P2 (50%). Dari uji daya tahan Pembuatan Bolu Gulung Menggunakan Campuran Tepung Kacang Merah P3 (75%) bertahan 9 hari di suhu ruangan terbuka. Simpulan dari penelitian ini, hasil terbaik adalah Pembuatan Bolu Gulung Menggunakan Campuran Tepung Kacang Merah dengan substitusi 75%. Roll sponge cake is a food product made from wheat flour, sugar, fat and eggs. Sponge making requires the development of gluten and usually a chemical developer is used. The purpose of this study was to determine the quality of Sponge Rolls by substituting a mixture of wheat flour with red bean flour. The data analysis technique used is descriptive quantitative data analysis of organoleptic test, endurance test and cost analysis. Based on the organoleptic test, this study was assessed by 25 panelists, the product durability test was carried out for 9 days and calculated the required cost analysis. In terms of taste, aroma, color, texture, Making Sponge Rolls Using a Mix of Red Bean Flour P3 (75%) has superior quality compared to P1 (25%) and P2 (50%). From the durability test of Making Sponge Rolls Using a Mix of Red Bean Flour P3 (75%) it lasted 9 days at open room temperature. The conclusion of this research, the best result is Making Sponge Rolls Using Mixed Red Bean Flour with 75% substitution.