Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Desain Base Isolator Type Lead Rubber Bearing (LRB) pada Gedung Anutapura Medical Center (AMC) Rumah Sakit Anutapura Palu Palupi, Annisa Retno; Zain, Arzal M.; Setiawan, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Anutapura Medical Center (AMC) merupakan salah satu gedung rumah sakit Anutapura Palu yang mengalami kerusakan akibat gempa Palu-Sigi-Donggala tahun 2018 silam. Kemudian dilakukan rekonstruksi atau pembangunan kembali gedung ini pada tahun 2020-2023. Perencanaan gedung ini menggunakan sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dikombinasikan dengan Base Isolator. Base isolator sendiri merupakan suatu teknologi sebagai peredam momen gempa. Base isolator yang digunakan adalah tipe Lead Rubber Bearing (LRB). Adapun perencanaan sistem SRPMK mengacu pada SNI 1726-2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk gedung, dan SNI 1727-2020 tentang beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Sedangkan perencamaan base isolator mengacu pada UBC 97 Vol-2. Dari perencanaan yang telah dilakukan diperoleh tebal plat LRB sebesar 25 mm, diameter LRB 1,349 m, diameter karet LRB 1,299 m, dan tinggi LRB 680 mm. Dengan dimensi yang ada diketahui kekuatan saat perpindahan desain sebesar 19,913 kN, kuat leleh sebesar 22,126 kN, kekakuan efektif LRB sebesar 1954,432 kN/m, simpangan leleh LRB sebesar 0,001155 m, dan simpangan desain sebesar 0,522 m.
Estimasi Biaya Konstruksi Pada Pekerjaan Jalan Di Sulawesi Tengah Dengan Menggunakan Metode Regresi Linier Sederhana: Estimation of Construction Costs for Road Works In Central Sulawesi Using Simple Linear Regression Method Andi Rizal; Arzal M. Zain; Moh. Allutfi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4610

Abstract

Penelitian ini berdasarkan kepada latar belakang masalah bahwa Estimasi biaya adalah upaya yang dilakukan dalam memprediksi nilai suatu proyek melalui analisis statistik berdasarkan pengalaman serta informasi yang diperoleh pada proyek terdahulu dan bermanfaat bagi seseorang yang berperan sebagai estimator pada pihak pemilik proyek, kontraktor dan konsultan. Kesalahan dalam membuat estimasi biaya sering dilakukan seorang estimator, hal ini disebabkan oleh pengalaman serta informasi seorang estimator yang sangat sedikit. Ketidaktepatan di dalam melakukan estimasi biaya dapat mengakibatkan efisiensi proyek konstruksi jadi terganggu yang menjadi penyebab utama timbulnya kerugian dan hasil yang kurang optimal, bahkan siklus proyek dapat terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model persamaan regresi linier sederhana sehingga dapat membantu seorang estimator dalam menggunakan formulasi tersebut sebagai pembanding dalam estimasi yang dilakukan untuk memprediksi biaya pembangunan konstruksi jalan sehingga mendekati biaya yang sebenarnya dan mempercepat proses dalam menghitung estimasi biaya. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier sederhana, korelasi dan uji linieritas. Korelasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas, uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah garis regresi antara variabel X dan Y membentuk garis linier atau tidak sedangkan regresi linier sederhana digunakan untuk mendapatkan persamaan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). hasil dari pemodelan regresi yang diperoleh adalah Y = 18.582.772,26 + 2.11 X, di mana Y adalah variabel total biaya pekerjaan dan X3 adalah variabel item pekerjaan/divisi VI perkerasan aspal dengan tingkat akurasi 86.92%.
Tinjauan Kapasitas Dukung Dan Penurunan Fondasi Tiang Pancang Dengan Variasi Dimensi (Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Palu): Review of Bearing Capacity and Settlement of Pile Foundations with Varying Dimensions (Case Study of the Palu Pratama Tax Office Building) Arzal M. Zain; Eko Widodo; Sofly Ceicar Mbayowoa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4614

Abstract

Fondasi merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah bangunan. Fondasi berfungsi untuk meneruskan beban struktur yang ada di atasnya kelapisan tanah yang ada di bawahnya, perencanaan fondasi diawali dengan menentukan beban efektif yang akan bekerja di atasnya, kemudian menentukan kapasitas dukung dari fondasi tersebut yang diawali dengan mengetahui karakteristik dari tanah yang akan dibangun fondasi, Gedung Kantor Pajak Pratama merupakan gedung yang berada di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Daerah tersebut memiliki karakteristik tanah pasir, pada penelitian ini, Penulis akan melakukan perhitungan kapasitas dukung dan penurunan dari struktur bawah gedung kantor pajak pratama dengan menggunakan fondasi tiang pancang (pile foundation). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas dukung fondasi, penurunan fondasi dan mengetahui perbandingan volume fondasi tiang pancang pada kondisi exsisting dan yang di tinjau kembali. Metode penelitian dalam penulisan tugas akhir ini dengan melakukan pengumpulan data dimana data-data yang digunakan adalah data CPT (cone penetration test), data beban bangunan kantor pajak pratama palu, dan data gambar teknis kantor pajak pratama palu, dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu, Analisis Kapasitas Daya Dukung Tiang Tunggal dan Kelompok, Analisis Penurunan Tiang Pancang dan Analisa perbandingan harga Drop hammer, dan pile driver hammer. Menggunakan AHSP PERMEN PUPR NO 1 TAHUN 2022. Metode CPT, diameter tiang pancang yang digunakan adalah 0.6 m penurunan yang terjadi untuk tiang tunggal sebesar 0.006 m dengan hasil kapasitas dukung tiang (Qa) sebesar 137,29 ton dimana hasil tersebut lebih besar dari nilai beban aksial maksimum sebesar 129,3 ton sehingga dapat didefenisikan tiang pancang aman digunakan, untuk alat yang digunakan adalah drop hammer dengan biaya Rp. 188.996, per jam.
ANALISIS PERILAKU STRUKTUR GEDUNG KANTOR DENGAN METODE RESPON SPEKTRUM STUDI KASUS: KANTOR BPKAD PROVINSI SULAWESI TENGAH M. Zain, Arzal; Wahiduddin Basry; Eko Widodo; Fadli
Surya Teknika Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 2 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7877

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara kategori rawan gempa bumi, khususnya di daerah Kota Palu pada tahun 2018 silam mengalami bencana gempa bumi yang sangat dahsyat, diakibatkan adanya patahan sesar palu koro, sehingga mengakibatkan korban jiwa. hal itu karena berdekatan dengan tiga lempeng tektonik yang setiap saat dapat saling bertubrukan sehingga menghasilkan gempa tektonik. Dengan adanya kejadian gempa di Indonesia, maka dari itu diperlukan pengembangan analisis gempa terhadap struktur bangunan. Analisis respon spektrum merupakan salah satu metode yang digunakan dengan cara menganalisa hubungan antara periode struktur bangunan dengan nilai percepatan bangunan ketika terjadinya suatu gempa bumi. Penelitian ini menggunakan objek Gedung Kantor BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan dari suatu gedung akibat beban gempa menurut SNI 1726-2019 yang menggunakan program SAP2000. Berdasarkan hasil analisis Gedung Kantor BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah simpangan antar lantai dan gaya geser dasar berdasarkan analisis respon spektrum yaitu simpangan antar lantai yang terjadi pada struktur gedung lebih kecil dari pada simpangan antar lantai yang diizinkan. Adapun gaya geser yang terjadi pada struktur pada Gedung A arah X sebesar 795,684 kN dan pada arah Y sebesar 795,761 kN sedangkan Gedung B arah X sebesar 1280,082 kN dan pada arah Y sebesar 1280,235 kN, oleh karena itu struktur bangunan dinilai layak.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN NILAI STANDARD PENETRATION TEST PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA – CIKAMPEK PAKET 2B RUAS SUKARAGAM – SUKABUNGAH STA 30+450 Ilham; Muhammad Rafi Basyar; M. Zain, Arzal
Surya Teknika Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 2 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.10336

Abstract

Studi ini mengevaluasi stabilitas lereng pada Proyek Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan, Paket 2B, STA 30+450, menggunakan data Standard Penetration Test (SPT) sebagai dasar parameter tanah. Analisis menggunakan metode Janbu dan Plaxis 2D dengan Metode Elemen Hingga. Hasil menunjukkan bahwa dalam kondisi statis lereng stabil, dengan faktor keamanan di atas standar minimum. Namun, pembebanan seismik berdasarkan SNI 1726:2019 menurunkan faktor keamanan mendekati tingkat kritis, dengan deformasi yang signifikan pada lapisan tanah lunak. Hasil ini menekankan perlunya drainase yang tepat, pengelolaan geometri lereng, dan penguatan tanah untuk menjaga stabilitas. Studi ini memberikan rekomendasi praktis untuk mitigasi risiko tanah longsor pada proyek jalan tol dan memberikan kontribusi akademis dengan menggabungkan interpretasi tanah berbasis SPT dengan analisis numerik.
Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Rangka Beton Pemikul Momen dengan Pengaruh Dinding Pengisi Menggunakan SNI 9273:2025 (Studi Kasus: Wilayah Gempa Kota Palu) Arzal M. Zain
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.36

Abstract

ABSTRAKbertulang sering kali menghasilkan prediksi perilaku seismik yang tidak akurat, khususnya di wilayah dengan intensitas gempa tinggi seperti Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi dinding-rangka terhadap kinerja seismik gedung perkantoran 5 lantai pada kondisi tanah sedang (SD) menggunakan standar evaluasi terbaru SNI 9273:2025. Analisis dilakukan secara komparatif menggunakan Prosedur Dinamik Linear (Respons Spektrum) terhadap dua model struktur: Model A (Bare Frame) dan Model B (Infilled Frame) yang dimodelkan dengan metode makro Equivalent Diagonal Strut (Mainstone). Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemodelan dinding pengisi meningkatkan kekakuan global secara signifikan, yang mereduksi periode getar fundamental sebesar 71%. Peningkatan kekakuan ini berimplikasi pada lonjakan Gaya Geser Dasar (Base Shear) sebesar 162% akibat pergeseran respons spektral ke area percepatan tinggi, namun secara efektif mereduksi simpangan antarlantai (drift) hingga 69%. Evaluasi kapasitas berdasarkan kriteria Force-Controlled menunjukkan bahwa dinding pada lantai 1-4 mengalami kegagalan geser dengan rasio DCR > 1,0. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa asumsi bare frame cenderung memberikan estimasi gaya geser dasar yang terlalu rendah (underestimate).Kata kunci: dinding pengisi, Equivalent Diagonal Strut, Kota Palu, respon spektrum, SNI 9273:2025 ABSTRACTOmitting the contribution of infill wall stiffness in the structural analysis of reinforced concrete buildings often leads to inaccurate predictions of seismic behavior, especially in areas with high earthquake intensity, such as Palu City. This study aims to evaluate the effect of wall-frame interaction on the seismic performance of a 5-story office building on moderate soil conditions (SD) using the latest evaluation standard SNI 9273:2025. The analysis was conducted comparatively using the Linear Dynamic Procedure (Spectrum Response) on two structural models: Model A (Bare Frame) and Model B (Infilled Frame), modeled with the Equivalent Diagonal Strut (Mainstone) macro method. The simulation results show that infill wall modeling significantly increases global stiffness, thereby reducing the fundamental vibration period by 71%. This increase in stiffness implies a 162% increase in Base Shear Force due to the shift in the spectral response toward the high-acceleration area, but effectively reduces the drift between floors (Drift) by 69%. Capacity evaluation based on Force-Controlled criteria indicates that walls on floors 1-4 experienced shear failure with a DCR ratio > 1.0. The conclusion of this study confirms that the bare frame assumption tends to provide an underestimate of the base shear force.Keywords: infill wall, Equivalent Diagonal Strut, Palu city, spectrum response, SNI 9273:2025