Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance in Learning English Tenses (Simple Present, Continuous, Simple Past) and Prepositions through a Community Service Program by English Education Students for Junior High School Students of Grades VII-VIII Syahid, Abdul; Marshanda, Marshanda; Ramadhan, Muhammad Alief Raihan; Ramadhani, Raysha; Soraya, Syarifah; Rani, Rani; Amalia, Najwa; Amalia, Najwa Rizki; Setiawan, Muhammad Dicky; Mumtaazah, Yasmine; Caenovea, Ciraenda
English Education and Literature Journal (E-Jou) Vol 6 No 01 (2026): English Education and Literature Journal
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/e-jou.v6i01.1687

Abstract

This community service initiative was carried out by English Education students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at State Islamic University of Palangka Raya. The program aimed to enhance junior high school students’ understanding of key English grammar components—specifically the simple present, present continuous, and simple past tenses, as well as the correct use of prepositions. Conducted over two days, the program involved structured lessons using school-provided textbooks, visual aids, and interactive activities such as grammar games and group discussions. Data were collected through direct observation, Q&A sessions, and practice exercises to evaluate students' comprehension and application of the material. The findings indicate that the use of contextualized instruction, real-life examples, and communicative activities—supported by visual media and practice exercises—effectively improved students' grammatical accuracy, confidence, and engagement. The involvement of English education university students as peer facilitators fostered a more interactive and less intimidating learning environment. This program also reinforced the pedagogical value of experiential learning, benefiting both junior high school students and pre-service teachers by providing meaningful and reflective teaching experiences aligned with real classroom needs. Overall, this initiative successfully addressed students’ learning gaps in English grammar and showcased the benefits of integrating community service into teacher education
DOA DAN IBADAH SEBAGAI STRATEGI KOPING TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA GENERASI Z DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK Caenovea, Ciraenda; Massari, Zahra Ichtiara; Surawan, Surawan
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 6 No. 02 (2025): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jiegc.v6i02.801

Abstract

Stres akademik merupakan tantangan umum di kalangan mahasiswa Generasi Z karena beban akademik yang berat dan tenggat waktu yang ketat. Meskipun penelitian sebelumnya telah banyak mengkaji strategi mengatasi stres melalui agama menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana mahasiswa secara subyektif mengalami doa dan ibadah sebagai strategi mengatasi stres masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran doa dan ibadah dalam mengelola stres akademik di kalangan mahasiswa Gen Z di UIN Palangka Raya menggunakan pendekatan studi kasus ganda kualitatif. Tiga mahasiswa dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa stres akademik terutama dipicu oleh beban tugas kuliah yang berat dan tenggat waktu yang singkat, yang menyebabkan kecemasan dan kelelahan emosional. Doa dan ibadah, khususnya salat, muncul sebagai strategi mengatasi stres utama yang mendorong regulasi emosi, kedamaian batin, dan ketahanan spiritual. Studi ini juga menemukan bahwa strategi mengatasi stres melalui agama seringkali terintegrasi dengan strategi praktis seperti manajemen waktu dan dukungan sosial. Temuan ini menawarkan wawasan kualitatif baru tentang pengalaman hidup mahasiswa Gen Z dan menyoroti pentingnya mengintegrasikan dukungan berbasis spiritual ke dalam layanan konseling akademik.