Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi Kulit Kayu Akway (Drymis sp.) Fabanyo, Syahrul H.; Hardia, Lukman; Muslihin, A. M.; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1165

Abstract

Kulit batang akway (Drymis sp.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang memiliki potensi sebagai obat tradisional. Kulit kayu akway banyak dimanfaatkan secara empiris oleh masyarakat Papua sebagai penambah stamina dan meningkatkan kemampuan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan analisis gugus fungsi ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.). Sampel kulit batang akway (Drymis sp.) diperoleh dari Kabupaten Sorong, Papua. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 7 hari. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode uji kualitatif. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat FTIR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Akway (Drymis sp.) mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan terpenoid. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang akway (Drymis sp.) mengandung gugus C=C, C-O, dan O-H.
Studi Etnomedisin Obat Anti Hipertensi Suku Moi di Kabupaten Sorong Muslihin, A. M.; Irwandi, Irwandi; Fabanyo, Syahrul H.; Tunazzila, Nurhikmah; Maulana, Fajar; Aisyah, Heti
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1306

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang masih mengancam kesehatan manusia. Pencegahan dan pengelolaan hipertensi adalah tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia tak terkecuali masyaralkat Suku Moi yang ada di Papua. Salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan umbuhan yang memiliki potensi sebagai obat. Etnomedisin sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk menelusuri pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan obat baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan untuk obat hipertensi dan bagaimana cara pengolahannya berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki oleh Masyarakat Suku Moi Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil dari penelitian ini memberikan informasi tentang 10 tanaman yang digunakan sebagai obat hipertensi berdasarkan pengetahuan masyarakat Suku Moi Kampung Klayili. Bagian tanaman yang digunakan antara lain daun, akar, umbi dan tali. Cara pengolahannya adalah dengan cara direbus, diseduh dan dicampurkan dalam makanan.
Efficacy of Akway (Drymis sp.) Bark Extract in Restoring Hemoglobin Levels: A Preclinical Study in a Sodium Nitrite-Induced Anemia Mice Model Lukman Hardia; Fabanyo, Syahrul H.; Budiyanto, Angga Bayu; Muslihin, A. M.; Rossardy, Marzella Dea; Irwandi, Irwandi; Watora, Wahyuni
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v11i1.44062

Abstract

The high prevalence of anemia prompted us to explore the potential of local herbs in Papua, Indonesia, which is known for its rich natural resources. In this study, we aim to conduct preclinical tests on anemia model test animals to validate the effectiveness of akway bark extract (ABE) as the basis for the development of effective and safe herbal antianemia drugs in the future. This study employs a quantitative analytical approach, utilizing an experimental design with a pre-posttest with a control group design. The research sample used 20 mice test animals, divided into 5 groups consisting of 4 animals each, namely: the control group (positive and negative), and the intervention group using ABE doses of 10, 30, and 50mg/kg. This study was approved by the Health Research Ethics Committee of STIFAR Makassar (Number: 299/EC.1.1.B/III/KEPK/2024). Data analysis showed that a 14-day intervention using ABE was able to increase Hb levels (D% = 52.00±27.13 [ABE dose 10mg/kg]; 49.72±7.86 [ABE dose 50mg/kg] and 42.82±12.75 [ABE dose 30mg/kg]) significantly (p<0.05) when compared with the negative control (D% = 4.54±5.14), but when compared with the positive control (D% = 52.57±10.85) the average increase in Hb levels was not significant (p>0.05). In conclusion, our study showed that mice of the anemia model, intervened using ABE at doses of 10, 30, and 50mg/kg once daily for 14 days, experienced increased Hb levels.