Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Rainbow Vertex-Connection Number of Star Fan Graphs Bustan, Ariestha Widyastuty; Salman, A.N.M.
CAUCHY Vol 5, No 3 (2018): CAUCHY
Publisher : Mathematics Department, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.665 KB) | DOI: 10.18860/ca.v5i3.5516

Abstract

A vertex-colored graph  is said to be rainbow vertex-connected, if for every two vertices  and  in , there exists a  path with all internal vertices have distinct colors. The rainbow vertex connection number of , denoted by is the smallest number of colors needed to make  rainbow vertex connected. In this paper, we determine the rainbow vertex connection number of star fan graphs.
Teknik Mengkonstruksi Distribusi Bivariat Copula Clayton pada Data Marginal Diskrit dengan Implikasi Kebergantungan Andi Fitriawati; Werry Febrianti; Ariestha Widyastuty Bustan; Amris -
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020): Delta Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v8i2.1075

Abstract

Data memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika memiliki dua jenis data, maka hal menarik yang diketahui dalah peluang kedua jenis data tersebut dapat terjadi secara serentak/bersamaan. Hal ini berarti bahwa perlu dikonstruksi distribusi bivariatnya, baik fungsi peluang maupun fungsi distribusi (fungsi peluang kumulatif). Dalam mengkonstruksi distribusi bivariat, diperlukan distribusi marginal dari masing-masing data serta perlu diketahui sifat kebergantungannya. Adanya informasi mengenai kebergantungan pada data akan mempengaruhi teknik yang digunakan dalam mengkonstruksi distribusi bivariatnya. Jika data memiliki kebergantungan, maka mengkonstruksi distribusi bivariatnya dapat menggunakan Copula. Copula merupakan salah satu alat popular yang digunakan untuk mengkonstruksi distribusi bivariat maupun multivariat dengan implikasi kebergantungan. Namun, ketika data berasal dari distribusi marginal diskrit maka mengkonstruksi distribusi bivariat Copula secara langsung akan menghasilkan Copula C yang tidak unik sesuai dengan teorema Sklar. Akibatnya, akan menghasilkan interprestasi yang tidak jelas, terutama pada sifat kebergantungannya. Oleh sebab itu, perlu adanya teknik tertentu dalam mengkonstruksi distribusi bivariat Copula pada data marginal diskrit. Idenya, dengan mengkontinukan distribusi marginalnya melalui transformasi jitters. Hasil transformasi jitters inilah yang kemudian digunakan untuk mengkonstruksi distribusi bivariat Copula. Distribusi bivariat Copula pada data jitters sama dengan distribusi bivariat pada data aslinya karena data jitters mampu mempresentasikan data aslinya. Adapun Copula yang digunakan adalah Copula Clayton. Semua proses mengkonstruksi distribusi bivariat Copula Clayton pada data marginal diskrit dengan implikasi kebergantungan akan diilustrasikan melalui data simulasi.
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI KELAS INKLUSI SMA NEGERI 10 KOTA TERNATE Ariestha Widyastuty Bustan; Rauman Mahmud
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 9, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.103 KB) | DOI: 10.12928/admathedu.v9i2.15044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran matematika pada anak berkebutuhan khusus yang melibatkan persiapan guru sebelum proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi selama proses pembelajaran matematika di kelas inklusif SMA Negeri 10 Kota Ternate. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru matematika di kelas inklusif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hal adalah sebagai berikut: (1) Sebelum proses pembelajaran matematika berlangsung, subjek menyiapkan rencana pelajaran, silabus, media dan sumber belajar namun masih belum ada yang spesifik untuk siswa berkebutuhan khusus, (2) Subjek mempersiapkan siswa secara psikologis dan fisik, mengajukan pertanyaan pengantar dan mengulang konsep matematika dasar. Subjek membentuk kelompok yang menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dan siswa normal dalam satu kelompok, (3) Subjek mengambil inisiatif untuk bertanya langsung kepada siswa berkebutuhan khusus bagian mana dari materi yang belum dipahami.
Implementation of Graph Colouring Using Welch-Powell Algorithm to Determine Student Mentoring Schedule Ariestha Widyastuty Bustan; M Rais Salim
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1719.154 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1317

Abstract

Graph colouring using the Welch-Powell algorithm is one of the schedule preparation techniques. Especially for arranging student guidance schedules in a study program. The vertex on a graph is represented as a student who will conduct guidance, while the side that connects two vertex states if the two vertex or two students have one and/or two of the same supervisors. The results of this research indicate that the coloring of graphs using the Welch Powell algorithm can be applied to compile the guidance schedule of PGSD students at the Pacific University of Morotai.
MENGIDENTIFIKASI BILANGAN DOMINASI LOKASI PADA GRAF BINTANG KIPAS (Identify Locating-Dominating Number in Star Fan Graph) Anuwar Kadir Abdul Gafur; Ariestha Widyastuty Bustan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.84 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1344

Abstract

Bilangan dominasi–lokasi dari graf  merupakan kardinalitas terkecil dari himpunan  sehingga setiap dua titik   dengan , . Suatu graf  dengan memiliki  titik dan memiliki  sisi dengan orde  dan  disebut graf bintang kipas yang diperoleh dengan menempelkan satu salinan  pada masing-masing titik pendant dari  dimana  adalah graf bintang dengan  titik dan  sisi serta  adalah graf kipas dengan   titik dan  sisi.Kata kunci: bilangan dominasi-lokasi, himpunan dominasi-lokasi, graf bintang kipas
Penggunaan Mendeley Bagi Mahasiswa  STKIP Hatta-Sjahrir untuk Mengelola Referensi Ilmiah Risnawati Umar; Ariestha Widyastuty Bustan; Muhammad Miftah Sabban
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v3i2.112

Abstract

Producing scientific work has become an obligation for students at a university since 2012. So the ability to manage scientific references, especially the use of applications in managing references is very necessary to support the writing of a scientific paper. Some applications that are specifically used to manage references are very easy to obtain, one of which is Mendeley. However, based on observations, most STKIP Hatta-Sjahrir students have not been able to use the Mendeley application. Even some of them do not know what Mendeley is. As a result, students still write references in a paper manually. Based on these problems, this training activity aims to introduce the Mendeley application and teach how to use the application. This training method is divided into three stages, namely the preparation stage, the implementation/practice stage, and the evaluation stage. This activity was attended by 15 students from various study programs at STKIP Hatta-Sjahrir. The results of the evaluation showed that participants were able to use the Mendeley application and felt that writing references and the citation process had become easier.
PERBANDINGAN MODEL REGRESI WEIBULL DAN REGRESI COX PROPOSIONAL HAZARD Mayawi Mayawi; Nurhayati Nurhayati; Novita Serly Laamena; Ariestha Widyastuty Bustan; Munazat Salmin; Taufan Talib
Science Map Journal Vol 4 No 2 (2022): Science Map Journal
Publisher : Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jmsvol4issue2pp49-60

Abstract

This study aims to determine the model of Acute Myocardial Infarction using the Weibull Regression and Cox Proportional Hazard Regression methods to determine the factors that significantly influence the length of time for recovery of acute myocardial infarction patients. The results of this study indicate that the factors that significantly influence the recovery time of acute myocardial infarction patients are age, onset, number of secondary diagnoses and duration of pain. Based on the AIC value, the Weibull regression model is the best regression model because the AIC value is smaller, namely 292.883 compared to the Cox Proportional Hazard regression model with an AIC value of 493.3971
Efektivitas Pelatihan Simulasi Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Dasar Siswa SMA di Daerah 3T Risky Richlos Sarapung; Akmal Hi Dahlan; Anuwar Kadir Abdul Gafur; Ariestha Widyastuty Bustan; Dyah Safitri Qammariyah Kharie; Almukmin Umar
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3200

Abstract

Kemampuan berhitung dasar merupakan fondasi penting dalam pembelajaran matematika, namun di wilayah 3T seperti Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, kompetensi numerasi siswa masih tergolong rendah. Permasalahan mitra yang teridentifikasi meliputi kesulitan siswa dalam melakukan operasi hitung dasar secara cepat dan tepat, rendahnya motivasi belajar matematika, serta keterbatasan sarana dan strategi pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar siswa melalui pelatihan simulasi interaktif yang dirancang berbasis pendekatan kontekstual dan partisipatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dengan sekolah mitra, pelaksanaan pretest untuk mengetahui kemampuan awal, pelatihan simulasi berhitung dasar dengan bimbingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi melalui posttest dan observasi aktivitas belajar. Media yang digunakan berupa perangkat simulasi digital dan lembar kerja berbasis permainan numerik untuk memperkuat keterampilan berhitung dan ketelitian siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berhitung dasar siswa dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 64,4% dari hasil pretest ke posttest. Aspek operasi campuran, kecepatan, dan ketelitian mengalami peningkatan paling tinggi. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap sikap dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, dan sekolah dalam mendukung penguatan literasi numerasi di daerah 3T. Dengan demikian, pelatihan simulasi berhitung dasar ini terbukti efektif sebagai model pengembangan pembelajaran matematika kontekstual yang dapat direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa.
Value at Risk Prediction for the GJR-GARCH Aggregation Model Nurhayati Nurhayati; Wiwin Apriani; Ariestha Widyastuty Bustan
Pattimura International Journal of Mathematics (PIJMath) Vol 1 No 1 (2022): Pattimura International Journal of Mathematics (PIJMath)
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.401 KB) | DOI: 10.30598/pijmathvol1iss1pp01-06

Abstract

Volatility is the level of risk faced due to price fluctuations. The greater the volatility brings, the greater the risk. We need a measure such as Value at Risk (VaR) and volatility modeling to overcome this. The most frequently used volatility model in the financial sector is GARCH. However, this model is still unable to accommodate the asymmetric nature, so the GJR-GARCH model was developed. In addition, this study also used aggregation returns with two assets in them. This study aimed to determine the VaR prediction for the GJR-GARCH(1.1) aggregation model and its comparison with the GARCH(1.1) aggregation model. The results obtained indicate that the prediction of volatility using the GJR-GARCH(1.1) aggregation model is more accurate than the GACRH(1.1) aggregation model because it has a correct VaR value that is close to the given confidence level.