Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN PERILAKU PASIEN TERKAIT CARA MENYIMPAN OBAT RACIKAN NON STERIL DI PUSKESMAS SEWON 1 BANTUL Abd Sukri S. Manusu; Ari Susiana Wulandari; Sri Suprapti; Eva Nurinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4849

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan dan penyimpanan obat di rumah masih menjadi masalah akibat kurangnya pemahaman. Menurut Kemenkes RI (2013), 35,2% rumah tangga menyimpan obat, sebagian besar obat sisa. Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 82-85% keluarga di Jakarta dan Yogyakarta menyimpan obat, namun 30% tidak mengelolanya dengan baik. Obat racikan non-steril memiliki batas penggunaan (Beyond Use Date/BUD) yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa. Studi di Puskesmas Sewon 1 Bantul menunjukkan 9,9% pasien menerima terapi obat racikan.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan perilaku menyimpan obat racikan non steril oleh pasien.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi gamma dan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,003) dan tingkat pendidikan (p=0,000) dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, status pekerjaan, dan status jaminan kesehatan dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p>0,05).Kesimpulan: Faktor usia dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap kebiasaan pasien dalam menyimpan obat racikan non-steril. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai cara penyimpanan obat yang benar agar kualitas dan efektivitas obat tetap terjaga. Kata Kunci : BUD, racikan, non steril, sosiodemografi, perilaku
Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Danang Amukti; Daru Estiningsih; Tetie Herlina; Nurul Kusumawardani; Ade Puspitasari; Latifa Amalia; Ifa Aris Suminingtyas; Eva Nurinda; Sundari Desi Nuryanti; Ari Susiana Wulandari; Ria Indah Pratami
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
ANALISIS HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN PERILAKU PASIEN TERKAIT CARA MENYIMPAN OBAT RACIKAN NON STERIL DI PUSKESMAS SEWON 1 BANTUL Abd Sukri S. Manusu; Ari Susiana Wulandari; Sri Suprapti; Eva Nurinda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4849

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan dan penyimpanan obat di rumah masih menjadi masalah akibat kurangnya pemahaman. Menurut Kemenkes RI (2013), 35,2% rumah tangga menyimpan obat, sebagian besar obat sisa. Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 82-85% keluarga di Jakarta dan Yogyakarta menyimpan obat, namun 30% tidak mengelolanya dengan baik. Obat racikan non-steril memiliki batas penggunaan (Beyond Use Date/BUD) yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa. Studi di Puskesmas Sewon 1 Bantul menunjukkan 9,9% pasien menerima terapi obat racikan.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dengan perilaku menyimpan obat racikan non steril oleh pasien.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi gamma dan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,003) dan tingkat pendidikan (p=0,000) dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, status pekerjaan, dan status jaminan kesehatan dengan perilaku menyimpan obat racikan non-steril (p>0,05).Kesimpulan: Faktor usia dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap kebiasaan pasien dalam menyimpan obat racikan non-steril. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut mengenai cara penyimpanan obat yang benar agar kualitas dan efektivitas obat tetap terjaga. Kata Kunci : BUD, racikan, non steril, sosiodemografi, perilaku