Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi E-Modul Interaktif Berbasis Real Skill Case-Handling Project dengan Integrasi Deep Learning Memanfaatkan Eco-Edu Forest untuk Guru Sekolah Alam Leuser Mukra, Rizal; Arwita, Widya; Ratno, Suyit; Harahap, Aline Gustri Yolanda; Pristy, Annisa; Fadhli, Muhammad; Lingga, Nur Anelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.579

Abstract

Mitra PKM ini adalah kelompok guru di SMP Swasta Sekolah Alam Leuser, Jl. Dusun Kodam Bawah, Bukit Mas Kec. Besitang, Kab. Langkat Prov. Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk melakukan pelatihan Inovasi E- Modul Interaktif Berbasis Real Skill CaseHandling Project Terintegrasi Substansi Deep Learning Memanfaatkan Eco-Edu Forest Untuk Guru Sekolah Alam Leuser. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan tim pengusul. Terdapat berbagai tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dan pendekatan pedagogis seperti: 1) Guru belum terampil dalam pembuatan E-modul, 2) Model Real skill case-handling project dengan penerapan Deep learning dan pemanfaatan Eco-edu forest belum maksimal dan 3) Sebagian besar hasil belajar siswa masih kurang dari KKM. Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan yang dialami mitra adalah pelatihan Emodul dengan model Real Skill Case-Handling Project terintegrasi Deep learning dan pemanfaatan Eco-edu forest. Diharapkan kelompok guru dapat kompeten dalam menyusun E-modul tersebut. Luaran wajib yang ditargetkan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah 1) Artikel yang dipublikasikan di Jurnal Nasional Terakreditasi, 2) Publikasi kegiatan pada Media Massa Online Waspada, 3) Hak Cipta video kegiatan PKM, 4) Hak Cipta poster. Metode pelaksaan program kemitraan masyarakat ini dilakukan melalui 5 tahapan utama yaitu, 1) Tahapan sosialisasi/persiapan, 2) Tahapan pelatihan/pelaksanaan, 3) Penerapan teknologi, 4) Tahapan pendampingan dan evaluasi, 5) Keberlanjutan program. Hasil yang diperoleh untuk laporan kamajuan ini adalah: modul yang dihasilkan semua berada pada kategori “Valid dengan perbaikan” untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan hasil yang pretest yang diperoleh sebesar 68.89. Temuan ini menjadi indikator penting bahwa E-modul yang telah disusun benar-benar dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman siswa sekaligus sebagai sarana pembelajaran inovatif.
Analysis of the Implementation of Problem-Based Learning in Metabolism Topics in Grade XII at SMAN 16 Medan: Analisis Kesesuaian Implementasi Problem Based Learning pada Materi Metabolisme Kelas XII Sman 16 Medan Harahap, Aline Gustri Yolanda; Annisa, Annisa; Arya, Dimas; Pasaribu, Salsabila Saqinah; Mukra, Rizal; Arwita, Widya
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v7i1.4997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian implementasi Problem Based Learning (PBL) pada materi metabolisme di kelas XII SMAN 16 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur dengan guru Biologi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan praktik pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dengan sintaks PBL yang meliputi orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan, penyajian hasil, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menghadirkan fenomena kontekstual sebagai pemantik pembelajaran untuk mengaitkan konsep metabolisme dengan kehidupan sehari-hari. Namun, permasalahan tersebut belum terintegrasi secara sistematis dalam seluruh tahapan pembelajaran karena tidak tercantum secara eksplisit dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kondisi ini menyebabkan kegiatan pembelajaran lebih berfokus pada eksplorasi konsep dibandingkan pada proses pemecahan masalah secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis PBL diperlukan untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis masalah secara lebih optimal. This study aims to analyze the suitability of the implementation of Problem Based Learning (PBL) in the metabolism topic for grade XII students at SMAN 16 Medan. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through direct classroom observation and semi-structured interviews with one biology teacher and one student for data triangulation. Data were analyzed by comparing the actual classroom practices with the theoretical syntax of PBL. The results indicate that the teacher introduced a contextual phenomenon as an initial trigger to relate metabolism concepts to everyday life situations. However, the problem presented at the beginning of the lesson was not systematically integrated into all stages of learning because it was not explicitly included in the student worksheet. Consequently, learning activities were more focused on concept exploration rather than on a complete problem solving process. These findings suggest that the development of PBL based student worksheets is necessary to support a more optimal implementation of problem based learning.