Runtuwene, Hendry C. M.
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Menanamkan Nilai-Nilai Estetika Berbasis Ekoteologi Dalam Pengelolaan Taman Gereja Gratia Geradus; Hendry C. M. Runtuwene
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.228

Abstract

Taman gereja tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai sarana spiritual yang mencerminkan keindahan ciptaan Allah. Pendekatan ekoteologi dipilih untuk menekankan hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Tuhan, sehingga pengelolaan taman tidak sekadar memperhatikan aspek visual, tetapi juga aspek teologis dan ekologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai estetika berbasis ekoteologi menciptakan taman yang bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga mendukung kesadaran ekoteologis jemaat, membangun etika ekologis, serta memperkuat peran gereja dalam menjaga kelestarian ciptaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan konsep pengelolaan ruang gereja yang ramah lingkungan dan bermakna teologis
Suatu Kajian Etis Teologis Tentang Pendeta Yang Berbisnis Josua Imanuel Maindoka; Hendry C. M. Runtuwene
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68576/prhb0j44

Abstract

Dalam penulisan artikel ini dibahas tentang kajian etis-teologis berkaitan dengan pendeta yang melakukan kegiatan bisnis. Fenomena ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pelayanan masa kini, khususnya dalam konteks gereja-gereja lokal yang belum mampu menjamin kesejahteraan penuh bagi pelayan-pelayannya. Artikel ini menyoroti aspek motivasi, integritas, dan dampak pelayanan yang mungkin timbul dari keterlibatan pendeta dalam usaha ekonomi. Secara teologis, kegiatan bisnis oleh pendeta dianalisis melalui sudut pandang etika Kristen dan pemikiran A. A. Sitompul dalam karya Etika Kristen: Refleksi Moral dalam Konteks Kehidupan, serta didukung oleh dasar Alkitabiah dari Kisah Para Rasul 18:3 yang menunjukkan bagaimana Paulus tetap bekerja sambil melayani. Penulisan ini menggunkan metode kualitatif dengan kajian dari sudut pandang etika yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa selama bisnis dijalankan dengan etika yang benar, motivasi yang murni, dan tidak menggeser prioritas pelayanan, maka keterlibatan tersebut dapat diterima sebagai bagian dari tanggung jawab hidup yang kontekstual dan bermartabat.
MENANAMKAN NILAI-NILAI MISI DALAM PEMANFAATAN ALAT MUSIK KOLINTANG MELALUI PERSPEKTIF MUSIK GEREJA Lidya Wilar; Hendry Corneles Mamengko Runtuwene
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68576/3ca0zh32

Abstract

This study examines the use of Kolintang music from the perspective of church music as a means of mission and inculturation of the Christian faith. According to Erik Routley, church music is understood as sung theology, meaning theology sung, so that music functions not only as a complement to the liturgy but also as a living proclamation of faith. Kolintang, as a Minahasan cultural heritage, is imbued with the values of togetherness, mutual cooperation, equality, and social harmony, which align with Christian teachings regarding the communion of the body of Christ. Using a qualitative approach and literature review, this study identifies the mission values embodied in Kolintang, analyzes its actual use in churches, and provides practical recommendations. The results indicate that Kolintang can function as a liturgical, educational, and missionary medium, as well as a means of preserving local culture. Thus, the use of Kolintang presents an authentic form of inculturation, connecting the Gospel with local culture, and strengthening the faith and identity of the Minahasan Christian congregation.