Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERKEMBANGAN ISLAM DI KEDATUAN SUPPA ABAD KE-17 Majid, Muh. Ilham; Yunus, Abd. Rahim; Wahyuddin
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v2i1.6482

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perkembangan Islam di Kedatuan Suppa abad ke-17 dengan difokuskan pada kedatangan dan penerimaan Islam di Suppa dan pengaruh Islam terhadap kehidupan masyarakat Suppa. Untuk menjawab hal tersebut, maka ditempuh dengan metode kritis melalui empat tahapan: heruistik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Pendekatan yang dilakukan sebagai pisau analisis adalah pendekatan antropologi budaya, sosiologi. Riset ini menemukan bahwa kontak Islam dengan masyarakat Suppa tidak terlepas dari jalur pelayaran dan perdagangan di wilayah pesisir, kemudian diterima secara melembaga pada abad ke-17 khususnya pada masa pemerintahan Datu Suppa We Passulle Daeng Bulaeng tahun 1609 yang diikuti oleh masyarakat Suppa secara umum. Islam kemudian terintegrasi ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat setempat, sehingga Islam menjadi bagian dari identitas masyarakat Suppa.
Hak-Hak Perempuan dalam Al-Qur'an: Larangan KDRT dan Perlindungan Keluarga Dohe, Muh. Ilham Majid; Abubakar, Achmad; Mahfuz, Muhsin
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i2.1943

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam hak-hak perempuan dalam Al-Qur’an dengan fokus pada larangan kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan keluarga. Tujuan penelitian adalah menegaskan nilai-nilai Qur’ani sebagai dasar etis dan normatif untuk membangun relasi keluarga yang adil dan penuh kasih sayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik dan analisis maqasid al-syari‘ah, menelaah ayat-ayat tematik serta karya tafsir klasik dan kontemporer. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dari sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan tafsir, serta sumber sekunder berupa penelitian akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip rahmah, mawaddah, dan mu‘asharah bi al-ma‘ruf merupakan fondasi utama dalam Al-Qur’an yang menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Tafsir modern menempatkan qiw?mah sebagai tanggung jawab moral dan ekonomi, bukan otoritas gender. Analisis komparatif dengan hukum nasional dan internasional menunjukkan keselarasan antara maq??id syariah dan prinsip perlindungan perempuan. Penelitian ini berkontribusi pada pembaruan pemahaman tafsir berbasis keadilan gender dan memberikan dasar teoritis bagi model advokasi Islam yang humanistik. Hasilnya memperkaya wacana hukum Islam kontemporer dan membuka ruang baru bagi penguatan kebijakan sosial berbasis nilai Qur’ani.
Rekonstruksi Islam Modern di Lebanon: Interaksi antara Agama, Negara, dan Gerakan Sosial Muh. Ilham Majid Dohe; Susmihara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2556

Abstract

Kajian ini membahas dinamika sejarah Islam modern di Lebanon sebagai hasil interaksi kompleks antara kolonialisme, struktur politik sektarian, dan perubahan sosial internal komunitas Muslim. Latar belakang penelitian didasarkan pada kenyataan bahwa sejak berakhirnya kekuasaan Ottoman dan awal Mandat Prancis, Lebanon membentuk sistem politik konfensional yang membagi kekuasaan berdasarkan agama. Struktur ini, meskipun dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan politik, justru melahirkan sekterianisme dan ketimpangan sosial yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri proses pembentukan negara Lebanon, mengidentifikasi tokoh serta gerakan kunci dalam perkembangan Islam modern, dan menganalisis kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya, serta pendidikan Islam di Lebanon kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode historis-deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui telaah literatur terhadap sumber-sumber akademik dan dokumen sejarah modern Timur Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Sayyid Musa al-Sadr, Muhammad Husayn Fadlallah, dan Hassan Nasrallah berperan penting dalam membentuk kesadaran politik dan sosial umat Islam, khususnya komunitas Syiah. Gerakan Amal dan Hezbollah menjadi instrumen utama transformasi sosial dan politik. Lembaga Islam seperti al-Mabarrat Foundation dan Imam Sadr Foundation turut memperkuat peran pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kesimpulannya, Islam modern Lebanon merupakan bentuk negosiasi antara tradisi dan modernitas yang menjadikan agama tidak sekadar sistem keyakinan, tetapi juga fondasi moral dan sosial dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di tengah realitas politik sektarian.
HAK-HAK PEREMPUAN DALAM AL-QUR'AN: LARANGAN KDRT DAN PERLINDUNGAN KELUARGA Dohe, Muh. Ilham Majid; Abubakar, Achmad; Mahfuz, Muhsin
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqan.v8i2.4218

Abstract

Domestic violence within Muslim societies continues to persist not only as a social and legal problem but also as a consequence of entrenched interpretive practices that normalize patriarchal authority in family relations. This study critically examines women’s rights and the Qur’anic prohibition of domestic violence through a maqāṣid al-sharīʿah–based hermeneutical framework. The primary objective is to elucidate the ethical architecture of the Qur’an in regulating family relations and to develop an interpretive model that situates domestic violence as fundamentally incompatible with the higher objectives of Islamic law. Employing a qualitative normative approach, this study conducts a thematic analysis of Qur’anic verses on family relations, supported by classical and contemporary Qur’anic exegesis and strengthened through a comparative analysis of legal instruments and family protection policies. The data are integratively constructed from the Qur’anic text, representative exegetical literature, and legal documents addressing domestic violence. The findings demonstrate that the Qur’an consistently frames the family as an ethical space grounded in justice (ʿadl), compassion (raḥmah), and human dignity (karāmah), thereby rendering all forms of domestic violence contradictory to the protection of life, honor, and family integrity as core objectives of the Sharīʿah. This study contributes by proposing an integrative maqāṣidī hermeneutical framework that bridges Qur’anic ethics, gender-sensitive interpretation, and contemporary legal discourse, offering a normative foundation for advancing family justice and protection in Muslim societies.
Rekonstruksi Peristiwa Musu Selleng dalam Perspektif Hadis (Kajian Historis dan Etika Islam) Dohe, Muh. Ilham Majid; Amin, Muhammadiyah; Ismail, Laode
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peristiwa Musu Selleng dalam perspektif hadis, dengan menyoroti dimensi historis, etika, dan teologis dari proses Islamisasi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teks historis dan tafsir hadis normatif. Data diperoleh melalui telaah sumber primer seperti Lontara Gowa serta hadis-hadis sahih yang berkaitan dengan niat, kebebasan beragama, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi Gowa-Tallo dalam Musu Selleng tidak hanya bermotif dakwah, tetapi juga politik dan ekonomi. Evaluasi hadis menunjukkan bahwa niat dakwah yang bercampur ambisi kekuasaan kehilangan nilai moralnya, Islamisasi melalui paksaan bertentangan dengan prinsip rahmah, dan tindakan represif melanggar prinsip keadilan Islam. Dengan demikian, Musu Selleng merupakan contoh historis tentang ketegangan antara dakwah dan kekuasaan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penerapan hadis sebagai kerangka etika dalam studi historiografi Islam Nusantara, sehingga sejarah tidak hanya dilihat sebagai kronologi kekuasaan, tetapi juga sebagai refleksi moral dan spiritual. Pendekatan ini membuka ruang baru bagi pengembangan studi etika Islam interdisipliner.
Al-khasyah in the Qur’an: An Integrative Framework of Knowledge, Faith, and Ethical Action for Contemporary Society Majid Dohe, Muh.Ilham; Arif Rahman
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 4 No. 3 (2025): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary societies face a deep moral and spiritual crisis marked by technological acceleration, ethical fragmentation, and declining public trust, which has stimulated renewed scholarly interest in Qur’anic resources for reconstructing moral life. This article examines the concept of al-khasyah as a foundational yet under-theorized principle of Islamic ethics, aiming to clarify its meaning, epistemic roots, and practical relevance for the modern world. The study adopts a qualitative, interpretive, and text-centered methodology grounded in thematic Qur’anic exegesis, integrating close reading of selected verses with comparative analysis of classical and modern tafsir traditions. Primary sources include key passages that link knowledge, fear of God, and righteous action, while secondary sources draw on authorities such as Ibn Kathir, Al-Tabari, Al-Qurthubi, Al-Ghazali, Al-Alusi, and Hamka. Findings show that al-khasyah is a knowledge-based reverence rather than instinctive fear, emerging from contemplative engagement with divine signs in creation and revelation. The Qur’an consistently connects true knowledge with humility before God, positioning al-khasyah as an epistemic, spiritual, and ethical virtue that motivates obedience, accountability, and justice. Fear of the Most Merciful in the unseen cultivates sincerity, self-regulation, and moral resilience, particularly in digital and surveillance-driven contexts. Synthesizing these insights, the study proposes an integrative model of Knowledge, Reverence, Ethical Action, and Spiritual Integrity as the core architecture of Qur’anic moral formation. The article concludes that al-khasyah offers a constructive framework for addressing modern moral deficits by embedding knowledge within transcendental accountability and character-based ethics, with significant implications for education, governance, and social trust and communal ethical renewal.