Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Role Of Youth Information Centers And Counseling In Minimizing Premature Wedding Events Putri, Hernisa Trisna; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede; TM, M. Fajriannor
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14346

Abstract

Latar Belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memebrikan pelayanan informasi dan konseling kepada remaja salah satunya upaya pendewasaan usia perwakinan untuk meminimalkan kejadian dari pernikahan usia dini. Kejadian pernikahan usia 15-19 tahun pada tahun 2018 Barito Kuala menduduki peringkat tertinggi sedangkan pada tahun 2022 barito Kuala menduduki peringkat ke 12.Tujuan: Mengetahui peranan Pusat Informasi Konseling remaja (PIK R) dalam meminimalkan kejadian pernikahan usia dini di Barito Kuala.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian sebanyak lima orang informan utama dan empat orang informan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis isi.Hasil: Pernikahan usia dini yang terjadi di Barito Kuala masih sering terjadi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, pergaulan, orang tua dan kebiasaan turun-temurun. Peran dari PIK R sendiri sudah cukup baik, namun SDM untuk PIK masih kurang, sehingga pelayanan yang diberikan masih sangat terbatas.Simpulan: Pusat Informasi Konseling Remaja di Barito Kuala berperan dalam meminimalkan kejadian pernikahan di usia dini.Saran: Diharapkan untuk meningkatkan promosi PIK R di kalangan remaja, agar peranan dari PIK R sendiri bisa terjalankan dengan baik Kata Kunci: pernikahan usia dini, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), remaja ABSTRACT Background: The youth counseling information center (PIK R) is a vessel developed in genre, run of, by, and for youth to provide information services and counseling to youth, one of which is an  effort to increase the age of the delegation to minimize incidents of premature marriage. The incidence of a 15-19 - year - old wedding in 2018 named Barito Kuala finished its high rating by 2022; Barito Kuala received its 12th.Objective: Knowing the role of the youth counseling information center (PIK R) in minimizing youth wedding events in Barito Kuala.Methods: Qualitative descriptive methods, Informant in research as many as five key informant and four persons informant triangulation. Data collection USES in-depth interviews with content analysis.Results: Early marriage that takes place in barito Kuala Lumpur is not uncommon with some factors affecting his knowledge, associations, parents, and past customs. Whereas the role of the PIK R itself was good enough, however, because human resources for PIK R were so small that service was still so limited.Conclusion: The role of the youth counseling information center in Barito Kuala plays in minimizing premature marriage events.Suggestion: It is hoped to enhance the PIK R promotion among teenagers, so that the role of PIK R properly carried out. Keywords: youth,  Youth Counseling Information Center (PIK R), Youth marriage, 
Pengembangan Metode Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Sebagai Inovasi Pencegahan Dampak Stunting: Developing a Method for Providing Additional Feeding Based on Local Food as an Innovation to Prevent the Impact of Stunting TM, M. Fajriannor; Novianty, Nadya; Tarmizi, Ahmad; Lisnawati, Lisnawati; Muna, Ariatul; Maulana, Maulana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9024

Abstract

Kejadian stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 24,13%. Pada tahun 2022 terdapat 58 kasus stunting dan meningkat menjadi 72 kasus per Bulan Maret tahun 2023. Permasalahan yang didapatkan yaitu belum terlaksananya secara maksimal program pemerintah berupa pemberian makanan tambahan dan masih rendahnya pemahaman serta pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah metode baru dalam pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagai inovasi pencegahan dampak stunting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (RnD). Model penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui teknik indepth interview, focus group discussion, wawancara dengan kuesioner dan lembar isian. Data dianalisis secara konten dan uji one to one secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dikembangkan berupa pemberian kotak makan dengan packaging yang menarik disertai dengan pendampingan ibu balita. Implementasi dilakukan selama 1 bulan kepada 2 orang subjek dengan hasil berat badan pada subjek 1 mengalami peningkatan sebesar 600 gram dan tinggi badan hanya naik 1 cm sedangkan subjek 2 mengalami peningkatan sebesar 500 gram, dan tinggi badan meningkat sebanyak 4 cm. Metode yang dikembangkan dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan balita stunting yang menjadi subjek penelitian.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di PMB Nurul Hikmah Kecamatan Sungai Tiung Kabupaten Banjarbaru Naimah, Jannatun; Salmarini, Desilestia Dwi; TM, M. Fajriannor; Rahmawati, Dwi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1016

Abstract

Pendahuluan : Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif 80%. Namun pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada kenyataannya masih rendahhanya 74,5%. Data profil Dinkes Provinsi Kalsel tahun 2021 bayi 0-6 bulan ASI Eksklusif dari 1.132 yang ASI Eksklusif adalah 469 bayi (41,4%).Berdasarkan studi pendahuluan pada 12 Mei 2023 di PMB Nurul Hikmah Banjarbaru, peneliti melakukan tanya jawab kepada 10 ibu nifas, 8 ibu (80%) sudah memberikan susu formula sejak lahir karena ASI sedikit dan merasa tidak cukup, 2 ibu (20%) ASInya cukup. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan, upaya memenuhi kecukupan ASI ibu nifas salah satunya dengan memberikan KIE dan pijat oksitosin ibu nifas untuk kelancaran produksi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini Menganalisa pengaruh pijatan oksitosin terhadap kecukupanASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan peelitian praeksperimental dengan tipeone group pretest-posttest design. Jumlah sampel 12 responden.Variabel penelitiannya pijat oksitosi dan kecukupan ASI ibu nifas.Data dianalisis menggunakan uji mc nemar. Hasil: Ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,004< 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Pada Ibu Nifas. Simpulan: Adanya perubahan pada ibu nifas sebelum dan sesudah dilakukan pijatan oksitosin diketahui bahwa sebelum di lakukan pijat oksitosin sebagia besar dari responden ASI nya kurang sedangkan sesudah dilakukan pijatan oksitosin hamper seluruh responden ASI nyacukup.