Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Nonformal

PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN SEBAGAI UPAYA PENYADARAN BELAJAR MELALUI PENDIDIKAN KESETARAAN DI KOTA SAMARINDA Kukuh Miroso Raharjo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.393 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i2p63-69

Abstract

Abstract: The objectives of this study are (1) Implementation of management of learning equality education for street children. 2) The existence of empowerment of street children as part of the Out of School Education program. The research method uses qualitative research design. Paying attention to the existence and reality of the characteristics of the tutor in the learning process of equality education programs at the Jalina City Street Clinic. The qualitative research approach uses a single case study design (one case study). The single case study in this study is a case study on equality education tutors, who saw the learning process carried out in an effort to empower street children through education. Data collection uses techniques (a) in-depth interviews, (b) Forum Group Discussion (FGD), and (c) documentation. The results of this study were the learning of street children in an empowerment effort by tutors through facilitation and mentoring activities using group settings. group techniques that can be used in street children's learning activities should be considered well, especially in the accuracy of the selection of methods and their implementation. The form of implementation consists of five phases, namely Phase 1: Approach, Phase 2: Determination of Problems, Phase 3: Development of Critical Reflection, Phase 4: Determination and Implementation of Actions, and Phase 5: Evaluation Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) Implementasi manajemen pembelajaran pendidikan kesetaraan bagi anak jalanan. 2) Eksistensi pemberdayaan anak jalanan sebagai bagian dari program Pendidikan Luar Sekolah. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif. Memperhatikan keberadaan dan realitas karakteristik tutor dalam proses pembelajaran program pendidikan kesetaraan di Klinik Jalanan Kota Samarinda. Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan rancangan studi kasus berupa kasus tunggal (one case study). Studi kasus tunggal dalam penelitian ini adalah studi kasus pada tutor pendidikan kesetaraan, di mana melihat proses pembelajaran yang dilakukan dalam upaya pemberdayaan anak jalanan melalui pendidikan. Pengumpulan data menggunakan teknik (a) wawancara mendalam, (b)  Forum Group Discussion (FGD), dan (c) dokumentasi.Hasil Penelitian ini adalah pembelajaran anak jalanan dalam upaya pemberdayaan oleh tutor melalui kegiatan fasilitasi dan pendampingan menggunakan setting kelompok. teknik kelompok yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran anak jalanan hendaknya dipertimbangkan dengan baik, terutama dalam ketepatan pemilihan metode dan pelaksanaannya. Adapun bentuk pelaksanaannya terdiri dari lima fase, yaitu Fase 1 : Pendekatan ,Fase 2 : Penentuan Masalah, Fase 3 : Pengembangan Refleksi Kritis, Fase 4 : Penetapan dan Pelaksanaan Tindakan, dan Fase 5 : Evaluasi.
Konstruksi Model Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Berbasis Keswadayaan Oleh PKBM Di Kabupaten Malang Moh Ishom; Kukuh Miroso Raharjo; Rezka Arina Rahma
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i1p45-51

Abstract

AbstrakTujuan penelitian mendeskrisikan pola manajemen penyelenggaraan Kejar Paket C Swadana dengan dana yang terbatas. Penelitian  menggunakan rancanagn  penelitian studi kasus, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara dan FGD, dan dianalisis dengan metode analisis interaktif (Miles Hubermans, 1992). Temuan penelitian ini adalah : (a) pengelola PKBM memiliki semangat yang luar biasa dalam mengawali program kejar paket C, dengan biaya sendiri, (b) sambil melakasanakan pogram PKBM mengembangkan program PNF lainnya, (c) Dengan biaya yang diangsur oleh warga belajar mampu mendorong semangat warga belajar paket C, (d) mulai tahun 2016 PKBM telah behasil meluluskan warga belajar Paket C, dan (e) pada tahun 2018 mulai mendapakan BOP Paket C hingga saat ini. AbstractThe purpose of the study is to describe the management pattern of organizing the Swadana Package C Chase with limited funds. Research uses a case study research design, using a qualitative approach. Data were collected by interview and FGD, and analyzed by interactive analysis methods (Miles Hubermans, 1992). The findings of this study are: (a) the manager of PKBM has an extraordinary enthusiasm in initiating a program Paket C, at their own expense, (b) while carrying out the PKBM program developing other PNF programs, (c) With the installments paid by the learning citizens able to encourage the enthusiasm of the citizens to learn Paket C, (d) starting in 2016 PKBM has succeeded in graduating residents to learn Package C, and (e) in 2018 began getting BOP Paket C to date
Transformasi Pendidikan Budaya Berbasis Pemberdayaan Keluarga Dalam Menjaga Nilai-Nilai Tradisional Di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Raharjo, Kukuh Miroso; Zulkarnain, Zulkarnain; Pusparini, Citra Wahyu
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 19, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v19i22024p%p

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan studi fenomenologi tentang transformasi pendidikan budaya berbasis family empowering dalam menjaga nilai-nilai tradisional di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Hal yang dikaji dalam penelitian kali ini mengenai eksplorasi nilai pendidikan budaya pada keluarga di wilayah perbatasan antara 2 negara Indonesia-Malaysia melalui family empowerment dalam menjaga nilai-nilai tradisional. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai pemaknaan transformasi pendidikan budaya pada keluarga yang bertempat tinggal di wilayah perbatasan dalam menjaga nilai-nilai tradisional negara asalnya dan hidup berdampingan dengan nilai- nilai budaya keluarga negara yang berbatasan langsung dengan tinggalnya sehingga muncul harmonisasi dalam menjaga nilai-nilai tradisional dalam keluarga. Kontruksi pelaksanaan pembelajaran transformatif sebagai upaya pemberdayaan komunitas keluarga di perbatasan malaysia indonesia berangkat dari suatu kondisi seseorang sedang mengalami krisis personal dengan keadaan yang tidak berdaya sehingga menjalani profesi yang diyakini selama ini dipercaya sebagai kebenaran, oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh pelatih baik dalam kegiatan pelatihan ketrampilan wirausaha, masing-masing pelatih mengawali pembelajaran dengan memberikan nasehat, motivasi terkait makna kehidupan yang lebih baik dengan menyampaikan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah