Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK JENIS POLYSTYRENE (PS) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA CAMPURAN (HRS-WC) Pulung Pulung Hudoyo; Desi Riani; Robby Robby
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5158

Abstract

Plastik jenis Polystyrene (PS) merupakan bahan yang mengandung senyawa polimer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan limbah jenis plastik Polystyrene  (PS)  sebagai  bahan  tambah  terhadap  aspal  campuran  Hot  Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Pengujian Marshall I ditujukan untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang terbaik dari komposisi I, II dan III direncanakan dengan variasi kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5% dan 8%, selanjutnya pengujian Marshall II menggunakan komposisi. KAO yang telah diperoleh dari pengujian tahap pertama dengan bahan tambah plastik jenis PS variasi kadar bahan tambah 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap berat aspal yang diperoleh dari KAO. Hasil pengujian Marshall dengan proporsi agregat kasar sebesar 35%, abu batu sebesar 27% dan pasir sebesar 38% pada komposisi II pengujian Marshall I diperoleh nilai KAO terbaik sebesar 7,38% dibandingkan dengan komposisi I dan III. Pengujian Marshall II dengan penambahan plastik jenis PS pada variasi kadar bahan tambah yang sudah direncanakan terhadap berat aspal KAO, Parameter Marshall memenuhi spesifikasi, terkecuali nilai Void In Mixture (VIM) pada penambahan kadar plastik sebesar 10% yang nilainya yaitu3,79%. Dari hasil evaluasi sifat karakteristik Marshall diperoleh rentang Kadar Plastik Optimum 0% hingga 8,7% memenuhi semua persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018. Penambahan plastik  jenis Polystyrene (PS) ternyata memberikan pengaruh pada campuran aspal panas HRS-WC dan meningkatkan kualitas karakteristik Marshall serta dapat direkomendasikan sebagai bahan tambah untuk meningkatkan mutu perkerasan lentur jalan raya.Kata Kunci: HRS-WC, KAO, Marshall, Polystyrene (PS)
KAPASITAS TERPASANG ALAT BONGKAR MUAT PELINDO III CABANG SAMPIT Muhammad Aqli Muziannur; Robby Robby; Elvina Elvina
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6422

Abstract

Pelabuhan Bagendang Cabang Sampit merupakan pelabuhan kelas III di bawah pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Berdasarkan data dari Pelindo III pada semester I tahun 2019, Pelabuhan Bagendang sudah disandari 100 unit kapal yang setara dengan kapasitas kapal dengan 389.892 grosston  dengan arus peti kemas mencapai 29.943 TEUs. Kapasitas terpasang peralatan adalah kemampuan peralatan menangani kegiatan bongkar muat peti kemas, baik dari/ke kapal maupun menyusun peti kemas di lapangan penumpukan. Dalam proses bongkar muat diperlukan peralatan-peralatan untuk menunjang kegiatan bongkar muat tersebut. Pada tahun 2025 arus bongkar muat box petikemas yaitu 60.662 Box atau dalam 57.866 Teus. Pada tahun 2030 arus bongkar muat box petikemas yaitu 67.942 Box atau dalam 64.231 Teus. Pada tahun 2035 arus bongkar muat box petikemas yaitu 75.222 Box atau dalam 70.596 Teus. Pada tahun 2040 arus bongkar muat box petikemas yaitu 82.502 Box atau dalam 76.961 Teus.Kata Kunci : Bongkar Muat, Kapasitas Terpasang, Peti Kemas, Teus
KAJIAN PENGARUH ABU BATU KAPUR SEBAGAI PENGGANTI FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) Jhoniko Melodi; Robby Robby; Salonten Salonten
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6425

Abstract

Kebutuhan akan material perkerasan jalan, terutama pasir, semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Kalimantan Tengah. Karena itu perlu adanya material alternatif pasir yang dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasir dan abu batu kapur dari Desa Bawan Kabupaten Pulang Pisau dan dari Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas apakah memenuhi persyaratan atau spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga dapat digunakan sebagai agregat dalam campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Perencanaan campuran menggunakan metode Asphalt Institute. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu kapur sebagai pengganti filler pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). dibuat dua komposisi campuran dengan masing-masing 5 variasi kadar aspal. Komposisi I (tanpa bahan pengganti filler), Komposisi II (menggunakan pengganti filler). Berdasarkan hasil tes Marshall untuk Komposisi I diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,35%, stabilitas 1250 kg, VMA 21 %, rongga dalam campuran (VIM) 4,03 %, rongga terisi aspal (VFB) 80,15 % dan hasil bagi Marshall 390,100 kg/mm. Komposisi II diperoleh nilai Kadar Pengganti Filler Optimum sebesar 7,40%, stabilitas 1385 kg, VMA 21,15%, rongga dalam campuran (VIM) 3,90%, rongga terisi aspal (VFB) 82% dan hasil bagi Marshall 320,500 kg/mm.Kata kunci: lapis tipis aspal beton, abu batu kapur, kadar aspal optimum
PEMANFAATAN KAPUR GAMPING SEBAGAI BAHAN TAMBAH PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN LATASTON HRS-WC (HOT ROLLED SHEET- WEARING COURSE Andy Harisandy; Robby Robby; Desriantomy Desriantomy
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i2.6412

Abstract

Lataston HRS-WC adalah campuran aspal panas bergradasi senjang yang terdiri dari Agregat kasar, sedang, halus dan filler. Campuran ini banyak digunakan dilapangan sebagai lapis permukaan jalan. Pada pelaksanaannya dilapangan, pelaksana sering diperhadapkan dengan tidak tetapnya gradasi yang tersedia khususnya pada fraksi bahan pengisi (filler). Dalam komposisi campuran untuk material bahan pengisi (filler) dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar yaitu 6 % s/d 12 %. Material filler yang ada seperti abu batu dan semen memberikan harga yang cukup mahal. Abu kapur   gamping memiliki ukuran partikel yang sangat halus, abu kapur gamping mengandung unsur pozzolan dan bersifat mengeras dan menambah kekuatan jika bereaksi dengan air. Dalam penelitian ini mencoba menganalisis penggunaan abu kapur dari Desa Sibung Kecamatan Raren Batuah Kapupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bahan pengisi (filler) pada campuran HRS-WC.bahan tambah pada campuran Lataston.Kata kunci : Filler, Kapur Gamping, HRS-WC, Marshall
HRS-WC Kajian Pemanfaatan Limbah Kerikil Tambang Emas Dalam Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC): Study of Utilization of Gold Mining Gravel Waste in Mixed Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) PAUL CAVIN MARTHIN PAUL; Desriantomy; Robby
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.34 KB)

Abstract

Daerah Katingan Kalimantan Tengah dilihat dari Atlas Peta Sebaran Tanah Lunak di Indonesia umumnya didominasi dengan tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung umumnya rendah sehingga dapat berpotensi menimbulkan kendala dalam pekerjaan konstruksi berupa perosokan (settlement). Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi mengenai korelasi antara nilai CBR (California Bearing Ratio) dan Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung di Daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan dan mekanis tanah asli. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data dengan mencari hubungan satu sama lain (korelasi) menggunakan regresi linear atau dengan menggunakan regresi yang paling sesuai untuk mendapatkan hubungan antar parameter yang berguna untuk memperkirakan nilai CBR laboratorium dan Kuat Tekan Bebas. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan nilai kuat tekan bebas pada 5 titik di daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan yakni 0,580 kg/cm2; 0,485 kg/cm2; 0,518 kg/cm2; 0,550 kg/cm2; 0,548 kg/cm2. Sedangkan nilai %CBR pada masing-masing titik yakni 3,08%; 3,02%; 4,05%; 5,01%; dan 6,30%. Dari nilai tersebut didapatkan korelasi antara nilai kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR) menggunakan persamaan regresi liner yakni %CBR = 1,872 qu + 2,0102.   The Katingan area, Central Kalimantan, as seen from the Atlas of Soft Soil Distribution Map in Indonesia is generally dominated by soft clay soils which have generally low bearing capacity so that they can potentially cause obstacles in construction work in the form of settlements. Therefore, in this study, a study was conducted on the correlation between the value of CBR (California Bearing Ratio) and the unconfined Compressive Strength of Clay in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency. This test was conducted to determine the physical and mechanical characteristics of the original soil. The data obtained are then analyzed by looking for relationships with each other (correlation) using linear regression or by using the most appropriate regression to obtain relationships between parameters that are useful for estimating laboratory CBR and unconfined compressive strength. Based on the tests that have been carried out, the value of the unconfined compressive strength at 5 points in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency is 0.580 kg/cm2, 0.485 kg/cm2, 0.518 kg/cm2, 0.550 kg/cm2, 0,548 kg/cm2. While the %CBR values ​​at each point are 3,08%, 3,02%, 4,05%, 5,01%, dan 6,30%. From this value, the correlation between the value of unconfined compressive strength and the California Bearing Ratio (CBR) was obtained using a linear regression equation is %CBR = 1,872 qu + 2,0102.
ANALASIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: KAWASAN JALAN CEMPAKA) DI KOTA PALANGKA RAYA: ANALYSIS OF UNSIGNALIZED INTERSECTION (CASE STUDY: CEMPAKA STREET AREA) IN PALANGKA RAYA CITY Julia Cancer Batu Bara; Robby; Parasian Silitonga
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.141 KB)

Abstract

Persimpangan adalah bagian terpenting dari jalan perkotaan, karena sebagian besar dari efisiensi, keamanan, kecepatan, dan tingkat pelayanan jalan bergantung dari perencanaan persimpangannya. Dengan demikian diperlukan adanya manjemen lalu lintas yang terarah untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas. Gambaran diatas merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada beberapa simpang empat tak bersinyal Jalan Cempaka. Pada Jalan utama Cempaka ini banyak terdapat pertokoan, perdagangan, pendidikan, tempat ibadah dan rumah masyarakat sekitar yang bisa menyebabkan arus lalu lintas yang cukup sibuk dan terjadi tundaan juga antrian dibeberapa persimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dan memberikan alternatif pemecahan masalah dengan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan secara langsung untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil dari analisis simpang yaitu lokasi 1 nilai tundaan simpang sebesar 10,222 detik/skr atau pada tingkat pelayanan B dan Nilai peluang antrian sebesar 8% - 19,494% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,413 (Dj ≤ 0,85), lokasi 2 nilai tundaan simpang sebesar 13,262 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 23% - 46% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,761 (Dj ≤ 0,85). Arus belok kanan ≥200 kend/jam dengan kondisi tersebut alternatif yang dilakukan yaitu dengan memasang APILL, lokasi 3 nilai tundaan simpang sebesar 8,596 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 7% - 19% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,404 (Dj≤ 0,85), lokasi 4 nilai tundaan simpang sebesar 11,088 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 12% - 27% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,533 (Dj ≤ 0,85).   Intersections are the most important part of urban roads, because most of the efficiency, safety, speed, and service level of roads depend on the intersection planning. Thus, it is necessary to have a directed traffic management to regulate the smooth flow of traffic. The picture above is one of the problems that occur at several unsignalized intersections on Jalan Cempaka. On the main street of Cempaka, there are many shops, trades, education, places of worship and houses of the surrounding community which can cause quite busy traffic flow and delays and queues at several intersections. The purpose of this study is to analyze the performance of unsignalized intersections and provide alternative solutions to problems with reference to the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI). The research procedure used in this study was a direct field survey to obtain primary and secondary data. Based on the results of the intersection analysis, namely location 1, the intersection delay value is 10.222 seconds/cur or at service level B and the queue opportunity value is 8% - 19.494% with the degree of saturation Dj = 0.413 (Dj ≤ 0.85), location 2 the value of the intersection delay of 13,262 seconds/skr or at service level C and the queue probability value is 23% - 46% with the degree of saturation Dj = 0.761 (Dj ≤ 0.85). Right turn flow 200 vehicles/hour with these conditions the alternative is to install APILL, location 3 intersection delay value is 8.596 seconds/skr or at service level C and queue probability value is 7% - 19% with saturation degree Dj = 0.404 (Dj≤ 0.85), location 4, the intersection delay value is 11.088 seconds/skr or at service level C and the queue probability value is 12% - 27% with the degree of saturation Dj = 0.533 (Dj ≤ 0.85).
Penggunaan Abu Cangkang Karet sebagai Tambahan Filler pada Campuran Aspal Panas Jenis Hot Rolled Sheet Jojeffrey Etter; Ina Elvina; Robby Robby
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.5101

Abstract

A filler is one of the elements or materials that must be present in the hot asphalt mixture. To overcome the lack of filler content, cement or lime is usually used, but in some areas in Indonesia it is sometimes not easy to get cement and the price is relatively more expensive. Therefore, this study tries to examine the effect ofusing rubber shell ash as an additional filler in the asphalt mixture. This study aims to analyze the physical properties, Marshall characteristics, and the optimum value of Rubber Shell Ash using the Asphalt Institute method on a mixture of Lataston Lapis Foundation type HRS-Base (Hot Rolled Sheet -Base). Results Basedon calculations without the addition of rubber shell ash filler, it was found that KAO of 7.35% obtained a Stability value of 900.00 kg, Flow of 3.16 mm, Void in the Mineral Aggregate of 20.7%, Void in the Mix of 4.51%, Void Filled by Bitumen is 77.60%, Marshall Quotient is 285.00 kg/mm. Then it is planned to add 3 variations of Rubber Shell Ash with levels of 1.5%, 3%, and 5%. The best results were obtained with the addition of 5% Rubber Shell Ash with a total filler of 9%, the Stability value was 941.35 kg, Flow was 3.15 mm, the Void in the Mineral Aggregate was 19.70%, the Void in the Mix was 3%, Void Filled by Bitumen was 84, 77%, Marshall Quotient of 300.01 kg/mm.
Penggunaan Pasir Yang Mengandung Zirkon Dan Batu Limbah Tambang Emas Dari Desa Hanua Sebagai Agregat Pada Campuran Hot Rolled Sheet Base (Hrs-Base) Robby Robby; Supiyan Supiyan; Salonten Salonten
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5022

Abstract

AbstractNatural sand is sand obtained directly from nature and can be used directly as construction material without the need for processing first. While zircon sand is sand that is produced from the first pan process from gold mining and is often used by every activity in the production of ceramics, frit, metal casting, and refractory bricks. Based on this potential, efforts need to be made to utilize zircon sand from Hanua village as a construction material for a mixture of aggregate substitutes combined with natural sand as fine aggregate. The coarse aggregate used is gold mining waste stone from Hanua village. One of the environmental problems in Central Kalimantan is gravel waste resulting from gold mining production. Therefore, it is necessary to make efforts to utilize the gravel waste from the Hanua village. Therefore, this study tries to examine the effect of sand containing zircon and gold mine waste gravel on the asphalt mixture. This study aims to analyze the physical properties, marshall characteristics, and the optimum value of the Lataston Lapis Foundation mixture of HRS-Base (Hot Rolled Sheet -Base) type. Based on the calculation results, it was obtained that KAO of 7.3% obtained a Stability value of 925.00 kg, Flow of 3.25 mm, Cavity Between Aggregates of 23.48%, Air voids in Mixture of 4.60%, Cavity Filled with Asphalt of 77 ,95%, Marshall quotient of 300.00 kg/mm.Keywords : Hot Rolled Sheet - Base (HRS-Base), zirkon sand, gravel waste, Marshall ParameterAbstrakPasir alami adalah pasir yang diperoleh langsung dari alam dan langsung dapat digunakan sebagai bahan konstruksi tanpa perlu pengolahan terlebih dahulu. Sedangkan pasir zirkon adalah pasir yang dihasilkan dari proses dulang terlebih dahulu dari hasil penambangan emas dan sering digunakan oleh setiap kegiatan produksi keramik, frit, pengecoran logam, dan bata tahan api. Berdasarkan dari potensi tersebut perlu adanya upaya untuk memanfaatkan pasir zirkon dari desa Hanua sebagai bahan kontruksi campuran pengganti agregat yang digabungkan dengan pasir alami sebagai agregat halus. Untuk agregat kasar yang digunakan adalah batu limbah tambang emas dari desa Hanua. Salah satu permasalahan lingkungan di Kalimantan Tengah yaitu limbah kerikil hasil dari produksi tambang emas. Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk memanfaatkan limbah kerikil dari desa Hanua tersebut. Karena itu maka penelitian ini mencoba untuk meneliti pengaruh pasir yang mengandung zirkon dan batu kerikil limbah tambang emas pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis sifat-sifat fisik, karakterisitik marshall, dan nilai optimum pada campuran Lataston Lapis Pondasi jenis HRS-Base (Hot Rolled Sheet -Base). Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan KAO sebesar 7,3% didapatkan nilai Stabilitas sebesar 925,00 kg, Flow sebesar 3,25 mm, Rongga Antar Agregat sebesar 23,48%, Rongga udara dalam Campuran sebesar 4,60%, Rongga Terisi Aspal sebesar 77,95%, Hasil Bagi Marshall sebesar 300,00 kg/mm.Kata Kunci : Hot Rolled Sheet - Base (HRS-Base), pasir zirkon, limbah kerikil, Parameter Marshall
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SERBUK BATA MERAH PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE: THE EFFECT OF ADDING RICE HUSK ASH AND RED BRICK POWDER ON MIXED HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE Samuel Hans; Supiyan Supiyan; Robby Robby
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transukma
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam padi di Indonesia masih belum termanfaatkan dengan baik. Diantara sekian kegunaan sekam padi, sebagian besarnya dipergunakan untuk keperluan tradisional seperti media tanam, perapian, abu gosok. Dalam upaya memanfaatkan nilai guna sekam padi, penelitian ini mencoba mengkombinasikan abu sekam padi dengan serbuk bata merah untuk di analisis pengaruh kinerja campuran tersebut sebagai bahan tambahan filler pada campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Bahan penambah terdiri dari 3 komposisi, yakni; 75% abu sekam padi dan 25% serbuk bata merah (K1), 50% abu sekam padi dan 50% serbuk bata merah (K2), 25% abu sekam padi dan 75% serbuk bata merah (K3). Setiap komposisi terdiri dari 3 jenis kadar sebanyak 0,3%, 0,35% dan 0,4%. Hasil yang diperoleh dari semua proporsi campuran bahan tambah yang memenuhi spesifikasi untuk campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC), disimpulkan bahwa nilai KAO terendah yaitu 6,25% pada K2 kadar 0,4% dengan stabilitas 1473 kg, VMA 17,8%, VIM 3,7%, VFB 78%, dan MQ 486,7 kg/mm. Sedangkan nilai stabilitas tertinggi yaitu 1688 kg pada K3 kadar 0,3% dengan nilai KAO 6,34%, VMA 18,2%, VIM 3,7%, VFB 79%, dan MQ 548,8 kg/mm.   Rice husk in Indonesia is still not utilized properly. Among the many uses of rice husks, most of them are used for traditional purposes such as planting media, fireplaces, and ash. In an effort to take advantage of the use value of rice husks, this study tried to combine rice husk ash with red brick powder to analyze the effect of the performance of the mixture as a filler additive in Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) mixture. The additive consists of 3 compositions, namely; 75% rice husk ash and 25% red brick powder (K1), 50% rice husk ash and 50% red brick powder (K2), 25% rice husk ash and 75% red brick powder (K3). Each composition consists of 3 types of content as much as 0.3%, 0.35% and 0.4%. The results obtained from all the proportions of added ingredients that meet the specifications for the Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) mixture, it is concluded that the lowest KAO value is 6.25% at 0.4% K2 with stability of 1473 kg, VMA 17.8%, VIM 3.7%, VFB 78%, and MQ 486.7 kg/mm. While the highest stability value was 1688 kg at 0.3% K3 with KAO 6.34%, VMA 18.2%, VIM 3.7%, VFB 79%, and MQ 548.8 kg/mm.
Analysis of Interest In Using Electrical Bicycles in Palangka Raya Vivien Nopella Valentina; Robby Robby; Sutan Parasian Silitonga
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v5i2.606

Abstract

Every year the number of population growth is increasing, therefore the use of transportation is also increasing. With the existence of environmentally friendly transportation products, it is hoped that more and more people will contribute to using them to reduce the impact of global warming. One of the environmentally friendly transportation products is an electric bicycle. This study specifically aims to analyze the characteristics of electric bicycle mode selection and analyze the electric bicycle mode selection model in the city of Palangka Raya. The development of electric bicycles in anticipation of depleting reserves of fuel oil has begun. Palangka Raya City is one of the cities where the use of electric bicycles is gaining popularity. The Logit Binomial model was used to analyze the data from the sort of survey employed in this research, which was based on respondents' expressed preferences. According to the findings of the research, it was shown that what influenced interest in choosing the mode of electric bicycle use were the variables age (X1), gender (X2), family structure (X3), motorcycle ownership (X11), long distance traveled (X15), education/school (X22), spending per month (X24) it is obtained that the overall model prediction rate variable is 79%.