Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perkembangan Filsafat dan SAINS pada Zaman Islam Puteri, Aulia Rahmah; Salminawati, Salminawati; Asmiralda, Febrina; Miftahuljannah, Viona; Pratama, Ilham Putra
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1746

Abstract

Penelitian ini membahas Perkembangan Filsafat dan Sains pada Zaman Islam. Dimulai dengan latar belakang bahwa filsafat Ilmu dan Agama memiliki keterkaitan yang saling tersambung satu sama lain dalam menunjang kemampuan manusia. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa Filsafat ilmu dan agama memiliki hubungan yang saling terhubung satu sama lain. Hubungan yang saling terhubung ini terdapat pada tiga potensi utama manusia yaitu akal, budi serta keyakinan. Sejarah munculnya filsafat ilmu sendiri berasal dari Keldania Mesir Yunani, Suryani hingga tiba di Arab. Hadirnya filsafat di tengah bangsa Arab bersamaan dengan masuknya Islam disana. Dari jaman Jahiliyah, bangsa Arab sudah memiliki ketertarikan akan ilmu pengetahuan, lalu dengan hadirnya Islam yang mana selain disebabkan beberapa faktor yang salah satunya adalah penyebaran dakwah Islam, saat itu banyak buku-buku para filosof seperti Aritoteles yang telah diterjemahkan.. Filsafat mulai terlihat dalam membangun peradaban Islam ketika di masa Abbasiyah yaitu sekitar abad ke 9 M. Perkembangan filsafat Islam mulai berjaya dan berkembang dengan pesatnya pada tahun ke-9-12M yaitu: dalam khazanah ilmu pengetahuan dan masyarakat Muslim. Mengenai tokoh-tokoh filosof yang termasyhur pada zaman Islam ini, diantaranya yaitu sebagai berikut: Al-Kindi (801-866 M), Al-Razi (864-926 M, Al-Farabi (870-950 M), Ibnu Sina (980-1037 M), Al-Ghazali (1058-1111M).
Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Miftahuljannah, Viona; Nasution, Muhammad Irwan Padli; Nasution, Wahyuddin Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.20044

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has brought significant changes to the world of education, especially in the implementation of distance learning (PJJ). ICT-based PJJ allows the teaching and learning series to take place without space and time limitations, and provides easy access to digital learning resources. This article discusses the concepts, benefits, challenges, and strategies for implementing ICT-based PJJ, as well as the importance of infrastructure readiness, digital competence of educators and students, and adequate policy support. With the right approach, ICT-based PJJ can be an effective solution for equitable access to education and improving the quality of learning in the digital era.
Analisis pendekatan-pendekatan dalam pengembangan kurikulum PAI Puteri, Aulia Rahmah; Asmiralda, Febrina; Miftahuljannah, Viona; Halimah, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.20065

Abstract

This study discusses various approaches used in the development of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. The purpose of the research is to identify the characteristics and advantages of each approach within the PAI curriculum. The method used is a literature review with descriptive analysis. The results show five main approaches: the academic subject approach, humanistic approach, technological approach, social reconstruction approach, and competency-based approach. Each approach has strengths that can help improve students’ understanding and character development. This study concludes that selecting and combining the right approaches is crucial for the PAI curriculum to be effective and relevant to the needs of the times.
Analisis Kemampuan Dosen Kependidikan Islam dalam Menyusun RPS OBE (Outcome Based Education) Puteri, Aulia Rahmah; Halimah, Siti; Miftahuljannah, Viona
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3977

Abstract

Implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam pendidikan tinggi menuntut kemampuan dosen dalam merancang pembelajaran yang selaras antara capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan sistem asesmen. Namun, dalam praktiknya, penerapan OBE pada tahap perencanaan pembelajaran, khususnya melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), masih menghadapi berbagai kendala konseptual dan pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dosen Pendidikan Agama Islam dalam menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education dengan menelaah tingkat keselarasan antarkomponen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis dokumen terhadap RPS mata kuliah Studi Islam 1 serta Pengembangan Materi Akidah Akhlak MI, MTs., dan MA. Data dianalisis secara deskriptif-kritis berdasarkan prinsip constructive alignment dan temuan penelitian mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen telah menerapkan prinsip OBE pada aspek perumusan capaian pembelajaran dan penggunaan pendekatan pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Namun demikian, masih ditemukan kelemahan pada aspek konsistensi keterpaduan antara capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan asesmen, khususnya dalam integrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan kejelasan indikator penilaian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pedagogis dosen dalam penyusunan RPS berbasis OBE agar implementasi OBE tidak berhenti pada pemenuhan format administratif, tetapi berfungsi secara substantif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Multiculturalism in Islamic Reconstruction Theological Principles for Strengthening Religious Moderation Miftahuljannah, Viona; Al Farabi, Mohammad; Darlis, Ahmad; Asmiralda, Febrina; Rahmah Puteri, Aulia; Mustafa Kareem, Yasir
Technomedia Journal Vol 10 No 3 (2026): February
Publisher : Pandawan Incorporation, Alphabet Incubator Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/tmj.v10i3.2571

Abstract

The increasing complexity of cultural, religious, and identity diversity in the era of digital transformation poses significant challenges to social cohesion, driven by technology mediated communication, social media dynamics, and digital information flows that may intensify polarization, intolerance, and disinformation. This study examines multiculturalism from an Islamic perspective by analying its theological foundations, particularly the principles of ta’aruf, tasamuh, ‘adl, tawazun, rahmah, and shura, and by explaining the role of religious moderation (wasatiyyah) as an ethical framework for addressing social and digital challenges. Using a qualitative library research approach, data were collected from primary Islamic sources, including the Qur’an, Sunnah, and classical exegesis, as well as relevant contemporary literature, and analyzed thematically to identify conceptual patterns and interrelationships. The findings indicate that religious moderation plays a strategic role in strengthening social harmony and guiding ethical engagement in digital spaces, especially in response to social media communication, online religious discourse, and challenges related to algorithms and disinformation. The novelty of this study lies in integrating Islamic theological principles particularly wasatiyyah and ummatan wasathan with contemporary theories of strategic management and digital transformation, contributing to the development of multicultural education adaptive to digital society and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), notably SDG 4, SDG 10, and SDG 16.