Claim Missing Document
Check
Articles

Pencegahan Remaja dan Pemuda Masjid Al-Ikhlas dari Ancaman Narkoba Imamudin Yuliadi; Agus Tri Basuki
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v3i2.58

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada remaja dan pemuda masjid Al-Ikhlas tentang bahaya Narkoba bagi masa depan dan kehidupan diri, keluarga, masyarakat dan negara. Remaja dan pemuda merupakan kelompok umur dalam masyarakat yang paling rentan untuk terpapar narkoba karena karakter usia muda selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungannya. Peredaran narkoba di kalangan anak-anak dan remaja sudah sangat mengkhawatirkan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang bahaya narkoba dan berbagai modus yang dilakukan oleh pengedar narkoba untuk mengedarkan narkoba di Tengah masyarakat. Model yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui diskusi, presentasi dan demonstrasi tentang bahaya narkoba dan bagaimana mengatasinya.
Pelatihan Packaging bagi UMKM Binaan MEK Ambarketawang Selatan dalam Rangka Peningkatan Kapasitas UMKM Agus Tri Basuki; Rita Kusumawati
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.87

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan menjawab tantangan riil yang dihadapi oleh pelaku usaha di tingkat lokal. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Majelis Ekonomi PRM Ambarketawang Selatan, Gamping, Sleman, dengan tema “Peningkatan Kapasitas UMKM Binaan MEK Ambarketawang Melalui Pelatihan Packaging dan Pengelolaan Keuangan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Mei 2025 di Masjid Gedhe Ambarketawang dan diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor, khususnya kuliner. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pelatihan strategis terkait kemasan produk yang menarik dan legal, serta pengelolaan keuangan yang akurat dan mudah diaplikasikan. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah interaktif, studi kasus, simulasi laporan keuangan, dan sesi tanya jawab. Materi pelatihan disampaikan oleh tiga narasumber dari UMY, yaitu Dr. Agus Tri Basuki, SE., M.Si., yang membahas kontribusi UMKM terhadap pembangunan ekonomi; Rita Kusumawati, SE., M.Si., yang menyampaikan model pelaporan keuangan untuk UMKM; serta Dr. Lalu Supardin, SE., MM., yang memaparkan strategi peningkatan omset melalui kemasan produk. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi peserta, terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi serta keinginan untuk memperoleh pelatihan lanjutan seperti pemasaran digital dan pembuatan proposal bisnis. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mendukung kemandirian ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini ditutup dengan pemberian bantuan berupa perangkat pendukung operasional kepada pengurus PRM Ambarketawang Selatan sebagai wujud keberlanjutan program. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan tematik berbasis kebutuhan riil UMKM sangat relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas usaha secara konkret.
Pendampingan Branding: Meningkatkan Kesadaran Merek, Citra Merek dan Nilai Produk Usaha Birru Water Sutrisno Wibowo; Agus Tri Basuki; Hanifah Zahra
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.95

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan sebagai upaya dalam mengembangkan branding pada bisnis air minum dalam kemasan. Branding merupakan salah satu aspek krusial dalam dunia bisnis untuk membangun kesadaran dan mengelola citra suatu produk di benak konsumen. Namun, tingkat kesadaran akan pentingnya branding di kalangan usaha skala rumah tangga masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mendampingi dan mengimplementasikan strategi branding produk dalam upaya meningkatkan kesadaran merek, Citra merek dan nilai produk pada usaha air minum dalam kemasan Birru Water yang berlokasi di Jalan Lingkar Barat Pasar Kendal, Pekauman, Kelurahan Pakauman, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian dimulai dengan observasi permasalahan, dan pemberian pelatihan: presentasi materi, diskusi, dan praktek langsung penggunaan media dalam pembuatan logo. Selain itu, peserta juga diarahkan dalam penggunaan media sosial untuk melakukan branding produk mereka. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa strategi branding yang tepat seperti menciptakan identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk dan memperkuat citra merek. Kegiatan ini memberikan wawasan bagi pengusaha kecil untuk menerapkan strategi branding sebagai alat penting dalam mengembangkan usahanya.
Economic Development and Fiscal Policy in CO2 Emission Mitigation: A Dynamic Panel Study in Indonesia Before Covid 19 Agus Tri Basuki
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 1 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i1.253

Abstract

This study aims to analyze the impact of economic development and fiscal policy on CO2 emissions in Indonesia. Using a time series data from 2009 to 2019 covering 20 provinces in Indonesia before the COVID-19 pandemic, this study analyzed data with a dynamic panel approach. The results show that in the short term, Gross Regional Domestic Product (GDP) and population have a negative influence on CO2 emissions, while in the long term, GDP and population have a positive effect on CO2 emissions. The Central to Regional Transfer Fund (DAU) shows a positive effect on CO2 emissions in the short term but has a negative effect in the long term. Spending on education has a negative effect on CO2 emissions in the short term, while in the long term, it has no significant effect. Spending on health has shown no effect on CO2 emissions in either the short or long term. Foreign Direct Investment (FDI) has a negative effect on CO2 emissions in both periods. Based on these findings, the policy that needs to be considered in the future is to strengthen the policy of transferring Central Transfer Funds to Regions that better supports environmentally friendly initiatives, as well as encourage foreign investment oriented towards green and sustainable technology. In addition, the allocation of funds for the education sector can be prioritized for the development of policies that support the reduction of CO2 emissions, while health spending can be directed to programs that integrate economic growth with environmental sustainability.
Evaluation of the Profitability Performance of Regional Development Banks Using Panel Regression: A Study on Four Provinces in Indonesia Gita Danupranata; Agus Tri Basuki; Gusdinda Ramadhanti Putri
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 1 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i1.289

Abstract

This study aims to analyse the influence of ROE, BOPO, NPL, LDR, NIM, and reserve requirement on profitability as measured by Return on Assets (ROA) in four Regional Development Banks (BPD) in Indonesia, namely BPD DKI Jakarta, BPD Central Java, BPD DIY, and BPD East Java during the period 2017Q1 to 2024Q4. The method used is panel data regression using the Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), and Random Effect Model (REM) approaches. The results of the Chow test showed that FEM was better than CEM, while Hausman's test showed that FEM was also more accurate than REM. Thus, the best model used is the Fixed Effect Model. The results of the analysis showed that the variables ROE, NPL, LDR, NIM, and GWM had a positive and significant effect on ROA, while BOPO had a negative and significant effect. The NIM variable is the most dominant factor in increasing profitability, while BOPO is the main obstacle. These findings confirm the importance of operational efficiency and interest margin management in improving BPD's financial performance. This research provides implications for BPD management to focus more on cost control strategies and interest income optimization to increase profitability in a sustainable manner.
Pandemic shocks and time-varying weak-form efficiency in ASEAN foreign exchange markets: An empirical investigation Saizal Pinjaman; Sook Ching Kok; Sarma Aralas; Agus Tri Basuki; Syamsul Hadi; Pazri Nugraha; Susilo Nur Aji Cokro Darsono
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v16i1.15560

Abstract

This study examines the weak-form Efficient Market Hypothesis (EMH) for the selected ASEAN exchange rates—Brunei Darussalam, Indonesia, the Philippines, Singapore, and Thailand—relative to the U.S. dollar (USD) over three distinct phases: pre-COVID-19 (2010–2019), during COVID-19 (2020–2021), and post-COVID-19 (2022–2023). Using monthly nominal exchange-rate data from the World Bank and applying the Augmented Dickey–Fuller (ADF) unit root test, the study evaluates whether these exchange rates exhibit random-walk behavior consistent with weak-form efficiency. The results reveal that all ASEAN currencies were I(1) and efficient before the pandemic, supporting the weak-form EMH. However, efficiency deteriorated during COVID-19, particularly for Malaysia and Singapore, where exchange rates became stationary at level, indicating short-term predictability due to policy interventions and market disruptions. In the post-pandemic period, Malaysia and Singapore regained efficiency, while Indonesia and Thailand exhibited partial mean-reverting tendencies, reflecting gradual market normalization. Descriptive statistics further confirm increased volatility during the pandemic and partial stabilization thereafter. Overall, the findings suggest that ASEAN exchange-rate efficiency is time-varying, resilient under stable conditions but vulnerable during systemic shocks. Policy recommendations include enhancing monetary transparency, promoting flexible exchange-rate management, and strengthening regional financial coordination to sustain efficiency during future crises.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Manajerial dan Kewirausahaan pada Koperasi Desa: Studi Kasus KDMP Bangunharjo Gita Danu Pranata; Agus Tri Basuki; Sapardiyono Sapardiyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 6 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v6i1.6816

Abstract

The Merah Putih Village Cooperative (KDMP) in Bangunharjo, Sewon, Bantul faces challenges in management and entrepreneurship, including weak governance, limited business innovation, and suboptimal document management systems. To address these issues, a community service program was conducted by Universitas Muhammadiyah Yogyakarta using Action Research and Participatory Rural Appraisal (PRA) approaches. The program consisted of four stages: preparation, training, mentoring, and evaluation with sustainability planning. Activities included training in cooperative management, basic accounting, local potential-based entrepreneurship, digital marketing, as well as institutional strengthening and archiving systems. The results show a 65.5% increase in participants’ understanding from pre-test to post-test, covering management, accounting, and entrepreneurship aspects. The program also produced a simple business plan, an organized manual archiving system, and initial ideas for business diversification. This initiative is expected to enhance the cooperative’s independence and competitiveness while contributing to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs).
Internet Access, Electricity Access, and Education Implications for MSMEs Productivity in Indonesia: Evidence from Dynamic Panel GMM Fitrianingsih, Arina; Basuki, Agus Tri; Dewanti, Diah Setyawati
Journal of Economics Research and Social Sciences Vol. 10 No. 1: February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jerss.v10i1.30689

Abstract

This paper examines the relationship between access to digital infrastructure, basic utilities, and human capital and the productivity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) across Indonesian provinces using panel data from 2020 to 2024. A dynamic panel data approach employing the Arellano–Bond Generalized Method of Moments estimator is used to control for regional heterogeneity and address endogeneity issues. The results indicate that access to electricity is positively correlated with MSME productivity in the short run, highlighting its role as a basic precondition for the smooth operation of daily business activities. In contrast, access to the internet does not significantly affect MSME productivity in the short run, suggesting that digital readiness requires sufficient time for adaptation to translate into productivity gains. Moreover, average years of schooling are negatively correlated with short-run MSME productivity, potentially reflecting a transitional effect as more educated individuals are more likely to move toward formal employment. Diagnostic tests confirm the robustness of the results, with no evidence of weak instruments or second-order serial correlation. Overall, the findings suggest that while improvements in electricity access are important for short-run MSME productivity, long-run regional productivity differences are more strongly influenced by digital readiness and the effective deployment of human capital within the MSME sector. Accordingly, policy interventions should extend beyond the provision of basic utilities and focus on enhancing digital readiness and the effective utilization of human capital.
Determinants of Return on Equity in Regional Banks: An Empirical Study from the Special Region of Yogyakarta Agus Tri Basuki
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 3 No. 3 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v3i3.648

Abstract

This study aims to examine the influence of BOPO (Operational Expenses to Operational Income), NIM (Net Interest Margin), LDR (Loan to Deposit Ratio), GWM (Statutory Reserves), and KPMM (Capital Adequacy Ratio) on ROE (Return on Equity) at the Regional Development Bank of the Special Region of Yogyakarta. The research utilizes quarterly data obtained from the Financial Services Authority (OJK) spanning from March 2017 to December 2024. A multiple linear regression approach is employed to analyze the relationship among the variables. The results indicate that BOPO, GWM, and KPMM have a statistically significant negative effect on ROE. In contrast, NIM exerts a significant positive effect on ROE, while LDR shows no significant influence. Based on these findings, bank managers are advised to implement strategic policies aimed at improving efficiency by reducing operational costs (BOPO), optimizing reserve fund allocations (GWM), and maintaining a balanced capital structure (KPMM). Additionally, increasing NIM through better interest rate management can enhance profitability. Monitoring and controlling these financial ratios effectively will support sustainable financial performance and maximize shareholder value.
Analisis Faktor Penentu Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Sutrisno Wibowo; Agus Tri Basuki; Indah Rayhana Haryanti
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 3 No. 3 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v3i3.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Brand Image, Persepsi Kualitas Layanan dan Store Atmosphere Terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pelanggan. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang pernah melakukan pembelian di coffee shop Cold’N Brew Demangan. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini sampel berjumlah 180 responden. Alat analisis yang digunakan adalah Smart PLS versi 3.0. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, persepsi kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan , brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan , store atmosphere berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loyalitas pelanggan, persepsi kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan, store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan, persepsi kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan.