Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Factors related to the way of giving MP-ASI to Infants aged 6-12 Months in Bonesompe Village, Lawanga Community Health Center, Poso Regency Rusmiati Nurrjanah; Budiman Budiman; Eka Prasetia Hati Baculu
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 3 No. 3 (2021): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v3i3.1584

Abstract

Supplement food os ASI (mother’s breast milk) or MP-ASI is additional food that was given to the baby besides ASI after the baby has been six months old until twelve months old. Supplement food ASI is given to fulfill the need for energy and nutrient substances for a baby who has insufficient ASI. Supplement food ASI is a transitional process from only basic milk food toward semi-common food. This research used the analytical design and approach of Cross-Sectional Study. The population of this research is all 45 women who have babies of 6 to 12 months old at Kelurahan Bonesompe. The sample which was used is the Total Sampling technique. The test which was used in this research is Chi-Square Test. Research findings show that there is a significant correlation between women's or mothers' knowledge and MP-ASI feeding with p-value = 0,03 (p,< 0,05) and there is also a correlation between education and MP-ASI feeding with p-value = 0,02 ( p< 0,05). This research suggested women or mother of family at Kelurahan Bonesompe of Poso Regency to comprehend feeding of ASI supplement food for a baby who has been six months old because a part of MP-SI help meets the need of nutrient toward the baby.
Testing the Germ Number on Tableware at Roadside Stall Mas Joko in Palu City in 2021 Atikah Pratiwi; Finta Amalinda; Eka Prasetia Hati Baculu; Irfan
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 4 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v4i1.2165

Abstract

Cutlery is one factor that plays a role in transmitting disease because eating utensils that are not clean and contain microorganisms can share conditions through food (foodborne illness). The purpose of this study was to determine the test results for the number of germs on tableware at Roadside stall Mas Joko in Palu City in 2021. The type of research was descriptive with an observational approach. With a total of 8 samples from Roadside stall Mas Joko in Palu City. The results of the examination of samples taken at Roadside stall Mas Joko, Palu City, it was found that install one the inspection of the plate sample was 372 CFU/cm2, the glass sample was 420 CFU/cm2, Roadside stall 2 plate sampled 290 CFU/cm2, the glass sample was 353 CFU/cm2, stalls 3 sample plates 148 CFU/cm2, glass samples 363 CFU/cm2, and stalls 4 sample plates 465 CFU/cm2, glass samples 371 CFU/cm2. Based on the results obtained, it can be said that the tableware in the four Roadside stall Mas Joko has not met the requirements; this is based on the Minister of Health No. 1096 of 2011 concerning hygiene sanitation of catering services, which requires all tableware to be 0 CFU/cm2. Suggestions For the Puskesmas, especially sanitation installations, it is better to routinely provide counselling to food stall owners to always pay attention to the cleanliness of their eating utensils by Permenkes No. 1096 of 2011 concerning Hygiene Sanitation for Catering services which require tableware to be 0 CFU/cm2.
Faktor Risiko Autis Untuk Mengurangi Generasi Autis Anak Indonesia Eka Prasetia Hati Baculu; Moh. Andri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1: JANUARI 2019 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.896 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.522

Abstract

Autism syndrome dysorder (ASD) atau lebih dikenal dengan autis adalah ganguan perkembangan nerobiologi berat yang terjadi pada anak sehingga menimbulkan masalah pada anak untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan) dengan lingkungannya. Autis ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku dan interaksi social. Jumlah anak yang terkena autis semakin hari semakin meningkat pesat dan akan semakin menghawatirkan, baik bagi orang tua, masyarakat maupun pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyebab timbulnya autis pada anak usia 0-14 tahun di Kota Palu. Jenis penelitian case control study. Populasi pada penelitian ini semua anak usia 0-14 tahun yang berada di Kota Palu dan sampel penelitian adalah anak yang melakukan terapi di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Kota Palu. Penelitian dimulai pada bulan Januari 2018.Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu mengambil semua anak usia 0-14 tahun untuk kasus dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis bivariat menunjukkan asupan makanan (OR=35,13;95%CI 4,43-1513,85), riwayat kehamilan (OR=2,94;95%CI 0,80-7,87), riwayat persalinan (OR=4,05;95%CI 1,21-14,15), kejang demam (OR=3,24;95%CI 0,87-13,47), dan pengetahuan ibu (OR=4,05;95%CI 1,21-14,2) berhubungan signifikan dengan kejadian autis. Kesimpulan: asupan makan, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, kejang demam dan pengetahuan ibu merupakan faktor risiko autis pada balita. Saran diharapkan kepada orang tua utamanya ibu untuk lebih memperhatikan asupan makan saat hamil, menyusui dan rutin memeriksakan kehamilannya ke puskesmas serta senantiasa memperhatikan perkembangan anak balitanya sehingga dapat mengetahui dan mencegah sedini mungkin risiko yang dapat me-nyebabkan autis pada anak.
Analisis Kandungan Serat dan Vitamin C Serta Uji Organoleptik Es Krim Berbasis Limbah Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Var Raja): Analysis of Fiber Content And Vitamin C as well as Test Organoleptic Ice Cream Based Waste Banana King Skin (Moses Paradisiaca Var King) Ni Nyoman Yayu Anggerika; Abdul Hakim Laenggeng; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 4: JULI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.108 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i4.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat dan vitamin C serta uji organoleptic es krim berbasis limbah kulit pisang raja (Musa paradisiaca Var Raja). Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang didasarkan pada analisis kandungan serat dan vitamin C es krim berbasis limbah kulit pisang raja dengan 3 perlakuan penambahan kulit pisang raja sebanyak 0 % (A0), 16 % (A1) dan 20 % (A2). Uji daya terima terhadap es krim berbasis limbah kulit pisang raja dilakukan dengan uji organoleptik berupa uji hendonik. Hasil analisis uji laboratorium, kandungan serat dan vitamin C es krim berbasis limbah kulit pisang raja memiliki kandungan serat A0 (4,477 %), A1 (12,743 %) dan A2 (17,561 %.), vitamin C A0 (8,595 mg), A1 (13,760 mg) dan A2 (17,33 mg). Uji organoleptik dengan indikator warna panelis menyukai kriteria warna pada sampel A0 yaitu sebanyak (64 %), indikator aroma panelis menyukai kriteria aroma pada sampel A0 yaitu sebanyak (64 %), indikator rasa panelis menyukai semua rasa pada sampel A0, A1 dan A2, yaitu masing masing sebanyak (40%) dan indikator tekstur panelis menyukai tekstur pada sampel A1 yaitu sebanyak (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan serat dan vitamin C es krim berbasis limbah kulit pisang raja pada sampel A2 memiliki kandungan serat dan vitamin C yang tinggi dibandingkan dengan sampel A1. Disarankan kepada masyarakat luas agar dapat mengelola kulit pisang raja menjadi suatu produk makanan yang bernilai gizi tinggi.
Analisis Zat Gizi Makro dan Uji Organoleptik Es Krim Berbasis Limbah Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Var Raja): Macro Nutrient Analysis and Organoleptic Test Waste-Based Ice Cream Banana King Skin (Musa Paradisiaca Var King) Sugeng Harianto; Abdul Hakim Laenggeng; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.45 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i5.1715

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan zat gizi makro serta uji organoleptik es krim berbasis limbah kulit pisang raja (Musa paradisiaca Var Raja). Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang didasarkan pada analisis zat gizi makro es krim berbasis limbah kulit pisang raja dengan 3 perlakuan dengan penambahan kulit pisang raja sebanyak 0 % (A0), 16 % (A1) dan 20 % (A2). Uji daya terima es krim berbasis limbah kulit pisang raja menggunakan uji organoleptik berupa uji hedonik. Hasil penelitian uji laboratorium, kandungan gizi makro tiap 100 gram es krim berbasis limbah kulit pisang raja memiliki kandungan karbohidrat 41,864 gr (A0), 50,201 gr (A1), dan 55,887 gr (A2), Protein 1,915 gr (A0), 2,063 gr (A1), dan 3,569 gr (A2), Lemak 1,877 gr (A0), 2,512 gr (A1), dan 3,352 gr (A2). Uji organoleptik yang paling disukai adalah sampel A0. Kesimpulan penelitian ini kandungan gizi makro es krim berbasis limbah kulit pisang raja pada sampel A2 memiliki kandungan gizi lebih tinggi. Disarankan agar dapat mengolah limbah kulit pisang raja menjadi olahan pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi.
EFEKTIVITAS MIKROORGANISME LOKAL MOL LIMBAH SAYURAN DAN BUAH- BUAHAN SEBAGAI AKTIFATOR PEMBUTAN KOMPOS Doni Mokodompis; Budiman Budiman; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.7 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.341

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman atau hewan yang telah mengalami rekayasa berbentuk padat atau cair. Limbah sayuran dan buah biasanya langsung dibuang begitu saja ke lingkungan padahal limbah ini masih dapat dimanfaatkan misalnya dibuat sebagai pupuk cair dalam bentuk Mikroorganisme Lokal (MoL). MoL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai aktifator atau pengurai.penelitian ini bertujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas limbah sayuran dan limbah buah-buahan sebagai aktifator pembuatan kompos. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen melalui proses perbandingan jenis limbah sayuran dan limbah buah-buahan, peneliti ingin mengetahui lama pembusukan mikroorganisme lokal MoL. Hasil penelitian berdasarkan warna, bau dan tekstur kompos menggunakan aktifator mol buah lebih cepat proses pembusukan dibandingkan mol sayur, yang artinya mol buah lebih efektif sebagai aktifator kompos daripada mol sayur. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil aktifator yang sempurna yaitu pada perlakuan minggu ke empat, hal ini dikarenakan semakin lama waktu uji efektifitas mol yang dilakukan maka semakin efektif dan sebagai aktifator pembuatan kompos yang ditandai dengan warna, bau, dan tekstur yang berubah. Warna yang coklat kehitaman, bau atau aroma yang berubah, tekstur yang berubah menjadi seperti tanah. Disarankan bagi Peneliti yang selanjutnya yang melakukan penelitian yang searah hsrus memperhatikan proses dan pengamatan pembuatan mikroorganisme lokal, agar dapat menghasilakan mol yang berkualitas dan baik.
PERILAKU IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS LABUAN KABUPATEN DONGGALA TAHUN 2018 Eko Arianto; Abdul Hakim Laenggeng; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.518 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.343

Abstract

Penyebab gangguan pertumbuhan pada anak usia muda anatara lain dalam penggunaan ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang kurang tepat (memenuhi gizi baik macam maupun jumlahnya) tingginya kasus diare dan penyakit infeksi sehingga memperburuk kondisi status gizi dan kesehatan bayi/anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Ibu menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah cross sectional yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan Ibu menyusui dalam pemberian ASI, dimana dalam penelitian ini ingin mengetahui hubungan Perilaku Ibu Menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah cross sectional yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan Ibu menyusui dalam pemberian ASI, dimana dalam penelitian ini ingin mengetahui hubungan Perilaku Ibu Menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif. Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling dangan jumlah sampel 72 orang. Penelitian ini bertempat Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, tindakan dan perilaku ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan bermakna antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Diperlukan penyuluhan lebih lanjut bagi para ibu-ibu agar sikap, tindakan, pengetahuan dalam pemberian ASI eksklusif yang benar. Oleh karena itu kerjasama dari semua pihak baik pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN A DAN C KERIPIK NANGKA (Artocarpus heterophyllus l.) PRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN TOLITOLI Leli Irjayanti; Budiman Budiman; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.549 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.346

Abstract

Buah nangka merupakan buah yang bisa dijadikan sebagai produk makanan olahan seperti, kue, campuran makanan, keripik dan lain-lain. Adapun olahan nangka yang sangat di gemari yaitu keripik nangka. Keripik nangka dibuat untuk di jadikan cemilan sehat dan enak. manfaat buah nangka dapat mencegah penyakit jantung, mencegah anemia, mencegah asmah, menjaga kesehatan tiroid, menjaga kesehatan tulang, anti kanker dan sumber energi. Jenis penelitian adalah eksperimen laboratorium dengan menganalisis kadar zat gizi mikro pada keripik nangka yang diproduksi Industri Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Tolitoli . Pengambilan sampel dilakukan di 4 IRT yang terdaftar di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tolitoli. Penelitian sampel dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Tadulako.Hasil Penelitian diperoleh kadar vitamin A tertinggi pada Sampel A sebanyak 0.0095 mg/100g mg dan kadar vitamin A terendah pada sampel B yaitu sebanyak 0.0031 mg/100g. kadar vitamin C tertinggi pada sampel A sebanyak 11,6205 mg/100g dan kadar vitamin C terendah pada sampel B yaitu sebanyak 10,050 mg/100g. Penelitian ini menyarakan agar pemerintah melakukan beberapa diversifikasi pangan untuk meningkatkan daya tarik masyarakat mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk memperbaiki status gizi masyarakat.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALU Ni Luh Lina Yanti; Abdul Hakim Laenggeng; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.002 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.398

Abstract

Gizi merupakan salah satu masalah utama dalam tatanan kependudukan dunia. Jumlah penderita kurang gizi di dunia mencapai 104 juta anak dan keadaan kurang gizi merupakan penyebab kematian anak sebesar sepertiga dari seluruh kematian di dunia. Berdasarkan hasil penelitian seksi gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2016 menunjukkan bahwa tidak kurang dari 10,25% balita kurang gizi (BB/U
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LALUNDU KABUPATEN DONGGALA Suhaeti Suhaeti; Abdul Hakim Laenggeng; Eka Prasetia Hati Baculu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.171 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.402

Abstract

Kekurangan gizi masih menjadi masalah yang menjadi penyebab utama kematian ibu dan anak sehingga perlu untuk diatasi agar menurunkan angka kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dimana data yang menyangkut data variabel independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang ibu hamil diperoleh dari hasil penghitungan dengan menggunakan rumus penentuan sampel dari 117 populasi ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan nilai p = 0.004 (p < 0.05), anemia dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05), dan pola makan dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05) dengan status gizi ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lalundu Kabupaten Donggala. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dari ketiga variabel independen yang diteliti (pengetahuan, anemia dan pola makan) didapatkan memiliki hubungan dengan variabel dependen (status gizi pada ibu hamil), saran bagi pihak Puskesmas Lalundu selalu meningkatkan sosialisasi tentang pola makan/asupan makanan pada ibu hamil melalui penyuluhan, pemberian tablet Fe pada ibu hamil setiap kunjungan di fasilitas pelayanan, tujuannya agar menambah pengetahuan ibu hamil dan dapat mencegah terjadinya anemia dan keadaan status gizi tidak normal.