Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING DOMBA (Ovis aries) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Muhammad David Bachtiar; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada”penelitian”ini bermaksut untuk”memberi informasi pada masyarakat dan menganalisa pengaruh pada penyimpanan daging domba (Ovis aries) dengan beberapa bahan pengemas dengan suhu suhu refrigerator pada total bakteri dan nilai kadar pH. Materi dalam penelitian ini ialah daging domba bagian dada dengan beberapa”bahan pengemas.”Penelitian ini”memakai”analisis statistik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 4 faktor dan 3 ulangan, Faktor pertama (jenis kemasan) : TK(tanpa kemasan), PP (plastik polypropylene), PE (polyethylene) dan PA (alumunium foil), faktor kedua (lama”simpan) : L3 (3 hari), L4 (4 hari), dan L5 (5 hari). Variabel pada penelitian ini adalah nilai Ph dan total bakteri. Data yang didapat dalam analisa ragam dan uji (BNT). Hasil jumlah analisa menunjukkan perlakuan dengan lama penyimpanan daging domba pada suhu dingin (refrigerator) dan beberapa bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total jumlah”bakteri dan nilai”pH. Rataan perlakuan lama penyimpanan dalam beberapa kemasan terhadap Total jumlah Bakteri yaitu PA.L3= 4,1 x 105  cfu/g (a) hingga TP.L5= 19,9 x 106 cfu/g (g) sedangkan rataan pada perlakuan lama penyimpanan pada kemasan terhadap jumlah Nilai pH yaitu TP.L5= 5,40 (a)  sampai PP.L3= 5,80 (g). Kesimpulan penelitian ini ketiga bahan-bahan”pengemas (alumunium”foil, polypropylene, dan polyethylene) dapat dimanfaatkan menjadi pengemas pada suhu dingin dengan lama simpan sampai 5 hari. Untuk mempertahankan mutu daging domba dari perkembangan bakteri, perlu di teliti lagi dengan jenis pengemas berbeda yaitu bahan ramah lingkungan dan variable yang sama yaitu total bakteri dan pH.
PENGARUH PENGGUNAAN MAGGOT DALAM RANSUM AYAM PETELUR JANTAN PERIODE FINISHER TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC Moch Widayat; Muhammad Farid Wadjidi; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan maggot dalam ransum ayam petelur jantan periode finisher terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan IOFC. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan berjumlah 5 ekor ayam. Adapun perlakuan yang diberikan, yaitu P0 100% Pakan komersial. P1 85% ransum ditambah 15% tepung maggot. P2 80% ransum ditambah 20% tepung maggot. P3 75% ransum ditambah 25% tepung maggot.Hasil rata – rata biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan yaitu, (P0) Rp. 22335,-ᵃ. (P1) Rp. 13671,-ᵇ, (P2) Rp. 12402,-ᵃ, dan (P3) Rp. 11022,-ᶜ, diketahui bahwa penggunaan maggot 25% dalam ransum menunjujkanpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan per kilogram dan pertambahan bobot badan dan hasil rata – rata Income Over Feed Cost yaitu (P0) Rp.6159,-ᵃ, (P1) Rp.9581,-ᵇ, (P2) Rp.11056,-ᵇ, dan (P3) Rp.12937,-ᶜ. diketahui bahwa penggunaan maggot 25% dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Income Over Feed Cost. Hasil penelitian menunjukan penggunaan 25% tepung maggot BSF (Black Soldier Fly) dalam ransum ayam petelur jantan fase finisher mampu menurunkan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan sebesar Rp.11022,- dan meningkatkan Income Over Feed Cost sebesar Rp.12937,-.Kata kunci : Ayam petelur jantan, tepung maggot, ransum, biaya pakan per kilogram bobot badan, income over feed cost.
PERAN KOPERASI PENAMPUNGAN SUSU DALAM PENINGKATAN EKONOMI PETERNAK SAPI PERAH SKALA RAKYAT (ARTICLE REVIEW) Agustian Dian Rahma Safitri; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi penampungan susu adalah koperasi yang beranggotakan semua peternak sapi perah yang berlokasi di sekitar area kerjanya dengan tujuan agar dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk mereview Peran Koperasi Penampungan Susu dalam Peningkatan Ekonomi Peternak Sapi Perah Skala Rakyat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka atau article review. Dari hasil penelitian terlihat bahwa koperasi berperan penting dalam menunjang kesejahteraan peternak sapi perah di sekitar area kerjanya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa koperasi penampungan susu sangat berperan dalam peningkatan ekonomi peternak sapi perah skala rakyat. Bukan hanya sebagai penyalur susu segar ke IPS, tetapi koperasi penampungan susu juga menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan baik dari modal, fasilitas simpan pinjam, kredit barang untuk peternakan, bibit, pakan, pelayanan kesehatan ternak dan IB, serta pembinaan dan pendampingan bagi peternak sapi perah agar peternak lebih terampil dalam teknis pemeliharaan. Kata Kunci : Koperasi Penampungan Susu, ekonomi peternak sapi perah skala rakyat
PENGARUH PERENDAMAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN JENIS CUKA TERHADAP NILAI pH DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM PETELUR AFKIR Ilmayana Husnia; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenganalisa dari pengaruh perendaman berbagai konsentrasi dan jenis cuka terhadap nilai pH dan susut masak daging ayam petelur afkir. Pada Penelitian kali ini dilaksanakan di Lab. Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UNISMA pada tanggal 12 Maret- 12April 2020.  Dalam penelitian terdapat bahan materi yitu jenis cuka, ayam petelur afkir, dan aquades. Alat yang digunakan beaker glass. pH meter, waterbath, stopwatch, serta alat tulis. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan pola tersarang orthogonal Faktoor A adalah konsentrasi (4%, 6%, 8%). Fakktor B  adalah jenis cuka (cuka madu dan cuka makan). Yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai pH dan susut masak. Data hasil penelitian menganalisi menggunakan (ANOVA) Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) apabila ada pengaruh. Berdasarkan penelitian hasil menunjukan kontrol dengan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan susut. Perendaman berbagai jenis cuka (P<0,01) berpengaruh sangat nyata terhadap nilai pH dan (P<0,05) berpengaruh nyata terhadap susut masak. Perendaman berbagai konsentrasi dalam jenis cuka pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH daging dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) susut masak daging. Penelitian ini berkesimpulan menunjukkan bahwa perendaman dengan konsentrasi 8% pada berbagai jenis cuka akan menghasilkan nilai pH dan nilai susut masak yang masih dalam batas normal terhadap daging afkir. Disarankan dengan perendaman konsentrasi 8% pada berbagai jenis cuka  akan menghasilkan nilai pH dan susut masak yang terbaik pada daging ayam petelur afkir. Perlunya penelitian lanjutan tentang pengaruh berbagai konsentrasi dengan mengunakan berbagai jenis cuka terhadap uji daya ikat air, uji kualitas organoleptik dan keempukan pada daging ayam petelur afkir.
ANALISIS USAHA LEBAH MADU (Apis mellifera) DI KECAMATAN GUNUNG WUNGKAL KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Afi Dhotul Qoilidiyah; Usman Ali; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha lebah madu Apis mellifera di Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari pengisian kuisoner peternak lebah madu selama 1 tahun. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan analisis deskriptif meliputi harga pokok, BEP, dan B/C ratio. Jumlah rerponden 80 menjadi 34 responden. Pembagian responden berdasarkan 2 kategori jumlah stup untuk kategori sedang ∑stup (101-160) dan kategori tinggi ∑stup (>160). Pengambilan responden berdasarkan metode purposive sampling dengan rata-rata jumlah penerimaan. Kategori sedang jumlah penerimaan diatas Rp 200.000.000,00 didapatkan 12 reponden dan kategori tinggi jumlah penerimaan diatas Rp 330.000.000,00 didapatkan 22 responden. Hasil rata-rata total biaya pengeluaran 1 tahun kategori sedang Rp 241.064.166,6 dan kategori tinggi Rp 408.613.977,27. Jumlah madu kategori sedang 5.062 kg dan tinggi 9.543,2 kg. Total penerimaan madu 1 tahun ketagori sedang Rp 297.870.833,33 dan kategori tinggi Rp 565.468.181,82 dengan tingkat bunga (diskonto) 0%. Harga jual kategori sedang Rp 57.184,17 dan kategori tinggi Rp 57.889,36. Hasil dari 2 kategori menunjukkan bahwa analisis usaha lebah kategori sedang didapatkan harga pokok produksi Rp 47.621,53, nilai BEP 3.799,08 kg, dan nilai B/C ratio 1,2. Kategori tinggi didapatkan harga pokok produksi Rp 42.817,37, nilai BEP 5.948,33 kg, dan nilai B/C ratio 1,4. Kesimpulan dari hasil Analisis Usaha Lebah Madu Apis mellifera di Kecamatan Gunung wungkal Kabupaten Pati Jawa Tengah dengan  kategori tinggi ∑ stup (> 160) memperoleh hasil yang terbaik. Semakin banyak jumlah stup maka dapat menghasilan nilai harga pokok, BEP, B/C ratio yang terbaik.Kata Kunci: Analisis Usaha, Lebah madu, Apis mellifera.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SARANG BURUNG WALET DI DESA JOTANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Pegi Mei Saputri; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa materi yang digunakan adalah peternakan walet bapak mahmud di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel yang diamati dalam penelitan ini yaitu biaya total rata-rata, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha (BEP, B/C ratio, R/C ratio) budidaya sarang burung walet. Data yang diperoleh dicantumkan dalam bentuk tabel. Data dianalisis kelayakannya menggunakan BEP, B/C ratio, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas bangunan usaha budisaya sarang burung walet yaitu 8 x 13 m2 tiga lantai. Total biaya yang dikeluarkan oleh oleh pengusaha adalah Rp.16.855.500 yang didapatkan dari hasil  penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Jumlah penerimaan dihasilkan sebesar Rp.399.500.000/tahun, keuntungan sebesar  Rp.382.644.500 pertahun. Sedangkan untuk jumlah produksi yang dihasilkan 37 kg/tahun dengan harga jual berbeda berdasarkan kualitasnya. Nilai BEP produksi untuk kualitas A : 1,4 kg, kualitas B : 1,6 kg, kualitas C : 1,7 kg. sedangkan nilai BEP harga untuk kualitas A : Rp.1.532.318,18, kualitas B : Rp. 1.123.700, kualitas C: Rp.1.532.318,18 , nilai R/C 23,7 , dan nilai B/C sebesar 22,7. Dari kesimpulan penelitian ini usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dikatakan menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.Kata kunci : kelayakan usaha, usaha sarang walet
PENGARUH PEMBERIAN SARI JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L) TERHADAP NILAI PH DAN KADAR ASAM LAKTAT YOGHURT SUSU KAMBING Lailatul Hikmah; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tekhnologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Pelaksanaan penelitian mulai tanggal 7 Mei sampai 7 Juli 2020. Penelitian”ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian sari jambu biji merah terhadap nilai pH yoghurt dan kadar asam laktat yoghurtsusu kambing. Materi yang digunakan adalah susu murni kambing Peranakan Ettawa sebanyak 2,5 liter dan sari jambu biji merah (Psidium guajava L) sebanyak 300 ml, starter yang digunakan adalah starter komersial bubuk dengan kandungan bakteri Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophillus. Metode yang digunakan adalah Eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. P0 = Yoghurt tanpa penambahan esktrak buah jambu biji merah, P1 =10%, P2 = 15%, P3 = 20 %..Hasil analisa ragam menunjukan bahwa pemberian sari jambu biji merah dengan berbagai konsentrasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01), terhadap nilai pH yoghurt susukambing. Rata-rata nilai pH yogurt susu kambing dengan penambahan sari jambu biji merah adalah P0=4,46, P1= 4,22, P2= 4,20 dan P3= 4,16. Dan hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian sari jambu biji merah dengan berbagai konsentrasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01), terhadap kadar asam laktat yoghurtsusu kambing.  Rata-rata kadar asam laktat yogurt susu kambing dengan pemberian sari jambu biji merah adalah P0= 1,21%, P1= 1,78%, dan P2= 1,65% dan P3= 2,06% Kesimpulan bahwa pemberian sari jambu biji merah berpengaruh terhadap nilai pH dan kadar asam laktat yoghurt susu kambing, semakin tinggi konsentrasi penambahan sari jambu biji merah relatif menurunkan nilai pH dan meningkatkan kadar asam laktat. Konsentrasi penambahan sari jambu biji merah terbaik dengan konsentrasi pemberian 10-15%, Perlu adanya penelitian lanjutan  pengaruh pemberian sari jambu biji merah terhadap jumlah mikroba, uji orgonoleptik, uji antioksidan dan uji kandungan nutrisi yoghurt susu kambing.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING KALKUN (Meleagris gallopavo) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Purwa Nugraha Rizal F.; Irawati Dinasari; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan daging kalkun (Meleagris gallopavo) dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah daging kalkun dan berbagai bahan pengemas. Penelitian percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 2 faktor dan 3 ulangan, Faktor 1 (jenis pengemas) : TP (tanpa pengemas), PP (plastik polypropylene), dan PA (alumunium foil), faktor 2 (lama simpan) : L1 (1 hari), L2 (2 hari), dan L3 (3 hari). Variabel yang diamati adalah total bakteri dan nilai pH. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan dagingkalkun pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap total bakteri dan nilai pH. Rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Total Bakteri yaitu PA.L1= 9,6 x 105 cfu/g (a) hingga TP.L3= 6,4 x 106 cfu/g (c) sedangkan rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Nilai pH yaitu PA.L1= 5,90 (c)hingga TP.L3= 5,50 (a). Kesimpulan penelitian bahwa kedua bahan pengemas ini (plastic polypropylene dan alumunium foil) dapat digunakan sebagai bahan pengemas di suhu refrigerator dengan waktu lama simpan sampai 3 hari untuk mempertahankan kualitas daging kalkun.Katakunci: daging kalkun, bahan pengemas, lama simpan, total bakteri, nilai pH
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH MIKROBA, WHC, DAN SUSUT MASAK PADA DAGING BROILER Nika Dona Junia Arjes; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis terhadap jumlah mikroba, WHC, dan susut masak pada daging broiler. Materi yang digunakan adalah daging broiler umur 35 hari, buah jeruk nipis berdiameter 4-6 cm. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, faktor pertama yaitu lama perendaman (10 menit, 20 menit, dan 30 menit). Faktor kedua konsentrasi larutan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba, nilai WHC, dan susut masak, dilanjutkan dengan uji BNT. Interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba. Interaksi lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai WHC. Sedangkan pada susut masak diketahui adanya interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lama perendaman 30 menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 20% menyebabkan penurunan jumlah mikroba terbaik, sedangkan nilai WHC dan susut masak terbaik pada perlakuan lama perendaman 10menit dan 10% konsentrasi larutan jeruk nipis. Disarankan menggunakan lama perendaman 10menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 10%.Kata Kunci : Perendaman, Konsentrasi, Larutan jeruk nipis, daging ayam broiler
PENGARUH LAMA SIMPAN DAGING KAMBING KACANG YANG DIBUNGKUS DAUN JATI (Tectona grandis) DAN KANTONG PLASTIK PE (Polyethylene) PADA SUHU RUANG TERHADAP NILAI pH DAN JUMLAH BAKTERI In&#039;am Maulidha Rizaldy; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh lama simpan daging kambing kacang yang dibungkus daun jati (Tectona grandis) dan kantong plastik PE (Polyethylene). Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ortogonal dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = Jenis kemasan yang terdiri dari Kontrol, daun jati, dan kantong plastik PE. Faktor B = Lama simpan 6, 12 , dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH. Rerata kontrol dan jenis kemasan pada nilai pH yaitu kontrol 5,6 a, daun jati 5,4 a, kantong plastik PE 5,9 b, Rataan nilai pH lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 5,60 a, DJ.P1 5,77 a, DJ.P2 5,87 ab, DJ.P3 6,67 bc, dan PE.P1 6,33 abc, PE.P2 6,73 bc, PE.P3 6,77 c. Jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap jumlah bakeri. Rataan perbandingan kontrol dan jenis kemasan pada jumlah bakteri yaitu Kontrol 1,2x105 cfu/g, daun jati 4,4x105 cfu/g, kantong plastik PE 6,1x105 cfu/g, Rataan Jumlah Bakteri lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 1,2x105 a cfu/g, DJ.P1 4,4x105 ab cfu/g, DJ.P2 7,1x105 ab cfu/g, DJ.P3 7,2x105 ab cfu/g dan PE.P1 6,1x105 ab cfu/g, PE.P2 7,6x105 ab cfu/g, PE.P3 1,3x106 b cfu/g. Pengemasan dengan daun jati menghasilkan jumlah bakteri yang sedikit apabila dibandingkan dengan kantong plastik PE. Kesimpulan dari penelitian ini Jenis pengemas daun jati menghasilkan nilai pH dan jumlah bakteri lebih rendah dibandingkan dengan kantong plastik PE sebagai pembungkus daging kambing pada suhu ruang dan Jenis pembungkus daun jati dengan lama simpan 6 jam mampu menghasilkan nilai terbaik pada uji pH 5,77 dan uji bakteri 4,4x105 cfu/g.Kata Kunci : Daging kambing, pengemasan, nilai pH, jumlah bakteri, daun jati, kantong plastik PE