Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN USAHA LEBAH MADU HUTAN Apis dorsata DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Reynaldi Rizalianus Hutama; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha lebah madu hutan Apis dorsata di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Materi yang digunakan data tentang pengeluaran (cost) dan pemasukan dari usaha madu hutan (Apis Dorsata) yang diambil selama 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan total 10 responden perhitungan digolongkan berdasarkan banyaknya pohon responden yang dimiliki dengan kategori 0-50 pohon = rendah, 51-100 pohon = sedang, >100 pohon = tinggi, variabel yang diamati dianalisis secara deskriptif meliputi harga pokok, BEP, B/C Ratio, NVP, PBP. Hasil rata-rata untuk total pengeluaran selama satu tahun untuk kategori rendah Rp54.925.198; sedang Rp 137.667.600; tinggi Rp 695.706.283; Σ madu kategori rendah 1.156 Kg, sedang 3.013 Kg, tinggi 20.146 Kg, total penerimaan madu dan hasil samping  kategori sedang Rp 61.858.600; sedang Rp 158.573.125; tinggi Rp1.056.886.150 dengan diskonto 0%, harga jual Rp. 51.850; harga pokok produksi kategori rendah Rp 47.513; sedang Rp 45.699; tinggi Rp 34.534 & harga pokok produksi madu kategori rendah Rp 45.014; sedang Rp 44.827; tinggi Rp 33.916 & BEP kategori rendah 795 Kg, sedang 2.438 Kg, tinggi 10.534 Kg. B/C ratio kategori rendah 1,1; sedang 1,1; tinggi 1,5. NPV kategori rendah Rp 6.933.402; sedang Rp 20.905.525; tinggi Rp 361.179.867 & PBP kategori rendah 10,8 bulan, sedang 10,8 bulan, tinggi 8,4 bulan. Kesimpulan lebah madu ke 3 kategori yaitu rendah, sedang, tinggi semua dikatakan layak untuk diusahakan berdasarkan Analisa harga pokok, BEP, NPV, PBP. Hasil terbaik berada di kategori tinggi dengan Σ madu 20.146 Kg dengan harga jual Rp 51.850/Kg dari analisis harga pokok produksi Rp 34.534/Kg; harga pokok produksi madu Rp 33.916/Kg. BEP 10.534 Kg; B/C Ratio 1,5; NPV Rp 361.179.867; PBP 8,4 bulan di daerah Kabupaten Kupang, NTTKata kunci : Analisis kelayakan usaha, Madu hutan,  Apis dorsata
ANALISIS KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI SIMMENTAL PADA UMUR YANG BERBEDA Envin Fatikhatus Sholikhah; Sumartono sumartono; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas semen segar Sapi Simmental pada umur yang berbeda. Lokasi penelitian di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari menggunakan metode studi kasus dengan mengambil data sekunder bulan Juli, Agustus dan September tahun 2020. Materi yang digunakan yaitu pejantan Sapi Simmental berumur 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan 5 tahun sebanyak 3 ekor per umur pejantan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Variable yang diamati meliputi volume, konsentrasi dan motilitas semen segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada volume semen segar Sapi Simmental dengan hasil analisa yaitu umur 2 tahun (5,2 ml ± 0,5a), umur 3 tahun (6,9 ml ± 0,6b), umur 4 tahun (7,1 ml ± 1,1b), umur 5 tahun (6,6 ml ± 0,9b) apabila terdapat perbedaan antar perlakuan akan dilanjutkan uji Duncan. Umur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsentrasi dan motilitas semen segar Sapi Simmental. Hasil analisa terhadap konsentrasi yaitu umur 2 tahun (1316,5 x106 ± 52,1), umur 3 tahun (1179,3 x106 ± 274,3), umur 3 tahun (1357,8 x106 ± 116,2), umur 4 tahun (1331,9 x106 ± 155,3); dan motilitas umur 2 tahun (76,4% ± 7,2), umur 3 tahun (76,3% ± 1,9), umur 4 tahun (80,7% ± 5,0), umur 5 tahun (77,8% ± 4,7). Kesimpulan penelitian semakin bertambahnya umur maka terjadi peningkatan volume semen, peningkatan volume terjadi pada umur 2 ke 3 tahun. Pejantan dapat mulai ditampung pada umur 2 tahun. Diharapkan dilakukan penelitian kualitas semen segar pejantan berumur lebih dari 5 tahun.Kata Kunci :  konsentrasi, motilitas, sapi, Simmental, umur, volume
PERBEDAAN JENIS PENGEMAS SUSU KAMBING PASTEURISASI TERHADAP BERAT JENIS (BJ), KADAR LEMAK DAN BAHAN KERING TOTAL (BKT) Ahmad Charis Chilman; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pengemas susu kambing pasteurisasi terhadap Berat Jenis (BJ), Kadar Lemak dan Bahan Kering Total (BKT). Materi yang digunakan adalah susu kambing segar, pengemas botol Polyethylene Terephthalate (PET), kantong plastik Polypropylene (PP), panci stainless, termometer, lactoscan dan refrigerator. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan analisis data Uji t. Perlakuan P1 = botol PET dan P2 = kantong plastik PP yang masing-masing perlakuan diulang 10 kali dan dipasteurisasi dengan suhu 60°C selama 30 menit kemudian disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas nutrisi susu diantaranya BJ, kadar lemak dan BKT. Hasil analisis data Uji t menunjukan bahwa jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap BJ, kadar lemak dan BKT susu kambing pasteurisasi. Rataan nilai BJ P1 = 1,0288g/ml, P2 = 1,0287g/ml, kadar lemak P1 = 4,337%, P2 = 4,297% dan BKT P1 = 12,851%, P2 = 12,828%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak memberikan perbedaan terhadap nilai BJ, kadar lemak dan BKT pada susu kambing yang dipasteurisasi pada suhu 60°C selama 30 menit dan disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari, sehingga kedua dapat digunakan sebagai pengemas susu kambing pasteurisasi oleh masyarakat.Kata Kunci : Susu Kambing, Pasteurisasi, Kualitas Susu, Kemesan.
PENINGKATAN MUTU HEDONIK PADA BAKSO MELALUI REFORMULASI BAHAN DI CV. PROGRESIF KRAMAT BUNGAH GRESIK Muhammad Musta&#039;in Billah; Badat Muwakhid; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis produk hasil reformulasi dengan uji hedonik agar dapat melihat hasil kesukaan dari konsumen. Kegunaan penelitian ini untuk memperoleh formula yang tepat terhadap rasa bakso menurut panelis, serta produk bakso CV. PROGRESIF dapat bersaing dangan kompetitornya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging bagian paha, tepung tapioca, bawang putih, garam, karagenan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan analisi hedonik yang terdiri dari 9 variasi dan 13 responden. Pada setiap variasi ditetapkan dengan berat daging 600 gram,  tepung tapioca 400 gram dan garam 3% dan untuk variasi (1)  bawang putih 2% + karagenan 0,2% variasi (2) yaitu bawang putih 2% gram + karagenan 0,3%, variasi (3) yaitu bawang putih 2%+ karagenan 0,4%, variasi (4) yaitu bawang putih 4% + karagenan 0,2%, variasi (5) bawang putih 4%+ karagenan 0,3%, variasi (6) bawang putih 4%+ karagenan 0,4% , variasi (7) bawang putih 6%+ karagenan 0,2%,  variasi (8)  bawang putih 6% + karagenan 0,3%, variasi (9) bawang putih 6% + karagenan 0,4%. Parameter yang diamati adalah rasa bakso yang di buktikan dengan tingkat kesukaan panelis. Hasil analisis nilai modus diketahui bahwa tingkat pemberian kadar bawang putih dan karagenan tingkat kesukaan panelis menunjukkan bahwasanya variasi 6 paling disukai panelis dan merupakan tingkat rasa yang tepat menurut panelis. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai modus sebagai berikut Variasi(1)=56, Variasi(2)=50, Variasi(3)=50, Variasi(4)=70, Variasi(5)=80, Variasi(6)=90, Variasi(7)=48, Variasi (8)=56, Variasi(9)=48. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya kesukaan panelis yaitu terdapat pada bakso variasi 6 dengan konsentrasi daging sapi 600 gram + tepung tapioka 400 gram dan bawang putih 4% + karagenan 0,4% dari berat daging dan pati, mendapatkan nilai terbaik dalam segi rasa pada bakso tersebut.Kata Kunci: bakso, daging, bawang putih, karagenan, hedonik.
ANALISIS USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG PADA KELOMPOK PETERNAK KUCUR MANDIRI DI DESA KUCUR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Kusuma Anggara Abdullah; Irawati Dinasari; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha peternakan sapi potong pada kelompok peternak kucur mandiri di Desa Kucur kecamatan Dau Kabupaten Malang. Materi penelitian ini merupakan data responden tentang pengeluaran dan keuntungan dari usaha peternakan sapi potong yang diambil datanya selama 1 tahun (Januari-Desember 2021) dan kuesioner dari 18 peternak. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan pada populasi besar dan kecil, untuk skala dibagi dua bagian, yaitu ada 2-3 ekor dan 4-5 ekor. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, Break Even Point dan Benefit Cost Ratio, data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian pada skala kepemilikan didapatkan rata-rata total biaya produksi berjumlah Rp.38.780.688 dan pada skala kepemilikan 2-3 ekor dan skala kepemilikan 4-5 ekor dengan rata-rata berjumlah Rp.64.798.777. Rata-rata penerimaan pada skala kepemilikan 2-3 berjumlah Rp.44.833.333 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor rata-rata berjumlah Rp.85.000.000. Keuntungan pada skala kepemilikan 2-3 ekor rata-rata berjumlah Rp.5.114.778 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor rata-rata berjumlah Rp.20.183.222, BEP produksi pada skala kepemilikan 2-3 ekor berada diangka 2.1 dan pada skala kepemilikan 4-5 ekor berada diangka 4, sedangkan BEP harga pada skala 2-3 ekor rata-rata Rp.18.249.892 dan pada skala 4-5 ekor rata-rata Rp.16.199.694, untuk perhitungan BCR pada skala 2-3 ekor berada diangka 0<1 dan skala 4-5 ekor berada diangka 0<3 sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi potong tersebut tidak efisien dan tidak layak untuk dikembangkan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa usaha yang dilaksanakan tersebut secara komersial tidak menguntungkan dan tidak layak untuk dilanjutkan secara ekonomi. Peternak melakukan pemeliharaan sapi sebagai sampingan dengan tujuan tabungan saja sehingga apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan keluarga maka ternak tersebut bisa dijual atau disembelih.Kata Kunci : Usaha sapi potong, total biaya, BEP, BCR 
HUBUNGAN ANTARA BIAYA PAKAN DENGAN PENDAPATAN SUSU SAPI PERAH PFH DI WILAYAH DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Agus Santoso; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara biaya pakan dengan pendapatan susu sapi perah PFH di Desa Kemiri Kec. Jabung Kab. Malang. Materi yang digunakan adalah 10 orang peternak di Desa Kemiri, dengan 3 kali ulangan (selama 3 Bulan). Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana. Pengambilan sampel secara acak menggunakan sampling/survey. Hasil analisis data didapatkan hasil persamaan y= 6936 + 12611 x yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kilogram maka akan meningkatkan pendapatan peternak sebesar Rp. 12.611. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana didapatkan hasil multiple R sebesar 0,79 yang berarti bahwa hubungan antara biaya pakan dengan pendapatan susu mempunyai korelasi yang kuat. Uji R square diperoleh hasil 0,62 yang berarti bahwa pakan mempengaruhi 62% pendapatan susu sapi perah PFH sedangkan 38% dipengaruhi oleh produksi susu, harga susu, tata laksana pemeliharaan serta obat-obatan. Hasil Uji F (Fisher test)didapatkan hasil F hitung sebesarf 46,5583> F table 4,20, ini menunjukkan bahwa variable factor biaya pakan (x) mempunyai pengaruh terhadap pendapatan susu sapi perah (y).
STUDI LITERATUR DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP FLUKTUASI HARGA DAN PEMASARAN DAGING AYAM RAS PEDAGING DI JAWA TIMUR Dimas Fatkhul Deva Adzanian; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di pasaran dan pemasarannya di provinsi Jawa Timur selama pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah article review atau studi literatur dengan mengumpulkan data dan mengambil intisari dari pustaka sesuai dengan topik yang menjadi perhatian. Hasil penelitian menunjukkan selama pandemi Covid-19 terjadi fluktuasi harga pada komoditas daging ayam ras pedaging di Jawa Timur dengan nilai fluktuasi tertinggi untuk harga di tingkat peternak adalah 22,41% pada Mei 2020 dan 13,21% untuk harga di tingkat konsumen pada Juli 2020. Rataan harga tertinggi daging ayam ras pedaging di Jawa Timur adalah Rp22.982,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2021 dan Rp37.114,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2021. Sedangkan rataan harga terendah di Jawa Timur adalah Rp14.421,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2020 dan Rp26.764,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2020. Pemasaran daging ayam ras mengalami kendala yakni alur distribusi yang terhambat dan kesulitan mencari pasar. Strategi yang bisa dilakukan peternak adalah melakukan pemasaran secara online, melakukan diversifikasi produk dan bekerja sama dengan perusahaan dengan pola kemitraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pandemi Covid-19 berdampak terhadap fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di Jawa Timur. Fluktuasi tertinggi pada bulan Mei 2020 sebesar 22,41% di tingkat produsen dan pada bulan Juli 2020 sebesar 13,21% pada tingkat konsumen. Pemasaran daging ayam ras terganggu akibat distribusi yang terhambat dan sulitnya mencari pasar akibat kebijakan pembatasan sosial. Kata Kunci: Pandemi, Daging ayam, Fluktuasi Harga, Pemasaran.