Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tegangan Jatuh Terhadap Sistem 6 kV Di PT. Petrokimia Gresik-Unit III Imam Fathoni; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Taqijjuddin Alawiy
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga proses produksi di industri yang baik diperlukan suplai tenaga listrik dan perawatan secara kontinunitas, diantaranya pada peralatan distribusi tenaga listrik, misalnya tranformator dan kawat penghantar. Kawat penghantar yang baik dapat ditinjau dari jenis penghantar, luas penampang, dan kemampuan hantar arus. Pemilihan kawat penghantar yang digunakan untuk saluran distribusi didasarkan pada beban listrik yang disuplai. Ukuran penampang kawat penghantar sebaiknya memiliki tahanan kawat yang kecil dan sesuai dengan beban yang disuplay. Hal tersebut dimaksudkan agar nilai tegangan jatuh tidak melebihi dengan standart yaitu ±5 % dari tegangan sumber seperti yang tertera dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) Standart PLN 1 : 1978, “dimana ditentukan bahwa variasi tegangan pelayanan, sebagian akibat jatuh tegangan (drop tegangan), karena adanya perubahan beban, maksimum +5% dan minimum -10% dari tegangan nominalnya”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tegangan jatuh pada jaringan distribusi yang terjadi di PT. Petrokimia Gresik-Unit III dan apakah jatuh tegangan yang terjadi sesuai dengan standart PLN. Motode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan perbandingan perhitungan Manual dan Perhitungan dengan software ETAP 12.6. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Tegangan jatuh yang terjadi melebihi standart yang ditetapkan oleh PLN yaitu ± 5 % dari tegangan nominalnya.(2) Tegangan jatuh terjadi disaluran LV-TR 62 ke LTR 62 sebesar 6,34 %, LV-TR 81 ke LTR 81 sebesar 16,03%, LV-TR 42 ke LTR 42 sebesar 7,25%, LV-TR 41 ke LTR 41 sebesar 18,46%, LV-TR 51 ke LTR 51 sebesar 15,17 %, LV-TR 3 ke LTR 3 sebesar 15,15%, LV-TR 2101 ke LTR 2101 sebesar 16,32%, LV-TR 11 ke LTR 11 sebesar 7,13% dan di saluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 24,16 %.(3) Tegangan jatuh terburuk terjadi disaluran LV-TR 52 A ke LTR 52 A sebesar 99,657 volt dengan presentase 24,9 % dihitung melalui perhitungan manual dan   65,48 Volt dengan presentase tegangan jatuh 16,49 % jika dihitung melalui software Etap 12.6. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada pada peralatan listrik yang dimiliki. Untuk mengatasi permasalahan tegangan jatuh yang terjadi bisa dilakukan dengan pergantian diameter penghantar yang lebih besar untuk menekan jatuh tegangan.Kata kunci : Tegangan Jatuh, Jaringan distribusi, Tegangan Menengah, SPLN 1:1978, Etap 12.6
MONITORING, STARTING AND SAFETY INDUCTION MOTOR SYSTEM 3 PHASE BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMega328 Maulana Torikil Huda; Bambang Dwi Sulo; Muhammad Jasa Afroni
SCIENCE ELECTRO Vol 8 No 1 (2018): SCIENCE ELECTRO
Publisher : Science Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety pada motor induksi tiga fasa sangat penting, karena motor induksi membutuhkan perawatan dalam penggunaannya, selain menjaga usia motor induksi lebih panjang nilai ekonomis juga diperoleh bila pengawatan motor induksi dilakukan dengan benar. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah untuk merancang sebuah pengaman dan mengetahui kinerja motor induksi tiga fasa dengan sistem monitoring menggunakan mikrokontroller ATmega328 (Arduino Nano) dan Progammable Logic Controller (PLC)). Untuk menampilkan data tegangan, arus dan kecepatan (RPM) peneliti menggunakan Licuid Crystal Display( LCD) 20x4. Adapun starting system yang digunakan pada motor induksi tiga fasa adalah star-delta baik mode auto maupun manual. Beberapa pengaman yang digunakan sebagai safety pada sistem antara lain hilangnya satu atau lebih fasa pada jaringan tiga fasa, naik atau turunnya tegangan secara tidak normal dan arus lebih. Ada beberapa Sensor yang digunakan pada sistem untuk melihat sinyal tegangan, arus dan kecepatan antara lain sensor ZMPTB101B yang berfungsi sebagai pembaca tegangan, Sensor SCT-013-000 yang berfungsi sebagai pembaca arus dan Sensor IR OBSTACLE FLYING FISH yang berfungsi sebagai pembaca kecepatan (RPM). Sistem pengontrollan utama menggunakan PLC, pada saat bersamaan PLC juga mengamankan dari gangguan hilangnya satu atau lebih fasa pada jaringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem monitoring, starting dan safety yang telah dirancang dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci: Monitoring, Starting, Safety, Motor Induksi 3 Fasa, Mikrokontroller, Progammable Logic Controller
E-Inventory pada Laboratorium Teknik Elektro di Universitas Islam Malang Menggunakan Barcode Scanner Nur Vina Amanda Royani; M Jasa' Afroni; Bambang Dwi Sulo
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 1 No 2 (2021): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v1i2.14787

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Informasi pada sebuah organisasi pendidikan menjadi sangat dibutuhkan, karena informasi sangat penting dalam menunjang kemajuan sebuah organisasi pendidikan. Terlebih pada perpustakaan dan laboratorium untuk mengetahui data keluar dan masuknya barang inventaris Saat ini sistem peminjaman alat di Laboratorium elektro UNISMA masih dilakukan secara manual. Belum ada teknologi yang digunakan untuk mendata informasi inventaris Laboratorium Elektro UNISMA. Sehingga menyulitkan pelacakan alat yang dipinjam dan rawan hilang atau rusak. Oleh karena dalam penelitian ini diusulkan pembuatan sistem inventaris elektronik menggunakan barcode scanner dan database lokal host berbasis MySQL ini akan memudahkan petugas dalam monitoring hingga pencatatan data inventaris. Sistem Informasi ini memiliki kemampuan untuk menampilkan data barang yang dipinjam lengkap dengan waktu dan tanggal peminjaman barang serta nomor NIM ( Nomor Induk Mahasiswa) dan nama peminjam, dapat juga mencatat waktu dan barang apa saja yang dikembalikan. Perangkat keras sistem ini menggunakan mikrokontroller Arduino Mega2560, ESP32 sebagai module Wi-Fi, dan Barcode Scanner sebagai pembaca kode batang pada barang menggunakan USB Shield agar dapat terkoneksi dengan arduino. Database sistem menggunakan MySQL dan tampilan web digunakan untuk mempermudah monitoring data. Dari hasil penelitian ini sistem mampu mempermudah dalam menginventaris data, pengujian yang dilakukan hampir 90% berhasil meliputi uji pembacaan kode batang pada kertas, uji koneksi WiFi, dan pengujian sistem keseluruhan. Sistem juga mempermudah petugas dalam pencatatan inventaris dan mempermudah  mahasiswa dalam peminjaman barang pada laboratorium.
Rancang Bangun Konveyor Pendeteksi Kecacatan Fisik pada Kaleng Berbasis Arduino Uno Eka Pratama; Sulo, Bambang Dwi; Wirateruna, Efendi S
Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol 3 No 1 (2023): Infotron
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/infotron.v3i1.19794

Abstract

Konveyor merupakan suatu alat angkut dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, konveyor juga dapat difungsikan sebagai alat sortir barang yang sering dijumpai didalam dunia industri. Dalam dunia industri, proses sortir baik secara otomatis maupun secara manual tidak terlepas dari kecacatan fisik saat proses penyortiran. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut dirancang sebuah alat sortir otomatis sebagai pendeteksi kecacatan fisik pada kaleng berbasis arduino uno untuk dapat memilah antara kaleng kondisi penyok dan kaleng kondisi normal. Perancangan konveyor melibatkan beberapa komponen seperti Arduino Uno sebagai pengendali setiap komponen, motor servo sebagai aktuator, sensor proximity sebagai pendeteksi benda berbahan logam, kamera web sebagai pendeteksi bentuk kaleng, motor stepper sebagai penggerak sabuk konveyor. Penelitian ini dilakukan dengan mencari literatur dan mengumpulkan data dari buku maupun sumber lainnya serta melakukan observasi alat guna mendapatkan hasil yang diharapkan. Secara keseluruhan alat ini berfungsi dengan baik. Konveyor dapat mendeteksi antara kaleng penyok dan kaleng normal. Dari 20 kali pengujian, didapatkan presentase keberhasilan sebesar 95% dan kegagalan sebesar 5%.
IbM Kelompok Peternak Sapi Desa Hadiwarno Kab. Pacitan Dalam Pemanfaatan Energi Alternatif Noerhayati, Eko; Sulo, Bambang Dwi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i1.1476

Abstract

Desa Hadiwarno adalah sebuah desa di Kab. Pacitan yang termasuk dalam kecamatan Ngadirojo. Warga desa ini memiliki kelompok tani yang bergerak dibidang budidaya sapi pedaging. Anggotanya 43 orang yang rata-rata masing-masing memiliki 2-3 ekor sapi yang diletakkan dalam satu kandang. Jadi total jumlah sapi yang diternakkan 86 ekor. Selama ini kotoran sapi dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan cara meletakkan kotoran sapi segar ditanah dan ditunggu beberapa minggu hingga berubah menjadi pupuk organik.pupuk ini digunakan untuk memupuk tanaman sendiri atau dijual ke pihak lain. Hal ini mengganggu kebersihan lingkungan karena kotoran sapi menimbulkan bau yang kurang sedap dan efek rumah kaca yang dihasilkan oleh gas metan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat IbM, masyarakat mitra diajak tim pengabdi untuk bersama-sama membangun instalasi biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber api kompor dan pupuk cair . pupuk cair ini digunakan sebagai pupuk tanaman pertanian wisata organik milik warga mitra di desa Hadiwarno
Inovasi Teknologi Produk Unggulan Kerajinan Cobek Selo Parang Kampung KB Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Yazirin, Cepi; Sulo, Bambang Dwi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i1.16482

Abstract

The lack of technology is one of the barriers for someone to be more developed than before. Science and technology today are the backbones of economic development. This is what happened in the family planning village (KB) in Tulungrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The low level of technology is one of the obstacles to maintaining product quality and the health of the majority of Tulungrejo villagers. The abundance of raw materials obtained directly from the mountain is not matched by this increasingly sophisticated technology, causing the production process to be underdeveloped. On the other hand, the residents of Tulungrejo Village seem to have forgotten the importance of using personal protective equipment. The production process still uses traditional equipment so that the manufacturing and marketing processes are hampered. The manufacture of cobek lathes is expected to improve quality, speed, and reduce risks to health. Because the equipment used by the majority of the KB village community in Tulungrejo village uses personal protective equipment that is not following what it should be. One of them is not wearing a mask according to national standards, so it has the potential for health because the dust generated from the mortar manufacturing process can interfere with breathing. The result is that the use of a lathe can cut production time faster than the use of a grinder that is usually used by residents to produce the mortar, the work is neater and even, the production time is faster than the use of a grinder, and in terms of K3 the use of a lathe is safer because the mortar is direct. clamped on the lathe so that it is stronger and the resulting dust can be minimized with water cooling media.