Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Frekuensi Curah Hujan di Daerah Aliran Sungai Cimandiri Sukabumi Dewi Ayu Sofia; Noneng Nursila
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 4 (2022)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.719 KB)

Abstract

Analisis frekuensi merupakan salah satu cara untuk memprediksi probabilitas terjadinya suatu peristiwa hidrologi berdasarkan data historis yang berfungsi sebagai dasar perhitungan perencanaan hidrologi untuk antisipasi terhadap setiap kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang. Data curah hujan yang tercatat diproses berdasarkan areal yang mendapatkan hujan sehingga didapat tinggi curah hujan rata-rata menggunakan metode Poligon Thiessen dengan bantuan ArcGIS versi 10.3. Analisis frekuensi yang digunakan adalah metode Moment, merupakan ukuran kuantitatif terhadap sifat geometrik dari bentuk suatu distribusi dengan distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Gumbel dan distribusi Log Pearson III. Hasil analisis menunjukan bahwa distribusi yang paling cocok untuk Daerah Aliran Sungai Cimandiri adalah distribusi Gumbel, berdasarkan uji kecocokan dengan uji Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov.
Analisa Momen Struktur Kolom dengan Metode Takabeya pada Bangunan Gedung Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Ega Maya Sofa; Hari Wibowo; Dewi Ayu Sofia
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 2 (2020)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.079 KB)

Abstract

Pada perencanaan bangunan bertingkat termasuk pada Bangunan Gedung Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, kolom merupakan salah satu elemen penting. Hal ini terjadi karena ketika terjadi kegagalan pada kolom, maka akan berakibat langsung pada runtuhnya komponen struktur lain yang saling berhubungan pada suatu bangunan. Untuk menghasilkan struktur kolom yang kuat, digunakan Metode Takabeya untuk melihat momen maksimum yang terjadi pada bangunan tersebut sehingga akan meningkatkan penulangan yang mampu menahan beban namun tetap ekonomis.
Analisis Penambahan Pasir Pantai Cipatuguran Terhadap Kuat Tekan Mortar Zaenol Akbar; Dewi Ayu Sofia; Haki Yusdinar
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 1 (2019)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.445 KB)

Abstract

Dengan kondisi penduduk yang berada di pesisir pantai, seringkali mereka menggunakan pasir pantai sebagai campuran bahan bangunan seperti untuk campuran beton, plester, dan mortar. Pasir pantai sendiri memiliki karakteristik berupa butiran halus dan bulat, memiliki gradasi yang seragam, dan mengandung kadar garam yang dapat menimbulkan berkurangnya daya lekat pada campuran. Mortar merupakan material campuran dari bahan pengikat berupa semen dan bahan pengisi yaitu agregat halus serta air. Standar spesifikasi mortar mengacu pada kuat tekannya, yaitu kemampuan mortar dalam menerima beban sama seperti beton. Kuat tekan mortar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor air semen, kepadatan, jenis semen, sifat agregat serta umur dari mortar. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa pengaruh penggunaan pasir Pantai Cipatuguran terhadap kuat tekan mortar dengan varian campuran pasir pantai sebesar 30%, 50%, 70%, dan 100% , pada umur 7,  21, dan 28 hari berdasarkan standar SNI 03-6825-2002. Dari penelitian dihasilkan bahwa untuk pengujian kuat tekan mortar pada umur 7 hari kuat tekan tertinggi berada pada campuran 50% sebesar 19,15 MPa dan yang terendah berada pada campuran 70% sebesar 6,61 MPa. Untuk umur 21 hari kuat tekan tertinggi berada pada campuran 100% sebesar 13,07 MPa dan yang terendah berada pada campuran 70% sebesar 5,93 MPa. Dan umur 28 hari kuat tekan tertinggi berada pada campuran 50% sebesar 18,87 MPa dan yang terendah berada pada campuran 70% sebesar 8,59 MPa.
Analisis Penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Terhadap Kuat Tekan Beton Indah Salwa Ade Putri; Dewi Ayu Sofia; M. Iqbal Habibi Kamal
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 4 (2022)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.595 KB)

Abstract

Saat ini, banyak jalan di Indonesia yang rusak akibat telah habisnya umur rencana sehingga menghasilkan limbah perkerasan jalan. Sekitar 1-10% dari material yang dipakai dalam proyek konstruksi akan menjadi limbah dan umumnya 50-80% dari limbah tersebut masih bisa digunakan kembali. Limbah dari perkerasan jalan aspal ini disebut dengan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan campuran beton. Beton banyak diminati karena kegunaannya yang banyak dan bahan penyusunnya yang bervariatif, sehingga dapat terus dikembangkan dalam pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan RAP terhadap kuat tekan beton yang digunakan sebagai bahan pengganti sebagian agregat kasar. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder (diameter 15 cm dan tinggi 30 cm) dengan sampel sebanyak 8 buah dengan 4 variasi yang masing-masing terdiri dari 2 sampel. Variasi RAP terhadap agregat kasar yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%. Mix design yang digunakan dalam menentukan komposisi beton pada penelitian ini mengacu pada SNI 03-2834-2000. Mutu beton yang direncanakan fc’ 25 Mpa yang diuji pada umur 28 hari dengan dilakukan perawatan terlebih dahulu sebelum pengujian. Dari hasil pengujian beton segar diperoleh nilai slump yang tidak sesuai dengan yang direncanakan sehingga dilakukan penambahan jumlah faktor air semen. Dari pengujian beton keras pada umur 28 hari diperoleh nilai kuat tekan beton yang semakin menurun pada setiap variasinya. Semakin besar persentase bahan RAP maka semakin menurun nilai kuat tekannya.
The Effect of Fly Ash Mixture on Concrete Compressive Strength Sofia, Dewi Ayu; Kamal, Noval
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.19-24

Abstract

Fly ash is a waste from the steam power plant industry that can be used as added material in making concrete. This is because the chemical compounds in fly ash are almost the same as cement. The purpose of this study was to determine the compressive strength of concrete with partial replacement of cement with fly ash. The composition of partial replacement of cement with fly ash is 0%, 20%, 25%, 30%, and 35%. The planned concrete quality is  30 MPa and tested at the age of 7 days and 28 days. The test results show the average compressive strength of the concrete for all variations of both 7-day and 28-day replacement is less than 30 MPa. The greater composition of fly ash used, the smaller the compressive strength value of the concrete. This is caused by the slow hydration process because fly ash is pozzolans which delay the hydration process. In addition, the reduction of cement content will also result in a decrease in compressive strength, this is because the bonding capacity of the aggregate decreases. However, when viewed based on the density of the concrete, the fine fly ash grains can make the concrete denser.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu pada Pekerjaan Pagar Samping dengan Dinding Pracetak dan Dinding Konvensional Pratama, Naufal Ariq; Sofia, Dewi Ayu
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 9, No 2: December 2024
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v9.i2.2024.169-174

Abstract

Perkembangan pesat di bidang konstruksi mendorong inovasi dalam komponen bangunan untuk meningkatkan efisiensi, daya tahan, dan keberlanjutan. Salah satu inovasi tersebut adalah pengembangan material dinding, yaitu dinding pracetak yang menawarkan keunggulan dalam kekuatan, kemudahan pemasangan, serta efisiensi energi. Pada penelitian ini dianalisis perbandingan penggunaan dinding pracetak dan dinding konvensional pada proyek pembangunan pagar samping pada bangunan X di Kota Sukabumi yang ditinjau dari aspek biaya dan waktu. Hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan dinding pracetak lebih hemat sekitar 37% dibandingkan dengan dinding konvensional. Durasi penyelesaian proyek pembangunan pagar samping dengan menggunakan dinding pracetak membutuhkan waktu 67 hari, sedangkan dengan dinding konvensional memerlukan 116 hari. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembangunan pagar samping dengan dinding pracetak menjadi pilihan yang lebih efisien dalam hal biaya dan waktu pelaksanaan proyek dibandingkan dengan metode konvensional.
A Bibliometric Analysis of Artificial Intelligence (AI) Applications in Hydrological Modeling Sofia, Dewi Ayu; Pratama, Naufal Ariq
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jptb.v5i1.87062

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has opened new opportunities for developing hydrological models that are more adaptive, accurate, and efficient. This study aims to examine the research trends and directions concerning the application of AI in hydrological modeling using bibliometric analysis. A total of 136 relevant articles published between 2015 and 2025 were retrieved from the Semantic Scholar database using the Publish or Perish software. These records were then analyzed with VOSviewer to map keyword relationships and identify current research focuses. The results reveal a consistent upward trend in AI-based hydrological modeling publications, particularly since 2020. Among the top 15 cited articles, a total of 2,316 citations were recorded, averaging 17.03 citations per article. Keywords such as “LSTM,” “RNN,” “streamflow,” and “hydrological forecasting” appeared with the highest frequency and recentness, signifying a shift toward more adaptive and predictive modeling approaches. Furthermore, density visualization highlights a strong focus on deep learning models particularly LSTM and Support Vector Machines while showing opportunities for further exploration in hybrid models and climate resilience applications. Although limited to a single database, the study provides a methodologically robust overview of the current research landscape. The findings underscore the transformative role of AI, not merely as a computational tool, but as a key enabler for designing hydrological models that are data-driven, responsive, and capable of supporting sustainable water resource management in the face of environmental uncertaintie.
Analisis Pengaruh Jenis Pasir Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Ari Rahmandani Prabowo; Dewi Ayu Sofia
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11698

Abstract

Dalam pembuatan beton, pasir merupakan salah satu komponen pengisi atau agregat halus. Kualitas pasir yang digunakan seringkali tidak terlalu diperhatikan. Namun walaupun fungsinya hanya sebagai pengisi, tetapi mengingat komposisinya yang cukup besar maka pasir juga memiliki peranan penting dalam pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik pasir  yang digunakan di wilayah Sukabumi beserta dengan nilai kuat tekan betonnya. Pasir yang digunakan berasal dari daerah Cimangkok, Cibuni, dan Jebrod. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah sampel yang dibuat sebanyak 18 buah dengan 3 variasi yang masing-masing terdir dari 6 sampel. Mutu beton yang direncanakan   30  dan diuji pada umur 14 serta 28 hari dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Dari hasil uji material agregat halus pasir diperoleh masing-masing jenis pasir memiliki sifat fisik yang berbeda. Sementara itu, berdasarkan gradasinya seluruh jenis pasir berada dalam kelompok agregat halus zona/daerah 1 yang dikategorikan sebagai pasir kasar. Jika ditinjau berdasarkan nilai kuat tekannya, beton Pasir Cimangkok memiliki nilai kuat tekan tertinggi dan satu-satunya yang melampaui niai kuat tekan rencana. Beton pasir Jebrod memiliki nilai yang paling kecil. Pada pasir Jebrod, diketahui bahwa nilai kadar lumpurnya paling tinggi dibandingkan dengan pasir lain.
Pemetaan Kemampuan Mahasiswa Dalam Penulisan Akademik Sebagai Dasar Sistem Pembelajaran Pendidikan Tinggi Berbasis AI Rahayu, Sri; Rahmawati, Hanifah Indah; Ghinaya, Zahra; Meirawan, Danny; Sukadi, Sukadi; Purwanto, Dedi; Iswardhany, Rieske; Sofia, Dewi Ayu; Amin, Rais
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.248

Abstract

AbstractRecent advancements in Artificial Intelligence (AI) technology have yet to fully address fundamental challenges in academic writing within the context of higher education. Most existing systems remain focused on surface-level corrections, offering limited support for students struggling to construct logical arguments, organize ideas coherently, and adhere to the structural conventions of academic discourse. This study aims to analyze and map students’ academic writing proficiency as a foundation for developing AI-based learning systems that are responsive to actual needs in higher education. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended online questionnaire distributed via Google Forms. The instrument was designed based on five key dimensions: writing structure, language proficiency, argumentation and logic, referencing, and technical skills, using a 5-point Likert scale. A total of 132 final-year students from various Indonesian universities—particularly those in construction-related disciplines—participated in the study. Contextual analysis was conducted based on study programs, and data validity was enhanced through triangulation. The findings reveal that while most students fall within the “competent” category, notable deficiencies remain in language mastery and logical argumentation, preventing many from reaching a “highly competent” level. These results highlight persistent gaps in academic literacy that necessitate innovative learning interventions. The development of AI-assisted systems capable of delivering both technical and conceptual feedback is therefore essential to improving the quality of student academic writing. Further research is recommended to design an integrated AI-based academic writing platform and to expand the study population across institutions to strengthen the generalizability of the findings. AbstrakSaat ini, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan mendasar dalam hal penulisan akademik mahasiswa. Banyak sistem yang tersedia masih berfokus pada perbaikan teknis, sementara mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam menyusun argumen logis, mengorganisasi ide secara koheren, dan memahami struktur wacana akademik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemampuan menulis akademik mahasiswa sebagai dasar dalam merancang sistem pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan aktual di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket tertutup menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form. Instrumen dirancang berdasarkan lima aspek utama: struktur penulisan, penguasaan bahasa, argumentasi dan logika, penggunaan referensi, serta keterampilan teknik, dengan skala Likert 1–5. Responden terdiri atas 132 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari rumpun keilmuan teknik konstruksi. Data dianalisis secara kontekstual berdasarkan program studi serta diverifikasi melalui triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “mampu” dalam menulis akademik, namun belum mencapai kategori “sangat mampu”, terutama pada aspek penguasaan bahasa dan argumentasi logis. Hasil ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam keterampilan literasi akademik yang memerlukan intervensi pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik teknis dan konseptual secara adaptif menjadi penting untuk mendorong peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengembangan sistem AI terintegrasi dan perluasan populasi lintas institusi guna memperluas generalisasi hasil.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Rumah Sakit Angkatan Udara Prof. dr. Abdulrachman Saleh Jakarta Zamaluddin, Sabila Zahira; Sofia, Dewi Ayu
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 7 (2025)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam proyek konstruksi untuk mencegah kecelakaan kerja dan menjamin keselamatan seluruh pekerja di lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan K3 pada proyek RSAU Prof. dr. Abdulrachman Saleh Jakarta melalui observasi lapangan dan penilaian berbasis indikator K3. Aspek yang diamati antara lain penggunaan APD, tanada-tanda syarat dan barikade, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), pekerjaan atap, keamanan listrik, housekeeping, serta lalu lintas kendaraan di area proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat penerapan K3 sebesar 85,97% yang menandakan implementasi sudah berjalan dengan baik namun belum optimal. Aspek dengan nilai tertinggi adalah tanda-tanda isyarat dan barikade (95,00%) serta penggunaan APD (92,07%), menunjukkan kepatuhan pekerja dan efektivitas pengawasan di lapangan. Sementara itu, pengelolaan B3 (68,89%), keselamatan listrik (72,22%), dan penggunaan gas bertekanan (77,14%) masih memerlukan perhatian dan peningkatan. Secara umum, hasil observasi memperlihatkan bahwa penerapan K3 yang baik didukung oleh ketersediaan fasilitas keselamatan, pengawasan aktif dari petugas HSE, dan disiplin pekerja dalam mengikuti prosedur. Namun, beberapa aspek perlu ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan, audit internal rutin, serta peningkatan kesadaran terhadap budaya keselamatan kerja. Penerapan sistem K3 yang konsisten dan terukur diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang.