Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Molucca Medica

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BIJI PINANG (Arecha catechu L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Yuniasih MJ Taihuttu
Molucca Medica VOLUME 10, NOMOR 2, OKTOBER 2017
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.191 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2017.v10.i2.127

Abstract

Pendahuluan: Telah diuji daya hambat ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans (S. mutans) secara in vitro. Tujuan: mengetahui kemampuan daya hambat ekstrak biji pinang terhadap pertumbuhan S. mutans Metode: Biji pinang diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol dan air. Pengaruh berupa zona penghambatan pertumbuhan bakteri akan tampak melalui difusi lempeng agar. Hasil: Ekstrak biji pinang efektif menghambat pertumbuhan S. mutans. Ekstrak etanol terbukti lebih efektif dalam menghambat S. mutans dibandingkan dengan ekstrak air. Konsentrasi hambat minimun (KHM) untuk ekstrak etanol biji pinang diperoleh pada konsentrasi 0,005% (w/v) dengan rerata zona hambat sebesar 0,67 mm. Sedangkan 0,75% merupakan konsentrasi terkecil dalam menghambat S. mutans pada ekstrak air biji pinang dengan rerata diameter sebesar 3,23 mm. Uji kromatografi lapis tipis (KLT) pada ekstrak etanol biji pinang telah menemukan 4 fraksi senyawa dengan nilai Rf 0,122; 0,300; 0,472 dan 0,0705. Spesifikasi senyawa tersebut tidak diidentifikasi dalam penelitian ini. Kesimpulan: Ekstrak biji pinang terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans.
PAPARAN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA 2 SMP DI KOTA AMBON MALUKU Farah Ch. Noya; Yuniasih MJ Taihuttu; Wahyu Syafiah
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.563 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.1

Abstract

Pendahuluan. Remaja membutuhkan informasi tentang seksualitas. Apabila informasi ini tidak didapatkan secara benar, maka remaja umumnya memilih untuk mencari jawaban melalui berbagai sumber, misalnya melalui media yang menyajikan konten pornografi. Hal ini akan berpengaruh buruk terhadap perilaku seksual mereka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paparan pornografi melalui media terhadap perilaku seksual remaja pada 2 SMP di Kota Ambon. Metode. Dengan menggunakan desain cross sectional, studi ini dilakukan terhadap 755 responden 2 SMP di Kota Ambon (total sampling). Analisis pengaruh dilakukan dengan uji Chi-square. Hipotesis studi ini adalah terdapat pengaruh paparan pornografi dari media cetak dan elektronik terhadap perilaku seksual remaja di SMPN 10 dan SMPN 4 Kota Ambon. Hasil. Studi ini menemukan 62,6% remaja pada kedua SMP memiliki perilaku seksual berisiko, dan analisis pengaruh dengan Chi-square mendapatkan level signifikansi p<0,001 (OR=1,9; CI95% 1,41-2,61). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa paparan pornografi dari media cetak maupun elektronik berpengaruh signifikan terhadap perilaku seksual remaja di 2 SMP di Kota Ambon. Remaja yang terpapar dengan konten pornografi lewat media berisiko 1,9 kali lebih tinggi melakukan perilaku seksual berisiko. Diperlukan intervensi serta penguatan peran dari stakeholders seperti Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja juga peran aktif dari keluarga dan sekolah dalam pembinaan perilaku serta advokasi perilaku seksual remaja yang bertanggungjawab.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN KANKER KOLOREKTAL DI RSUD DR M. HAULUSSY AMBON PERIODE 2013-2015 Helvy Nikijuluw; Grachelia Akyuwen; Yuniasih MJ Taihuttu
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.628 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.61

Abstract

Pendahuluan. Kanker kolorektal merupakan penyakit keganasan yang berasal dari kolon dan rektum. Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang menempati urutan ketiga terbanyak penyebab kematian setelah kanker payudara dan kanker paru. Terdapat berbagai faktor yang dapat berpengaruh terhadap kejadian kanker kolorektal diantaranya adalah usia, jenis kelamin dan obesitas. Tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan obesitas dengan kejadian kanker kolorektal di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon periode 2013-2015. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder berupa data rekam medis pada ruang bedah laki laki dan wanita di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2013-2015 dan memperoleh jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 79 orang, yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan kejadian kanker kolorektal (p=0,97), terdapat hubungan antara jenis kelamin laki laki (PR = 1.73; CI = 1.06-2.80; p= 0,031) dan obesitas (PR=2.26; CI=1.47-3.47; p= 0,002) dengan kejadian kanker kolorektal. Kesimpulan. Didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian kanker kolorektal dan terdapat hubungan jenis kelamin dan obesitas dengan kejadian kanker kolorektal.
KORELASI TINGKAT KECEMASAN DENGAN TENSION TYPE HEADACHE Nurul Hidayah; Parningotan Yosi Silalahi; Yuniasih MJ Taihuttu
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 2, OKTOBER 2018
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.558 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i2.1

Abstract

Pendahuluan. Tension type headache (TTH) adalah suatu gangguan neurologi yang sering dijumpai di masyarakat. Penyebab dan mekanisme TTH tidak diketahui dengan pasti. Namun, TTH sering dikaitkan dengan kondisi psikologis seperti kecemasan, depresi dan stres. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat kecemasan dengan TTH. Metode. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dimana data diolah dengan menggunakan software SPSS versi 16,0. Subjek penelitian adalah penderita TTH sebanyak 75 orang reponden. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil. Hasil analisis didapatkan hubungan bemakna (p=<0,001) dengan koefisien korelasi sedang dan arah korelasi positif (r=0,481). Kesimpulan. Terdapat korelasi tingkat kecemasan dengan TTH dan semakin tinggi kecemasan semakin berat pula gejala TTH yang dialami.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR MENCIT (Mus musculus) HIPERGLIKEMIA PASCA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH GALOBA (Hornstedtia Sp.) Matulatuwa, Fidel Ricky; Taihuttu, Yuniasih; Rahawarin, Halidah
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.128

Abstract

Hiperglikemia adalah suatu kondisi ketika gula darah puasa lebih dari 180 mg/dL. Jika tidak ditangani, hiperglikemia dapat memicu terjadinya inflamasi, memperparah cedera akut pada hati dan secara histopatologi dapat terjadi nekrosis, infiltrasi sel radang dan degenerasi yang dapat mempengaruhi fungsi hati. Buah galoba (Hornstedtia sp.) merupakan salah satu tanaman asal Maluku yang sering digunakan oleh masyarakat setempat untuk menghilangkan rasa lelah, meningkatkan stamina dan menurunkan kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh ekstrak etanol buah galoba (Hornstedtia sp.) terhadap gambaran histopatologi hepar yang bersifat eksperimental dengan post test only control group design. Mencit disiapkan sebanyak 30 ekor kemudian dibagi menjadi 6 kelompok percobaan yaitu, kontrol normal (KN), kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), ekstrak etanol buah galoba konsentrasi 100% (P1), konsentrasi 75% (P2), dan konsentrasi 50% (P3) yang disuntik dengan 0,1 ml streptozotocin secara intra peritoneal selama 5 hari. Kelompok K+ diberikan metformin 0,2 mL secara oral, dan pada kelompok P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak etanol buah galoba sesuai konsentrasi yaitu 0,1 mL yang dilakukan selama 21 hari. Data hasil penelitian diamati dan dinilai menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan uji One Way ANOVA dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi histopatologi hepar mencit yang diberikan ekstrak etanol buah galoba dengan konsentrasi 100%, 75%, (uji One Way ANOVA p>0,05) dan 50% (uji Kruskal Wallis p<0,05) dengan menunjukkan hasil yang paling efektif pada kelompok P2.