Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN MEROKOK DENGAN DERAJAT OBSTRUKSI PPOK Zahiyah, Azzah; Irsandy, Febie; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Nasruddin, Hermiaty; Anggita, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24747

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit pernafasan kronis yang dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan penyumbatan saluran nafas yang menetap dan progresif disebabkan oleh paparan partikel atau gas berbahaya sehingga menimbulkan peningkatan respon inflamasi. Data yang ada untuk Indonesia menunjukkan bahwa tingkat prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah sebesar 3,7%. Sulawesi Selatan memiliki tingkat prevalensi sebesar 6,7%. Faktor risiko utama PPOK adalah merokok. Merokok mengakibatkan perubahan struktur, jaringan paru, serta fungsi saluran pernafasan. Keseringan merokok mengakibatkan penurunan fisiologi paru. Badan Pusat Statistik (2020) memperlihatkan presentase merokok pada penduduk umur >15 tahun sebanyak 28,96%. Presentase merokok di Sulawesi Selatan yaitu sekitar 24,91%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan derajat keparahan merokok dengan derajat obstruksi PPOK di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Kota Makassar. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner dan rekam medik. Hasil dari penelitian ini melibatkan 50 responden dari sampel pasien PPOK di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar dan menunjukkan adanya hubungan antara derajat keparahan merokok dengan derajat obstruksi PPOK pada pasien PPOK. Nilai koefisien korelasi sebesar 0.029, berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara derajat keparahan merokok dengan derajat obstruksi PPOK.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMANGAPA Syamsu, Rachmat Faisal; Dahliah, Dahliah; Palloge, Salahuddin Andi; Nasruddin, Hermiaty; Indarwati, Rezky Putri; Makmun, Armanto; Bahar, Burhanuddin; Nurdin, Abbas Zavery; Fatimah, Fatimah; Nurfadhilah, Nadiyah; Zahiyah, Azzah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54271

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah status gizi, yang umumnya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan retensi natrium. Di Indonesia, perubahan pola makan dan gaya hidup menyebabkan meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Tamangapa tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien hipertensi yang diambil menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian adalah status gizi pasien hipertensi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Alat pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi berat badan dan tinggi badan pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi berdasarkan kategori IMT menurut kriteria WHO Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (64%), diikuti kategori overweight sebanyak 8 orang (32%), dan obesitas kelas I sebanyak 1 orang (4%). Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa memiliki status gizi normal hingga overweight. Pemantauan dan pengendalian status gizi tetap diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya pengelolaan dan pencegahan komplikasi hipertensi.