Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER JUMANTIK DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN VEKTOR DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABRUK KIDUL KABUPATEN LUMAJANG Verawati, Triana; YUNIASTUTI, TIWI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33236

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dimana virus ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan DBD dengan berbagai cara, salah satunya dengan membentuk kader jumantik. Namun, kader jumantik tidak melakukan pemantauan jentik setiap jadwal yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader jumantik dalam mendukung pelaksanaan program pengendalian vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Labruk Kidul Kabupaten Lumajang. Desain penelitian menggunakan analitik observasional. Dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden. Teknik sampel menggunakan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,772), pelatihan tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,861), dan usia tidak ada pengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,660). Tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,042), sikap berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,024), motivasi berpengaruh terhadap kinerja kader jumantik (p=0,047). Saran untuk kader sebaiknya lebih giat melakukan tugas dan kewajibannya sebagai kader juru pemantau jentik (jentik) dan terus mengikuti pelatihan dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue, begitu juga puskesmas rutin mengadakan pelatihan setiap tahunnya tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hubungan Antara Kualitas Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Healthcare Associated Infection (HAI’S) di RS Phc Surabaya Driana, Dinka; Saktiawan, Yusup; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i1.2851

Abstract

Latar Belakang: Kualitas lingkungan rumah sakit yang tidak baik akan mengakibatkan terjadinya HAI’s (Healthcare Associated Infection) yang banyak mengakibatkan kematian pada manusia. Data kejadian HAI’s dari tahun 2022 ke 2023 di RS PHC Surabaya mengalami peningkatan dan penurunan pada berbagai jenis HAI’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas kesehatan lingkungan dengan kejadian HAI’s di RS PHC Surabaya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ruangan perawatan pasien dan pelayanan medis yang telah dilakukan pengambilan sampling udara di Rumah Sakit PHC sebesar 11 titik ruangan dengan teknik total sampling. Variabel kualitas kesehatan lingkungan, antara lain: variabel bebasnya kualitas udara fisik (Suhu dan Kelembaban) dan Kualitas udara mikrobiologi serta variabel terikatnya kejadian HAI’s. Analisis data dilakukan secara univariant dan bivariant dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariant penelitian ini menunjukkan kualitas kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian HAI’s adalah kualitas udara fisik kelembaban (p-value 0,004), yang tidak ada hubungan dengan kejadian HAI’s adalah suhu (p-value 0.361) dan kualitas udara mikrobiologi (p-value 0,632). Hasil pengukuran kelembaban tertinggi berada pada ruangan kode RB404 dengan nilai pengukuran 76,1% dan kelembaban terendah pada ruangan kode RY102 dan RD802 dengan nilai pengukuran 56,6%. Kesimpulan: Bahwa ada hubungan yang bermakna antara kualitas kesehatan lingkungan yaitu kualitas udara fisik (kelembaban) terhadap kejadian HAI’s, diharapkan kepada masyakarat agar lebih memperhatikan aspek lingkungan yang merupakan salah satu penyebab kejadian HAI’s.
PENYULUHAN PEMAKAIAN RESPIRATOR PADA PEKERJA SANITAIR DI KOTA MALANG Tiwi Yuniastuti
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 2 No. 1 (2022): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.332 KB)

Abstract

Promosi kesehatan adalah upaya mempengaruhi masyarakat agar menghentikan perilaku beresiko tinggi dan menggantikannya dengan perilaku yang aman. Studi pendahuluan yang dilakukan di Industri Sanitair di Kota Malang menunjukkan pekerja yang bekerja di Industri Sanitair tidak mengetahui Alat Pelindung Diri (APD) yang baik bagi pekerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pemakaian respirator pada pekerja sanitair di Kota Malang. Metode yang dilakukan dengan pengamatan atau obeservasi untuk melihat kondisi lingkungan industri sanitair yang memiliki resiko terdapat paparan debu yang tinggi dan dilanjutkan dengan intervensi pemberian penyuluhan tentang pengetahuan dengan memberikan alat pelindung pernapasan (masker) kepada pekerja sanitair. Hasilnya ada pengaruh pemberian penyuluhan tersebut terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan serta perilaku dalam pemakaian respirator pada pekerja yang berada di Industri sentra sanitair. Maka dari itu, disarankan pihak industri dan puskesmas setempat dapat secara rutin melakukan pendampingan/ pembinaan kepada pekerja serta menyediakan fasilitas seperti respirator, handscoon dan sepatu agar tidak terjadi penyakit akibat kerja yang timbul dilingkungan sekitar.
EFEKTIVITAS PENURUNAN RESIDU PESTISIDA DENGAN AIR MENGALIR DAN RENDAMAN AIR PANAS PADA BUAH JERUK (CITRUS SINESIS) Susanto, Beni Hari; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44656

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak tepat akan menimbulkan dampak negatif seperti residu pestisida pada komoditi pertanian seperti komoditi jenis sayuran, yang dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Ini terjadi karena petani menggunakan pestisida yang tidak sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada label kemasan. Petani melakukan penyemprotan berkisar antara 3-6 kali dalam satu kali masa tanam sesuai dengan jenis hama penganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan residu pestisida yang paling efektif di antara metode penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan true eksperimental menggunakan desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel pada penelitan ini adalah buah jeruk (Citrus Sinesis). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Chocran-Q untuk mengetahui hipotesis efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji efektivitas penurunan residu pestisida pada perlakuan merendam dengan air panas mengalami penurunan paling besar yaitu sebesar 95,494%. Nilai hasil uji Chocran-Q pada penurunan residu pestisida adalah 0,046 < 0,05, sehingga terdapat efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Sehingga, dapat disimpulkan efektivitas penurunan, residu pestisida yang paling efektif terdapat pada perlakuan perendaman dengan air panas.
DETEKSI KEAMANAN PANGAN KANDUNGAN FORMALIN DENGAN SIMPLE METHODE Wahyuni, Ike Dian; Fadila, Wahyu Sekar Nur; Subhi, Misbahul; Yuniastuti, Tiwi; Utami, Sukma Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45050

Abstract

Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Keamanan pangan sering dikaitkan dengan kesehatan terutama tentang keracunan makanan. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya kandungan bahan tambahan pangan seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil dalam makanan. Bahan pengawet berbahaya yang sering digunakan yaitu formalin, dan umumnya digunakan untuk mengawetkan bahan pangan hasil perikanan. Formalin efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba pada makanan, namun formalin dilarang penggunaannya pada makanan padahal formalin adalah pengawet berbahaya karena dapat menyebabakan karsinogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan formalin dalam ikan asin dengan menggunakan simple methode (menggunakan test kit uji formalin dan kunyit untuk mereduksi kadar formalin dalam ikan asin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa Pre-eksperimental dimana ikan asin akan direndam dengan larutan kunyit berdasarkan variasi waktu tertentu dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada penurunan kadar formalin pada sampel. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil bahwa perendaman 15 menit dan 30 menit tidak memiliki perbedaan bermakna dengan nilai sig. 1,000 dan 0,083 sementara perendaman 45 menit dan 60 menit memiliki perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,043 dan 0,008 sehingga lama perendaman mempengaruhi penurunan kadar formalin pada ikan asin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SDN MALAKIKU KABUPATEN NGADA novista, Meilani a; Yuniastuti, Tiwi; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50067

Abstract

Di Nusa Tenggara Timur sebesar 21,7 %. Nusa Tenggara Timur merupakan Provinsi terendah dengan tingkat kesadaran dalam perilaku cuci tangan pakai sabun di karenakan kurangnya peran serta promosi  kesehatan  dan  pengetahuan,  dengan  ini  kita  perlu  melakukan promosi kesehatan guna meningkatkan tingkat pengetahuan, kesadaran dan kemauan dalam berperilaku hidup sehat tentang pentingnya CTPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriftif dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dalam upaya mengetahui hubungan tingkat pengetahuan,sikap,dan tindakan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN Malakiku Kec.Bajawa Utara. sebagian besar pengetahuan siswa tentang perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong baik sedangkan sikap siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong cukup baik dan sedangkan tindakan siswa terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun tergolong kurang baik. H1 di terima sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang signifikan antara ketiga variabel terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA KULI PANGGUL DI PASAR X KOTA MALANG Fadila, Wahyu Sekar Nur; Sousanto, Beni Hari; Yuniastuti, Tiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30679

Abstract

Kuli panggul adalah seseorang yang  menawarkan jasa angkat-angkut yang biasanya menggunakan tubuhnya sebagai alat transportasi seperti mengangkat, menggendong, atau mendorong dimana dapat mengakibatkan cedera dan bahaya pada pekerja salah satunya adalah keluhan musculoskeletal disorder yang dapat diakibatkan oleh faktor faktor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) pada kuli panggul di Pasar Induk Gadang Kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif observational dengan pendekatan case control. Penelitian ini melibatkan 60 orang sampel yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol. Analisa hasil penelitian menggunakan uji chi square dan ods ratio untuk mengetahui resiko keluhan Muskuloskeletal Disorder. Berdasarkan analisis didapatkan risiko terhadap kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) yaitu masa kerja (p= 0,004, OR = 6,000 ) ,postur kerja (p = 0,000, OR = 32,500), repetisi kerja (p = 0,004, OR = 5,675), lama kerja (p = 0,002, OR = 6,417).  Sementara tidak ditemukan risiko antara usia (p = 1,000), indeks massa tubuh (p = 0,595),  kebiasaan olahraga (p = 0,671), kebiasaan merokok (p = 0,612) sehingga faktor yang paling berisiko  yaitu  postur  kerja  tidak  sesuai. Disimpulkan faktor postur kerja, lama kerja, masa kerja dan repetisi kerja berisiko dengan keluhan MSDs pada kuli panggul di Pasar Induk Gadang Kota Malang.
HUBUNGAN ANGKA KUMAN DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Wijayanti, Fajar; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28462

Abstract

Terjadi penurunan tidak signifikan pada angka kasus TBC di Kabupaten Malang.Tahun 2017,tiap tribulannya rata-rata mencapai 540 kasus sedangkan pada Tribulan I 2018 mencapai 534 kasus. Kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan angka kuman dan sanitasi lingkungan rumah dengan terjadinya TB Paru di Puskesmas Tajinan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 274 orang dan jumlah sampel sebanyak 163 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner, alat tulis, dan kamera.Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara angka kuman dengan kejadian TB Paru (p=0,00), terdapat hubungan signifikan antara jenis lantai dengan kejadian TB Paru (p=0,17), terdapat hubungan signifikan antara suhu dengan kejadian TB Paru (p=0,001),  terdapat hubungan signifikan antara jenis dinding dengan kejadian TB Paru (p=0,00), terdapat hubungan signifikan antara kelembaban dengan kejadian TB Paru (p=0,00), dan terdapat hubungan signifikan antara pencahayaan dengan kejadian TB Paru (p=0,001). Penyebab adanya kejadian TB paru pada wilayah kerja Puskesmas Tajinan dikarenakan pola hidup masyarakat serta, lingkungan yang kurang sehat yang mana tidak sesuai kriteria rumah sehat. Untuk itu diharapkan masyarakat mempunyai kesadaran untuk memperhatikan kondisi lingkungan fisik rumah sehingga dapat mencegah maupun meminimalisir penyakit Tuberkulosis serta membangun rumah sehat.
EFEKTIVITAS DOSIS DESINFEKTAN MERK X TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA RUANG MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN KABUPATEN LUMAJANG Kurniawati, Fitria Dewi; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31428

Abstract

Pembersihan menggunakan desinfektan adalah salah satu usaha untuk membersihkan lantai dengan cara kimiawi untuk mengurangi dan menghilangkan mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Penggunaan desinfektan yang tepat dan sesuai petunjuk kemasan juga mempengaruhi penurunan angka kuman ruangan. Proses desinfeksi ruangan harus menggunakan desinfektan yang efektif agar dapat mengurangi atau membunuh kuman. Pemilihan bahan aktif desinfektan juga mempengaruhi efektivitas desinfektan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental menggunakan desain pretest-posttest. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji One Way Anova untuk mengetahui hipotesis efektivitas dosis desinfektan merk x terhadap penurunan angka kuman pada ruang mikrobiologi lingkungan di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji efektivitas penurunan angka kuman lantai pada penggunaan dosis 25 ml memeliki persentase tertinggi (sangat efektif) menurunkan angka kuman lantai dengan nilai persentase 84,10%. Persentase terendah terdapat pada penggunaan dosis 15 ml dengan nilai persentase 49,60% (Tidak Efektif). Nilai hasil uji One Way Anova pada penurunan angka kuman adalah 0,000 < 0,05, sehingga ada efektivitas dosis desinfektan merk x terhadap penurunan angka kuman pada ruang mikrobiologi lingkungan di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Lumajang.  
HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN WISATAWAN DI WISATA BUMI PERKEMAHAN BEDENGAN Noto, Stefany Kurnia; Yuniastuti, Tiwi; Jeogijantoro, Rudy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32530

Abstract

Objek wisata sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dalam rangka berwisata, sehingga beresiko menjadi media penyebaran penyakit, terutama jika fasilitas sanitasi umum tidak memenuhi syarat. Higiene perorangan dan fasilitas saniatasi umum yang buruk dapat menimbulkan masalah pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi fasilitas sanitasi dengan tingkat kepuasan wisatawan di wisata Bumi Perkemahan Bedengan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan lembar observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji spearmen rank. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fasilitas sanitasi dinyatakan laik sehat  nilai 454 (75,11%) dengan tingkat  kepuasan  wisatawan 27,1% sangat puas, 68,8% puas, 4,2% cukup puas dan, 0% untuk tidak puas dan sangat tidak puas. Hasil analisis uji spearmen rank menunjukan nilai p-value 0,000 (p-value<0,05),  dengan koefisien korelasi sebesar 0,446 (0,40-0,599 cukup) dan koefisien determinasi sebesar 19,89%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara kondisi fasilitas sanitasi dengan tingkat kepuasan di objek wisata Bumi Perkemahan Bedengan dengan tingkat keeratan hubungan yang cukup/ sedang.